Family

Anda Malas Mencuci Piring? Simak Serba-serbinya

By  | 

Mencuci piring adalah pekerjaan rutin di rumah. Rutinitas tersebut seringkali dianggap sepele sehingga terkadang ditunda yang kemudian menyebabkan cucian menjadi banyak dan menumpuk. Beberapa studi tentang keharmonisan keluarga menyatakan bahwa ruang-ruang di rumah merupakan situs implementasi cinta dan kasih sayang suatu keluarga yang salah satunya adalah dapur dan ruang makan. Sayangnya, di era modern ini dapur didominasi oleh pembantu rumah tangga baik dari aspek masak-memasak maupun kebersihan peralatannya. Padahal, memasak, makan bersama dan mencuci piring merupakan salah satu aktivitas tradisional keluarga yang masih dianggap primer oleh beberapa studi.

WANITA.me kali ini merangkum serba-serbi mengenai aktivitas mencuci piring yang disarikan dari berbagai sumber. Beberapa di antaranya sangatlah unik dan menarik untuk dikontemplasikan. Meskipun terdapat serba-serbi yang terkesan ny’leneh, faktanya adalah hal tersebut merupakan studi ilmiah yang dilakukan peneliti profesional. Berikut adalah serba-serbinya.

Mencuci Piring Dapat Meredam Stres

Sebuah studi yang dilakukan oleh Adam Hanley, Alia Warner dan Vincent Delhili, para praktisi kesehatan dan kandidat Doktor dari Florida State University, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa mencuci piring merupakan aktivitas rumahan yang dapat meredam stres dengan beberapa syarat. Syarat pertama adalah melakukan aktivitas tersebut tanpa paksaan. Misalnya apabila anda kekenyangan setelah makan, maka tidak apa-apa menunda mencuci piring dan bersantai sejenak untuk bercengkerama bersama keluarga.

Family | Family Education

Foto: Ist

Kedua, mencuci piring berpotensi meredam stres karena beberapa aspeknya mirip dengan mandi. Siapa sih yang tidak kembali segar setelah mandi? Mengapa? Karena aktivitas mencuci piring melibatkan air dan sabun yang wangi. Untuk itu, para peneliti merekomendasikan penggunaan sabun cuci piring beraroma jeruk atau lemon. Aroma tersebut cenderung memberikan nuansa segar melalui syaraf sensorik yang memberikan efek serupa seperti mengonsumsi makanan manis sebagai pencuci mulut.

Malas Mencuci Piring Dapat Memicu Keretakan Rumah Tangga

Penelitian yang dilakukan oleh Council of Contemporary Families, sebuah lembaga penelitian yang berafiliasi dengan University of Texas di Austin, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas rumah, yang salah satunya adalah mencuci piring, dengan keharmonisan rumah tangga. Konteks penelitian ini mengacu khususnya pada keluarga yang berfokus pada karir dan tidak memiliki pembantu rumah tangga.

Family | Family Education

Foto: Ist

Dan Carlson, asisten profesor sosiologi dari University of Utah, Amerika Serikat, yang terlibat dalam penelitian ini menyatakan bahwa mencuci piring bagi pasangan berkarir yang tenaganya dihabiskan di luar rumah seringkali dianggap sebagai pekerjaan kurang menyenangkan, kurang dihargai dan kotor. Oleh sebab itu, salah satu kesepakatan yang harus terjalin ketika menikah adalah mengenai kebersihan tempat tinggal. Terdengar sepele, akan tetapi sangat bermanfaat bagi keharmonisan dan juga kesehatan keluarga.

Mencuci Piring Merupakan Edukasi Kesetaraan Dalam Keluarga

Family | Family Education

Foto: Ist

Poin ini masih terkait dengan penelitian pada poin sebelumnya. Menurut Carlson, mencuci piring merupakan aktivitas rumah yang secara tradisional merupakan ‘tugas kaum wanita’. Padahal, mencuci piring dapat diagendakan sebagai rutinitas keluarga yang mendidik dan menyenangkan. Sebagai contoh, berbagilah tugas mencuci piring dengan seluruh anggota keluarga (dengan sistem bergilir). Berbagi tugas mencuci piring memberikan pesan bahwa setiap anggota keluarga memiliki kewajiban yang sama sekaligus hak yang setara atas kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~