Culture

Bulan Bahasa dan Bahasa Indonesia

By  | 

Tahukah kamu bahwa bulan Oktober tak hanya diperingati sebagai bulannya Sumpah Pemuda, namun juga Bulan Bahasa?

Sejarah penetapan bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa juga tak lepas dari keberadaan Sumpah Pemuda. Kita semua pasti ingat bahwa salah satu sumpah yang tercantum dalam Sumpah Pemuda berbunyi, “Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”. Kalimat ini diserukan penuh semangat di depan para pemuda  Indonesia pada Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 tepatnya di Batavaia (kini Jakarta).

Culture | opinion

Foto : Ist

Hari itu merupakan tonggak perjuangan dan semangat persatuan para pemuda dikobarkan hingga 17 tahun kemudian, saat Indonesia merdeka. Pada hari itu pula, bahasa Indonesia disebut sebagai Bahasa persatuan. Bahkan diresmikan menjadi bahasa nasional dan tetap dipakai hingga sekarang.

Bahasa Indonesia sendiri berasal dari rumpun bahasa melayu yang diramaikan pula oleh serapan bahasa asing hingga bahasa daerah. Penggunaan kalimat “menjunjung bahasa persatuan” dalam Teks Sumpah Pemuda, memiliki makna bahwa Indonesia sebagai negara yang terdiri dari berbagai ragam suku bangsa dan bahasa sepatutnya tetap menjunjung bahasa Indonesia yang kelak akan menjadi bahasa nasional.

Culture | opinion

Foto : Ist

Memiliki makna sebagai bahasa persatuan, maka Bahasa Indonesia juga ditetapkan sebagai bahasa yang dipakai oleh Presiden, Wakil Presiden hingga pejabat pemerintahan saat berpidato secara resmi di dalam maupun luar negeri, dalam di forum nasional maupun forum internasional.

Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia mengalami perubahan, perbaikan dan penambahan dari masa ke masa. Mengikuti kebutuhan jaman dan perkembangan teknologi, beberapa bahasa asing diserap ke dalam bahasa Indonesia, dan ada pula yang dicarikan padanan kata yang sesuai. Namun banyak pula kata-kata yang tidak lagi populer diucapkan atau digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Fenomena bahasa Indonesia seperti bahasa slank, bahasa gaul, hingga bahasa akronim, seperti mager (malas gerak), pede (percaya diri), dan banyak kata lainnya begitu populer digunakan dalam percakapan sehari-hari, baik secara lisan maupun pesan tulisan.

Culture | opinion

Foto : Ist

Setiap menyambut kedatangan bulan Oktober beberapa kegiatan diadakan dengan tujuan untuk mengingatkan kembali masyarakat Indonesia akan pentingnya bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Para akademisi dan penggiat literasi membuat acara-acara yang selaras dengan Bulan Bahasa. Mulai dari cipta karya sastra, seperti puisi, cerpen, naskah hingga esai. Begitu pula kegiatan pembacaan karya tulis yang sering diadakan di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi.

Sejogyanya, Bulan Bahasa adalah penanda, bahwa bangsa sebesar Indonesia, yang memiliki kurang lebih 500 bahasa mampu disatukan oleh bahasa Indonesia.

a mother, writer, author and entrepreneur.