Culture

Andika Bassist Kerispatih Meninggal Dunia

By  | 

Berita duka merundung dunia musik tanah air. Andika Putra Sahadewa yang dikenal sebagai pemain Bassist dari band Kerispatih, kemarin (10/04) meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya di usia 36 tahun. Berita mengenai sakitnya sang bassist tidak pernah diketahui publik sehingga kabar duka yang cukup mendadak ini sangat mengejutkan para fans. Dilansir dari Merdeka.com (10/04), keluarga Andika memberikan keterangan bahwa Andika meninggal karena serangan jantung. Akhir pekan lalu, Andika sempat menjalani perawatan di RS Pusat Otak Nasional karena sempat terjatuh dan tidak sadarkan diri. Pada Senin sore (09/04), Andika dinyatakan sehat dan pulang ke rumah. Takdir berkata lain, keesokan paginya Andika berpulang.

Culture | Music

Foto: Ist

Andika merupakan salah satu pendiri Kerispatih pada tahun 2003 bersama personil lainnya Arief, Anton dan Badai. Mereka merupakan mahasiswa sebuah institut musik di Jakarta. Bersama-sama, mereka mengusung aliran instrumental etnik. Sammy direkrut belakangan untuk mengisi posisi vokal. Pada tahun 2005, Kerispatih mengeluarkan album pertamanya yang berjudul Gulalikustik. Setahun kemudian, album keduanya Kejujuran Hati membawa mereka dalam barisan band papan atas Indonesia. Lagu-lagu hits mereka seperti “Cinta Putih” dan “Lagu Rindu” hingga kini masih sering diputar di radio dan tetap terdengar catchy.

Kesetiaan Andika bersama Kerispatih telah sangat teruji. Sejak kesuksesan album Kejujuran Hati, Kerispatih sangat produktif merilis album dari tahun ke tahun seperti Kenyataan Perasaan (2007), Tak Lekang oleh Waktu (2008), Semua Tentang Cinta (2009) dan album kompilasi Kerispatih and Friends (2010). Pada tahun 2010, Kerispatih mengalami ujian besarnya ketika Sammy diciduk polisi karena kasus narkoba hingga akhirnya Kerispatih merekrut vokalis baru Fandy Santoso. Bersama vokalis baru, Kerispatih kembali melanjutkan karirnya dengan album Melekat di Jiwa (2012) dan album live akustik Delapan (2016). Pada tahun 2016, Kerispatih kembali diuji ketika Badai memutuskan untuk mundur dari band.

Dikutip dari OkeZone (10/04), Andika memiliki rencana untuk mengadakan reuni Kerispatih bersama mantan vokalisnya Sammy Simorangkir dan mantan kibordisnya Badai. Rencana tersebut bahkan telah dibicarakan dengan manajemen secara matang. Badai mengaku mengetahui bahwa Andika menderita diabetes sejak lama, sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia (10/04). Badai kemudian mengenang bahwa terlepas dari penyakitnya, kondisi Andika sangat stabil ketika manggung hingga pada tahun 2016 Andika mulai mengeluh tidak kuat lama berdiri dan membuatnya harus bermain bas sambil duduk.

Culture | Music

Foto: Ist

Dalam beberapa wawancara di media, Badai mengutarakan bahwa ‘nyawa’ lagu-lagu Kerispatih terletak pada groove sang pemain bas. Sebagai seorang bassist, Andika memiliki warna tersendiri dalam permainannya. Aspek teknik dan penjiwaannya dalam bermain bas telah menjadi inspirasi bagi para pemain bas muda di tanah air. Permainan bas dengan style khas Andika yang paling menonjol dapat didengar di lagu “Akhir Penantian” dan “Sepanjang Usia”. Selain itu, ia juga sering terlibat dalam beberapa acara klinik musik yang melibatkan pemain bas ternama seperti Arya Setyadi, Indro Hardjodikoro, Franky Sadikin dan banyak lagi lainnya. Alunan groovy permainan bas Andika akan selalu dikenang.

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~