Digital Trends

3 Aktivis Instagram yang Mempromosikan Citra Tubuh Positif

By  | 

Setiap wanita mempunyai preferensinya tersendiri mengenai cantik, entah itu langsing, berkulit putih, berambut pirang, berbadan tinggi dan lainnya. Sayangnya, tidak sedikit kaum wanita yang sampai stres untuk menjadi cantik. Berbagai upaya dijalani, mulai dari diet, olahraga hingga tindakan medis seperti operasi plastik dan suntik. Belum lagi ledekan dan hujatan (bullying dan body shaming) dari lingkungan sekitar yang memaksa para wanita terus menyiksa diri untuk menjadi cantik.

Walaupun demikian, banyak pula wanita yang percaya diri dengan keadaan tubuhnya hingga menjadi sumber inspirasi. Terbukti kini dunia model telah terbuka lebar bagi segmen wanita plus size, bahkan penyandang disabilitas. Selain catwalk, kini juga ada media sosial sebagai platform bagi wanita untuk mempromosikan citra positif tubuh wanita meskipun harus melawan pemikiran mainstream. Berikut ini adalah mereka yang mempromosikan imej positif tubuh wanita di akun instagramnya.

Nee Cacsmy Brutus

Pemilik akun instagram @mamacaxx ini merupakan seorang lifestyle dan fashion blogger. Selain itu, Nee juga aktif sebagai pembicara motivasi khususnya bagi penderita kanker dan disabilitas. Jangan heran melihat foto-foto Nee di akun instagramnya yang menonjolkan kaki prostetiknya karena dia sendiri merupakan penyintas kanker. Di usia 15 tahun, Nee berjuang melawan kanker tulang yang mengakibatkan kaki kanannya diamputasi. Saat itu, Nee bahkan divonis hanya memiliki waktu kurang dari satu bulan sebelum ajal menjemput. Kini, di usia 27 tahun, Nee masih dapat terus menghidupkan potensi dirinya.

Digital Trends | Selebgram

Foto: Ist

Optimisme Nee dalam memandang hidup dapat dilihat dalam salah satu tulisan di blognya yang berjudul “The Strange World of Transabled & Devotees”. Nee membuka tulisannya dengan mengajak pembacanya untuk terus berimajinasi dan bahwa imajinasi tersebut dapat diwujudkan. Nee kemudian menutup tulisannya dengan mengajak para pembacanya, khususnya penderita disabilitas, untuk tidak takut mengekspos kecacatan fisik dan tetap mencintai diri dengan menonjolkan kepercayaan diri. Dengan tagar #MyPhantomPain, Nee memotivasi wanita dengan disabilitas untuk berbagi cerita dan fotonya di instagram. Kini, Nee aktif sebagai model untuk JAG Models New York.

 

Virgie Tovar

Pernahkah anda membaca tagar #LoseHateNotWeight? Tagar tersebut berawal dari akun instagram @virgietovar yang mengkampanyekan hindari budaya diet yang merusak dan mengganggu kesehatan. Dalam kampanye tersebut, Virgie ingin menekankan bahwa kurus tidak untuk semua orang dan orang gemuk bukanlah monster. Dalam beberapa esainya, Virgie menceritakan bahwa dirinya berasal dari keluarga yang gemuk. Bagi Virgie, kesulitan mencari ukuran pakaian yang ‘normal’ bagi anak seusianya menjadi pertanda buruk, di mana sejak kecil dirinya mengalami fat shaming dari lingkungan pergaulannya.

Digital Trends | Selebgram

Foto: Ist

Kini, Virgie aktif sebagai penulis di media Ravishly. Virgie juga aktif di dunia akademis sebagai dosen. Dia memiliki gelar sarjana di bidang Ilmu Politik dan gelar master di bidang Human Sexuality dengan pengkhususan tubuh, ras dan gender. Tulisan-tulisan Virgie tersebar di berbagai media besar seperti The New York Times, Huffington Post, The San Fransisco Chronicle dan banyak lagi. Virgie mengklaim dirinya sebagai fat feminist. Salah satu kicauan Virgie di media sosial yang sering dikutip sebagai motivasi adalah “I don’t care if you’re not attracted to me. Being pretty for you isn’t my full time job.”

 

Emily Bador

Pada tahun 2016, model asal Inggris dengan akun instagramnya @darth.bador ini sempat berhenti dari dunia modeling karena industri tersebut memaksanya menjalani gaya hidup yang tidak sehat. Sejak masa tersebut, melalui instagram dan berbagai wawancara di media, Emily aktif mempromosikan gaya hidup sehat dan kecantikan alami dengan cara mengunggah foto-foto dirinya tanpa riasan dan proses edit sama sekali. Emily sendiri memiliki bintik (freckle) di tubuhnya yang pada beberapa kesempatan menjadi nilai negatif di dunia model.

Digital Trends | Selebgram

Foto: Ist

Dalam wawancaranya dengan majalah Elle UK pada tahun lalu, model yang memiliki darah Malaysia ini mengemukakan bahwa publik dapat melihat perjalanannya dalam berjuang untuk menerima diri sendiri apa adanya di akun instagramnya. Media sosial tersebut merupakan sebuah buku harian baginya. Hari buruk dan baiknya terekam di sana. Dalam salah satu foto unggahannya, Emily mengutarakan bahwa tidaklah mudah untuk tetap berpikiran positif, apalagi mempertahankan diri dari tekanan sosial. Tanggapan publik yang cukup baik atas dirinya membuatnya semangat untuk semakin percaya diri dan bertahan di dunia model dengan idealismenya sendiri. Kini Emily adalah model untuk agensi Nevs Models di Inggris.

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~