Culture

Aries Susanti Rahayu, Mengibarkan Bendera Merah-Putih di IFSC World Cup 2018

By  | 

Bendera Merah-Putih berkibar di Chongqing, Cina, dalam perhelatan kejuaraan dunia memanjat yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC) pada tanggal 5-6 Mei 2018. Salah satu atlet panjat Indonesia, Aries Susanti Rahayu, memenangkan kejuaraan tersebut dengan catatan yang cukup membanggakan. Ia mengalahkan atlet Rusia, Elena Timofeeva, yang merupakan unggulan karena memiliki catatan juara di beberapa super series. Aries Susanti bahkan hampir membuat rekor baru di dinding panjat vertikal.

Culture | Events

Foto: Ist

Sebelum menjadi bahasan media, video pertandingan final IFSC World Cup 2018 antara Aries Susanti dan Elena telah beredar di media sosial. Di video tersebut, Aries Susanti dengan cepat memanjat papan vertikal setinggi 50 kaki dalam waktu 7,51 detik. Rekor tercepatnya diraih oleh Lulia Kaplina dengan waktu 7,46 detik. Aries Susanti memiliki selisih 0,05 detik saja untuk memecahkan rekor tersebut. Dalam ekspresi senang campur haru, Aries Susanti langsung menyalami Elena setelah pertandingannya.

Capaian mengagumkan Aries Susanti di ajang IFSC World Cup 2018 membawa kebanggaan tersendiri bagi keluarganya di Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sebagaimana dikutip dari Kompas.com (09/05), Maryati, ibunda Aries Susanti, mengungkapkan bahwa ia sangat bangga atas capaian sang anak, karena meskipun berasal dari keluarga petani kecil di desa, Aries Susanti dapat menorehkan prestasi tingkat dunia. Maryati pun mengisahkan bahwa ia menyaksikan video pertandingan sang anak di YouTube dengan rasa was-was.

Sejak kecil, Aries Susanti dikenal sebagai anak yang gemar berolahraga sekaligus tomboi. Maryati mengenang bahwa di masa SD, sang anak menggeluti olahraga lari. Kemudian olahraga voli di awal masa SMP. Di kelas 2 SMP, Aries Susanti diarahkan untuk mengikuti ekstrakurikuler wall climbing. Sejak saat itu, berbagai kejuaran lokal dan nasional diikuti dan dijuarainya. Kebanggaan lain bagi Maryati yang cukup berbekas tentunya adalah tekad kuat sang anak untuk berkuliah dengan biaya sendiri dari hasil kejuaraan-kejuaraan yang dimenangkannya.

Culture | Events

Foto: Ist

Secara keseluruhan, tim nasional panjat tebing Indonesia berhasil meraih tiga medali dalam nomor speed climbing di ajang IFSC World Cup 2018. Medali emas diraih oleh Aries Susanti. Sementara medali perak diraih oleh Aspar Jaelolo yang takluk oleh atlet Rusia, Dmitrii Timofeev. Medali perunggu diraih oleh Puji Lestari dalam nomor speed world record. Sebagaimana dikutip dari laman resmi Federasi Panjat Tebing Indonesia (07/05), Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengungkapkan bahwa olahraga panjat tebing berpotensi menjadi cabang olahraga yang dapat mengangkat martabat Bangsa di kejuaraan-kejuaraan dunia.

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~