Beauty

Mengenal Penyakit Vampir, Xeroderma Pigmentosum

By  | 

Bagi Anda pecinta film Twilight yang diadaptasi dari novel terkenal milik Stephanie Meyer itu, pasti tidak akan asing lagi dengan namanya vampir. Tapi tahukah Anda, bahwa ada satu penyakit langka bernama Xeroderma Pigmentosum yang dijuluki penyakit vampir?

Xeroderma Pigmentosum merupakan penyakit langka yang diakibatkan oleh kelainan genetik. Munculnya penyakit ini ditandai adanya sensitivitas luar biasa pada sinar matahari, sehingga menyebabkan perkembangan kanker kulit pada usia yang teramat dini. Bukan hanya itu, para penderita xeroderma pigmentosum juga mengalami perubahan pigmen, penuaan kulit, dan perkembangan tumor ganas. Mereka juga sensitif terhadap radiasi UVA, UVB, dan UVC. Sedikit saja terpapar matahari, dapat menyebabkan kulit mereka terbakar. Mata penderita pun sangat sensitif pada cahaya yang juga rentan mengalami serangan kanker mata. Biasanya, anak-anak pengidap xeroderma pigmentosum hanya bisa bermain di luar dengan aman jika malam telah tiba. Tak heran, jika mereka akhirnya mendapat julukan anak tengah malam, anak gelap, bahkan anak vampir.

Beauty | healty & fitnes

Foto : Ist

Seperti yang telah disebutkan di atas, xeroderma pigmentosum adalah penyakit genetik yang kemungkinannya disebabkan oleh perkawinan sedarah. Namun, mutasi gen tentu sangat berpengaruh besar akan munculnya penyakit ini. Yang perlu digaris bawahi adalah pasangan yang membawa sifat penyakit vampir ini jelas memiliki resiko lebih besar untuk menurunkan penyakit ini kepada anak-anaknya kelak.

Beauty | healty & fitnes

Foto : Ist

Anak-anak penderita xeroderma pigmentosum ini umumnya akan mengalami gejala seperti timbulnya bintik-bintik pigmen yang banyak, kulitnya akan mudah menghitam setelah terpapar matahari, mengalami penipisan kulit dan menjadi sangat kering, terserang kanker kulit, mata sangat sensitif pada cahaya, serta pematangan mata, kulit, bibir, mulut dan lidah yang prematur. Biasanya, gejala ini akan muncul di usia 1 hingga 2 tahun dan dapat diketahui melalui pemeriksaan darah dan urin untuk mengetahui kandungan faktor perbaikan DNA.

Beauty | healty & fitnes

Foto : Ist

Umumnya, penderita xeroderma pigmentosum ini akan meninggal di usia muda karena kanker kulit. Hanya ada sekitar 60% penderita yang dapat hidup hingga usia mencapai 20 tahun. Hingga kini, belum ditemukan adanya obat untuk menyembuhkan xeroderma pigmentosum. Biasanya, dokter hanya akan memberikan pengobatan berupa perlindungan dari paparan UV untuk mencegah dampak yang lebih buruk.

a mother, writer, author and entrepreneur.