Culture

FilmTurah Tembus Nominasi Oscar 2018

By  | 

 Film Turah merupakan film berbahasa Tegal yang menceritakan kehidupan masyarakat Desa Tirang di Kota Tegal. Desa ini terisolasi selama bertahun-tahun sehingga muncul berbagai masalah. Dalam film ini diceritakan seorang warga bernama Turah yang berusaha melawan kekuasaan Darso, juragan kaya yang menekan mereka.

  Film drama ini disutradarai oleh Wicaksono Wisnu Legowo dan diproduseri oleh Ifa Isfansyah. Film yang berdurasi 83 menit ini menampilkan para aktor/ aktris Ubaidillah, Slamet Ambari, Yono Daryono, Rudi Iteng, Firman Hadi, Bontot Sukandar, Narti Diono dan lainnya. Film ini sempat memenangkan 3 kategori sekaligus di tahun 2016, antara lain : Geber Award dan Netpac Award dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival. Selain itu film ini juga memenangkan kategori Asian Feature Film Special Mention yang diraih dalam Singapore International Film.

Culture | movie

Foto : Ist

  Persatuan Perusahaan Film Indonesia telah memilih film Turah untuk mewakili Indonesia dalam Piala Oscar 2018. PPFI telah menyeleksi sebanyak 190 film dan memilih film Turah untuk diikutsertakan dalam ajang prestisius dunia perfilman dunia ini. Christine Hakim sebagai ketua bersama 13 anggota PPFI yang lain pun sepakat memilih film ini untuk mewakili Indonesia. Film produksi PT. Empat Warna Media ini nantinya akan bersaing dengan film wakil dari negara lain dalam kategori Film Bahasa Asing.

  Menurut Christine Hakim, pemilihan film Turah sebagai wakil Indonesia di Oscar 2018 bukan berdasarkan film terbaik. Bintang film Pasir Berbisik ini menjelaskan bahwa komite telah mempertimbangkan mana yang sesuai untuk dikirim ke festival Oscar.

Culture | movie

Foto : Ist

  Menurut Christine Hakim, PPFI telah membuat penilaian seperti penjurian festival. Tidak hanya memberikan penilaian baik dan buruknya, namun disesuaikan dengan standar penilaian untuk masuk Oscar. Analisa ini dibuat berdasarkan hasil dari yang menang foreign film.

  Persaingan nominasi Oscar yang super ketat membuat sineas perfilman Indonesia tidak berharap banyak untuk mendapatkan penghargaan Oscar. Bisa menembus 10 besar nominasi Oscar merupakan prestasi yang luar biasa karena peserta ajang bergengsi ini berasal hampir dari seluruh dunia.

Culture | movie

Foto : Ist

  Film Turah mempunyai cerita yang kuat dengan mengangkat konflik pedesaan serta mengangkat kearifan lokal Indonesia. Film ini juga mempunyai keistimewaan sendiri karena menggunakan dialeg bahasa Tegal dalam dialognya. Menurut Wisnu, sang sutradara, bahasa Tegal memang sesuai dengan asal usul dan konsep film tersebut. Wisnu mengajak pemain lokal bukan tanpa alasan, karena bahasa Tegal merupakan bahasa yang mereka gunakan sebagai bahasa sehari-hari.

  Penggunaan bahasa dialeg Tegalan ini diyakini akan dapat memudahkan para pemain yang terdiri dari sineas muda, jurnalis dan warga asli kota Tegal. Dengan menggunakan bahasa ibu diharapkan dapat memudahkan mereka menggali hal-hal lain yang berhubungan dengan narasi dan karakter film Turah.

Culture | movie

Foto : Ist

  Walaupun demikian, film Turah ini terbilang kurang sukses secara komersial. Kurang dari sepekan tayang di layar lebar, penonton film ini tidak sampai 10 ribu orang. Pemasaran film ini dilakukan melalui festival-festival dan permintaan pemutaran di berbagai daerah. Dengan cara itulah film ini ditawarkan di kalangan bioskop dan harapannya film ini akan berumur panjang dengan adanya permintaan terus pemutaran di berbagai daerah.

For a Pessimist, im a pretty Optimistic