Culture

Bye Bye Plastic Bags, Kampanye Dua Gadis Indonesia Raih Penghargaan di Jerman

By  | 

Dua anak asal Indonesia Melati dan Isabel Wijsen meraih Penghargaan Bambi berkat program mereka Bye Bye Plastic Bags. Mereka berasal dari Bali yang memerangi sampah plastik yang merupakan limbah yang sangat besar di pulau Dewata sejak April 2013 lalu. Mereka merupakan anak dari pasangan Eko Wisjen dan Elvira Wijsen.

bye bye plastic bags | Opinion

Foto: Ist

Melati dan Isabel adalah pendiri dari Bye Bye Plastic Bags atau disingkat BBPB. BBPB adalah sebuah gerakan sosial yang digerakkan oleh anak-anak, didorong oleh kaum muda untuk membuat orang Bali mengatakan tidak pada kantong plastik. Saat itu mereka terinspirasi oleh pelajaran di kelas tentang orang-orang penting seperti Nelson Mandela, Lady Diana, Mahatma Ghandi. Dua remaja yang belajar di Green School ini konsisten dengan gerakan sosial menolak kantong plastik itu. Hingga akhirnya mereka diundang untuk berpidato di gedung PBB pada 8 Juni 2017 waktu setempat.

bye bye plastic bags | Opinion

Foto: Ist

bye bye plastic bags | Opinion

Foto: Ist

Melati dan Isabel diminta berpidato dalam rangka World Oceans Day di Markas Besar PBB di New York. Dalam pidato tersebut mereka meminta para perwakilan negara anggota PBB untuk memperhatikan kondisi lautan. Melati dan Isabel yang berbicara di depan perwakilan 193 negara itu berhasil membuat majelis terpukau. Mereka jelas berpidato bukan sekadar omong kosong. Ini berdasarkan pengalaman Melati dan Isabel bergelut dengan isu lingkungan di Bali. Baik itu permasalahan kantong plastik dan kebersihan lautan dan pantai di Bali. Bahkan sebelum Melati dan Isabel berpidato di gedung PBB, mereka juga berkesempatan untuk bincang-bincang dengan UNICEF dalam sesi Activate Talk. Di mana dalam sesi itu suara generasi muda seperti Melati dan Isabel yang peduli pada lingkungan dan kondisi laut didengar.

bye bye plastic bags | Opinion

Foto: Ist

bye bye plastic bags | Opinion

Foto: Ist

Penghargaan Bambi merupakan ajang bergengsi di Jerman. Setiap tahunnya penghargaan tersebut memilih insan-insan inspiratif untuk warga Jerman bahkan dunia. Penyelenggara, Hubert Burda Media menyajikan penghormatan tersebut untuk individu dengan keunggulan di media dan televisi internasional. Kategori yang digelar adalah media, seni, budaya, olahraga dan bidang lainnya. Pertama kali diadakan pada tahun 1948, Bambi merupakan ajang penghargaan tertua di Jerman.

bye bye plastic bags | Opinion

Foto: Ist

Melati (16 tahun) dan Isabel (14 tahun), menjadi penerima penghargaan Bambi termuda berkat program mereka Bye Bye Plastic Bags. Bahkan mereka menargetkan Bali akan bebas dari plastik pada Januari 2018 mendatang. Suatu hal yang justru belum tercetus dari pemerintah setempat. Melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bye Bye Plastic Bags, mereka mewujudkan misinya sampai diundang ke London untuk berbicara di TED Talks, juga ke New York untuk menjadi pembicara di PBB saat peringatan World Oceans Day 2017.

bye bye plastic bags | Opinion

Foto: Ist

Kakak beradik ini sadar tanpa adanya dukungan dari pemerintah setempat mereka tidak akan mewujudkan mimpinya. Dan untuk mendapatkan perhatian pemerintah, mereka membuat petisi guna mengumpulkan tanda tangan di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, seizin Bea Cukai dan Imigrasi setempat. Efeknya sangat besar untuk komunitas global. Pada Januari 2016, 13 negara sudah menunjukkan minatnya untuk bergabung dan menerapkan Bye Bye Plastic Bags di negara mereka masing-masing.

3 bulan kemudian LSM tersebut melebarkan sayapnya ke Ibukota Jakarta. Dan, Bye Bye Plastic Bags berhasil melibatkan sekitar 12 ribu orang relawan untuk mengumpulkan 40 ton sampah di seluruh pantai di pulau Bali pada Februari 2017 dalam acara yang bertajuk One Island One Voice. LSM tersebut juga menandai toko dan warung yang sudah tidak menggunakan kantong plastik di media sosialnya. Inspirasi yang mereka berikan kepada dunia diakui pada penghargaan Bambi di Berlin 16 November 2017 lalu.

bye bye plastic bags | Opinion

Foto: Ist

Di panggung Bambi, Melati mengungkapkan rasa senangnya dengan penuh kepuasan, “Ini luar biasa bagaimana perjuangan lima tahun kami sangat sepadan. Bagaimana kesenangan, petualangan, pengalaman yang telah kamu lalui pada umur yang muda dan di garis depan menghadapi isu terbesar, yaitu polusi plastik. Penghargaan ini untuk generasi kita, generasi yang membantu menyelamatkan bumi.” Dapat Anda bayangkan jika seluruh para generasi muda memiliki semangat dan kepedulian terhadap lingkungan yang besar seperti Melati dan Isabel, maka lingkungan disekitar kita akan semakin sehat sampai generasi selanjutnya.

I'm a writer from wanita.me