Beauty

Kisah Olaudah Equiano, Tokoh Pendukung Penghapusan Perbudakan yang Menjadi Google Doodle

By  | 

Apa Anda pernah mendengar nama Olaudah Equiano? Jika belum, maka tak ada salahnya Anda bermain ke laman utama google hari ini. Karena, laman google membuatkan sebuah doodle khusus yang bertemakan Olaudah Equiano.

Doodle pada laman google sendiri memperlihatkan sebuah ilustrasi dimana ada seorang pria berkulit hitam terlihat sedang menulis. Sebagai background terdapat gambar tali tambang dan kapal, apa maksud dari itu semua?

Olaudah Equiano | Opinion

Foto: Ist

Olaudah Equiano adalah seorang penulis Afrika yang pernah menjadi budak dan kemudian menjadi terlibat dalam gerakan upaya pembebasan budak di Inggris. Dalam autobiografinya sebagai tokoh sejarah yang dicatat oleh BBC, Oulah Equiano menulis bahwa ia dilahirkan di Provinsi Eboe, daerah yang kini menjadi Nigeria Selatan. Dia mengkisahkan bagaimana ia diculik bersama dengan saudarinya pada usia 11 tahun, dijual ke pedagang budak setempat, dan dikirim menyebrangi Samudera Atlantik menuju Barbados dan Virginia. Semasa hidupnya Olaudah Equiano mendapat julukan Gustavus Vassa, ia merupakan seorang aktivis yang mana pada abad ke-18 itu aktif melawan sistem perbudakan yang ada di kawasan Britania Raya. Dan hari ini merupakan hari ulang tahunnya yang ke-272.

Olaudah Equiano | Opinion

Foto: Ist

Tidak ada catatan sejarah akan gambaran masa kecil Equiano dan belum jelas pula apakah kisahnya ini akurat, selain itu muncul juga keraguan karena Equiano, pada masa dewasanya, dua kali menyebut Benua Amerika sebagai tempat kelahirannya. Terlepas dari ketidakpastian itu, semua yang digambarkan oleh Equiano dalam autobiografinya yang luar biasa bisa diverifikasi. Equiano kemudian melaut bersama Pascal selama delapan tahun, dan dia kemudian dibaptis dan mulai belajar membaca dan menulis. Pascal kemudian menjual Equiano ke kaptel kapal di London, yang kemudian membawanya ke Montserrat, dan di sana dia dijual ke pedagang besar Robert King.

Saat bekerja di dek kapal, sebagai pelayan dan pencukur rambut bagi King, Equiano mendapat uang tambahan dengan berdagang. Dalam tiga tahun, dia menghasilkan uang yang cukup untuk membeli kebebasannya. Equiano kemudian menghabiskan waktu 20 tahun melakukan perjalanan ke seluruh dunia, termasuk ke Turki dan Arktik. Pada 1786 di London, dia terlibat dalam gerakan untuk menghapuskan perbudakan. Dia menjadi salah satu anggota utama ‘Putra Afrika’, kelompok beranggotakan 12 pria kulit hitam yang mengkampanyekan penghapusan perbudakan.

Olaudah Equiano | Opinion

Foto: Ist

Pada 1789 dia menerbitkan autobiografinya, The Interesting Narrative of the Life of Olaudah Equiano or Gustavus Vassa, the African atau Kisah Menarik dari Kehidupan Olaudah Equino atau Gustavus Vassa, orang Afrika. Saat melakukan perjalanan untuk mempromosikan bukunya, yang kemudian menjadi sangat populer, dia membantu memajukan isu penghapusan perbudakan, dan Equiano pun menjadi seorang pria kaya. Bukunya merupakan salah satu buku paling awal yang diterbitkan oleh penulis kulit hitam Afrika.

Olaudah Equiano | Opinion

Foto: Ist

Pada 1792, Equiano menikahi perempuan Inggris, Susanna Cullen, dan mereka memiliki dua anak perempuan. Equiano meninggal pada 31 Maret 1797 di London, tetapi sayang makamnya sampai saat ini tidak ditemukan.

Recommend0 recommendationsPublished in Beauty

I'm a writer from wanita.me