Beauty

ANGINA PECTORIS BISA MENYEBABKAN SUDDEN DEATH

By  | 

Angina Pectoris atau yang sering disebut Angin Duduk atau Masuk Angin Duduk sebenarnya merupakan salah satu gejala penyakit jantung koroner. Jika tidak segera ditangani penderita bisa meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan pertama.

Gejala penyakit ini memang mirip seperti masuk angin biasa, namun lebih berat. Oleh sebab itu, banyak yang menyepelekannya. Penderita akan merasakan nyeri yang hebat berasal dari jantung sebagai respon suplai oksigen yang tidak memadai ke sel-sel miokardium.

Beauty | healthy & fitnes

Foto : Ist

Penyakit Angina Pectoris ini ditemukan oleh Herbeden pada tahun 1772. Dia merasakan gangguan pada dada berupa perasaan nyeri, terlebih pada saat sedang berjalan, mendaki, sebelum atau sesudah makan. Sebenarnya rasa nyeri ini tidak hanya berasal dari kelainan organ dalam toraks tapi juga berasal dari otot, syaraf, tulang dan faktor psikis.

Seseorang yang menderita Angina Pectoris selain merasakan pusing, mual dan kembung juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar keringat serta badan terasa dingin. Angina Pectoris juga disebut dengan kejang jantung. Penyempitan pembuluh koroner pada jantung mengakibatkan jantung kehabisan tenaga pada saat jantung dipacu secara terus menerus karena aktifitas fisik atau mental.

Healthy & fitnes

Foto : Ist

Menurut keterangan dr. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi dari RS Pusat Pertamina, 20% keluhan Angina Pectoris yang diperiksakan ke dokter ternyata terdeteksi sebagai penyakit jantung koroner akut. Angina Pectoris merupakan gangguan pada jantung karena terdapat kelainan pada pembuluh koroner, darah tidak mampu mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan jaringan dinding rongga jantung. Oleh sebab itu, jika tidak terdeteksi sejak awal penderita bisa mengalami sudden death.

Penderita Angina Pectoris akan mengalami rasa tidak nyaman yang berkepanjangan, selama lebih dari 5 menit. Hal ini diakibatkan menurunnya tekanan darah yang memompa jantung, sehingga jantung membutuhkan oksigen lebih banyak. Kerja jantung yang tidak sempurna membuat pembuluh darah melakukan reaksi pemulihan yang berupa kontraksi untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada pompa jantung tadi. Reaksi inilah yang menyebabkan keluarnya keringat dingin.

Beauty | healthy & fitnes

Foto : Ist

Beberapa faktor penyebab Angina Pectoris antara lain: merokok (baik perokok aktif maupun pasif), diabetes, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, kegemukan, penggunaan stimulan dan obat-obatan, konsumsi kafein dalam jumlah tinggi, minuman beralkohol, malas melakukan aktivitas fisik, faktor usia dan sejarah genetik dalam keluarga.

Nyeri dada merupakan salah satu tanda bahwa ada sesuatu yang salah dengan hati. Jika mengalami serangan secara tiba-tiba dan terasa berat maka harus segera memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Konsultasi atau pengobatan atau terapi pencegahan dilakukan dengan tujuan sebagai antisipasi terjadinya serangan jantung.

Anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk mengurangi resiko penyakit jantung :
– Menghindari makanan yang mengandung kolesterol atau lemak tinggi
– Tidak merokok atau menjadi perokok pasif
– Menjaga berat badan agar selalu dalam kondisi normal
– Cukup istirahat
– Melakukan pemeriksaan rutin dengan EKG untuk mendeteksi kelainan awal penyakit jantung.

Serangan jantung bisa terjadi kapan saja, bahkan saat seseorang sedang sendirian. Anda hanya mempunyai waktu selama 10 menit sebelum akhirnya hilang kesadaran. Cara menolong diri sendiri saat mengalami serangan jantung pada saat sendirian adalah dengan cara batuk berulang-ulang dengan semangat/ kencang. Tarik napas dalam sekali sebelum batuk dan melepasnya seperti membuang slim/ dahak.

Anda harus menarik napas yang dalam dan batuk sampai bantuan datang atau detak jantung terasa normal kembali. Saat anda menarik napas yang panjang dan dalam maka akan menarik banyak oksigen ke paru-paru dan batuk akan menekan jantung yang membuat darah tetap tersirkulasi. Anda bisa menjaga kesadaran dengan menggaruk-garukkan jari kelingking dengan ibu jari.

Recommend0 recommendationsPublished in Beauty, Health and Fitness

a mother, author and momprenenur