Culture

Festival Film Bandung, Pengawal Tontonan Bermutu Bagi Indonesia

By  | 

Perkembangan dunia film dan serial televisi memang terus berkembang di Indonesia. Dibutuhkan review yang bagus sebagai referensi dan apresiasi terhadap para sineas dan entertainer di Indonesia. Karena itulah Festival Film Bandung (FFB) diadakan.

Awalnya FFB adalah bentuk apresiasi dari komunitas Forum Film Bandung terdiri dari budayawan, wartawan ataupun pengamat yang menulis tentang perfilman di  harian Pikiran Rakyat. Mereka sering menyaksikan film baru di preview PT Kharisma Jabar film dan kegiatan ini pun berlangsung secara rutin, peminatnya pun banyak.

Culture | event

Foto : Ist

Lambat laun komunitas ini pun semakin berkembang, tidak hanya menyaksikan dan mendiskusikan film baru tetapi juga pertunjukan teater. Semua berjalan santai namun tak kehilangan keseriusannya walaupun terkadang perbedaan pendapat mewarnai. Dari diskusi tersebut maka tercetuslah sebuah pikiran bahwa banyak film layak ditonton namun minim penonton alias tidak diminati masyarakat. Ada juga film yang biasa “cita rasa pasar” namun diminati masyarakat.

Kenyataan itulah yang membuat komunitas ini akhirnya membentuk Festival Film Bandung pada tahun 1987.  Ajang perfilman ini memang yang paling tua di Indonesia dan merupakan ajang bergengsi bagi insan perfilman. Walaupun saat tahun 1990-an industri perfilman Indonesia sempat mati suri namun Festival Film Bandung tetap terselenggara dengan memilih serial televisi terpuji dan film asing dari Asia atau Barat yang terpuji.

Jika penghargaan ajang lain menggunakan istilah Terbaik maka lain halnya dengan FFB yang memberikan predikat Terpuji. Hal ini dilakukan karena pemenang kategori mungkin bisa lebih dari satu atau bahkan tidak ada sama sekali.

Culture | event

Foto : Ist

Festival Film Bandung memang menjadi wacana pertukaran pemikiran dan berbagi apresiasi tentang dunia perfilman. Pada tahun 2017 ini Festifal Film Bandung diadakan di Studio 6 Emtek City Daan Mogoot, Jakarta Selatan pada tanggal 22 Oktober kemarin.

Tahun 2017 ini FFB memperikan predikat film Asing Terpuji kepada 14 film ini karena menggangkat nilai positif di dalamnya, diantaranya : Moana, La La Land, Silence dan lainnya. Sedang Film Bioskop Terpuji jatuh dan film Cek Toko Sebelah dan ada 20 kategori penghargaan yang akan diberikan.

Culture | event

Foto : Ist

Penghargaan bagi insan perfilman selain memberikan apresiasi terhadap karya yang dihasilkan. Namun, juga wacana bagi masyarakat mana saja film layak tonton atau tidak. Majulah perfilman Indonesia.

author, writer, mother and love my life