Beauty

Exploding Head Syndrome yang Mengancam Wanita

By  | 

Exploding head syndrome atau di Indonesia biasa dikenal dengan sindrom kepala meledak adalah sindrom temuan para ahli yang baru mulai diperbincangkan sejak tahun 2005. Sindrom ini biasa menyerang penderitanya saat akan tidur malam atau saat bangun pagi, karena itulah exploding head syndrome ini diklasifikasikan sebagai salah satu jenis gangguan tidur.

Beauty | healty & fitnes

Foto : Ist

Orang yang mengalami sindrom ini, biasanya akan mendengar suara-suara aneh. Beberapa pasien menyebutkan bahwa mereka mendengar dengingan halus, suara petir, suara kembang api, suara bantingan pintu, atau bahkan suara ledakan. Tentu hal ini akan sangat mengganggu bagi orang yang mengalaminya. Selain itu gejala visual yang dialami oleh penderita sindrom exploding head syndrome tidak selalu sama, beberapa penderita menjelaskan bahwa ia seperti mendapat terpaan sinar dan suara-suara tembakan. Selain itu, penderita akan merasakan jantung berdegup kencang, gelisah, diikuti dengan sesak napas, serta gejala umum anxiety lainnya. Kondisi penderita ketika terserang sindrom kepala meledak ini juga berbeda-beda, ada yang mengalami sehari sekali, ada juga yang mengalaminya lebih dari sekali bahkan sampai tujuh kali dalam sehari.

Beauty | healty & fitnes

Foto : Ist

Penderita biasanya mendengar suara-suara itu dari satu telinga saja, namun ada beberapa penderita yang mendengar suara tersebut pada kedua telinganya, bahkan ada penderita yang merasa bahwa asal-muasal suara tersebut dari kepalanya. Penelitian menemukan bahwa, sindrom kepala meledak ini lebih beresiko terjadi pada seseorang dengan tingkat stres yang tinggi, juga pada mereka yang memiliki kelelahan fisik dan mental. Sindrom ini juga umum terjadi pada mereka yang memiliki trauma dan menjalani perubahaan pola hidup secara drastic. Sindrom exploding head syndrome diketahui lebih banyak menyerang kaum wanita berusia di atas 50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pula pada pria dan di range usia lainnya.

Beauty | healty & fitnes

Foto : Ist

Para ahli menyarankan kepada penderita sindrom ini untuk belajar relaksasi untuk membantu pengobatan, baik dengan cara bermeditasi, atau melakukan yoga. Hal ini digunakan agar penderita mampu menenangkan pikiran dan terbebas dari stres. Namun jika hal ini terus berlanjut atau semakin parah, penderita disarankan menemui dokter akhli syaraf dan mengkonsumsi obat untuk meredakan gejala-gejala yang terjadi.

Menjaga kondisi kesehatan tubuh dan pikiran Anda tentu dapat menjadi solusi pencegahan. Meski Exploding head syndrome ini terdengar tak masuk akal, tetapi jika ada orang-orang terdekat Anda mengalami gejala ini, sebaiknya Anda sarankan untuk segera mendapatkan bantuan dari ahli.

a mother, writer, author and entrepreneur.