Art

Indonesia dengan 5 Budaya Unik yang Dimiliki

By  | 

Indonesia tidak hanya besar, negeri indah ini juga sangat beragam dengan lebih dari 1.300 etnis dan 740 bahasa daerah. Dan bisa dikatakan, inilah negeri yang paling beragam budayanya di dunia. Beberapa diantaranya sangat unik, dan tidak ditemukan di tempat lain.

Dan berikut ini, Wanita.me telah merangkum 5 Budaya Unik di Indonesia yang tidak dapat ditemukan di negara lain.

1.Mapasila Tedong

Indonesia | Art

Foto: Ist

Apabila negara Spanyol memiliki Matador, lain halnya dengan di Indonesia. Budaya yang dikenal dengan sebutan Mapasila Tedong adalah budaya adu banteng yang dilakukan binatang kerbau dengan kerbau yang lain. Tradisi ini dibawa secara turun temurun yang dilakukan di Tana Toraja. Tradisi ini diadakan hanya untuk menghormati para leluhur saja, kerbau yang diadu juga tidak sembarangan. Masyarakat tersebut membeli kerbau albino untuk bertempur. Uniknya, sebelum bertempur biasanya kerbau-kerbau ini akan diberi arak oleh tim pengusung gong. Dan aturan mainnya, kerbau yang lari meninggalkan lapangan atau yang sering jatuh akan dianggap kalah. Setelah itu, memasuki prosesi pemotongan kepala kerbau yang hanya mengayunkan satu tebasan saja.

2.Kebo-keboan

Indonesia | Art

Foto: Ist

Budaya unik berikutnya akan Anda temui di daerah Banyuwangi khususnya Desa Alasmalang dan Aliyan. Ritual ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-18, dan biasanya diselenggarakan pada tanggal 1-10 bulan syura. Tujuannya untuk meminta hujan turun ditengah musim kemarau.
Upacara ini biasanya diadakan pada hari minggu. Sesuai dengan namanya, ritual ini biasanya menandani orang menjadi seekor kebo. Mayoritas yang ikut serta kaum laki-laki, tapi bukan berarti wanita hanya duduk diam saja. Para wanita memiliki tugas untuk mempersiapkan makanan dan sesajennya berupa tumpeng, peras, air kendi, kinang, ingkung ayam, aneka jenang, bungkil, cangkul, pisang, beras, pitung tawar, kepala, dan bibit tanaman padi. Hal ini dipercaya untuk menyelamatkan beberapa ruas jalan di dusun krajan.
Diiringi musik tradisional, kebo-keboan itu mulai membajak sawah berlaga seperti kerbau asli, dan bisa saja menyeruduk para penonton. Tidak jarang kebo-keboan ini kesurupan dan menjadi liar.

3.Ritual Tiwah

Indonesia | Art

Foto: Ist

Ritual ini sejenis upacara mengantarkan tulang belulang orang yang sudah meninggal ke tempat peristirahatan terakhirnya yaitu sandung. Hal ini dilakukan dengan harapan orang yang ditiwahkan mencapai surga. Ritual ini dilakukan oleh suku Dayak Kalimantan Tengah, khususnya yang menganut kepercayaan Kaharingan atau Hindu Kaharingan.
Orang yang meninggal dikuburkan sementara sampai tiwah di selenggarakan, barulah mayat tersebut dibongkar kembali dan dibakar sampai benar-benar hanya sisa tulang belulang saja. Acara lain pun diadakan ditengah ritual tiwah seperti acara menari, nyanyian khas suku dayak, sembelih hewan kurban sampai memasang lagu, tidak jarang lagu dangdut didengar guna menghilangkan rasa kantuk. Untuk masyarakat dayak, ritual tiwah dianggap riual sakral tetapi seiring dengan waktu tradisi tiwah mengalami pergeseran zaman, dikarenakan keluarga korban tidak mampu mengadakan ritual tiwah. Faktor lainnya diperkirakan sebagian besar suku dayak berpindah agama.

4.Tabuik

Indonesia | Art

Foto: Ist

Budaya satu ini diselenggarakan oleh masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. Bertujuan untuk memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain seorang cucu dari Nabi Muhammad SAW. Biasa kita kenang di tanggal 10 Muharram pada kalender tahunan. Kata Tabuik diambil dari bahasa Arab dengan kata “tabut” artinya peti kayu. Berdasarkan legenda, terjadi kemunjulan makhluk berwujud kuda seperti vegasus tetapi kepalanya berbentuk kepala manusia. Ritual ini sudah ada sejak tahun 1826-1828, tetapi masih bernuansa adat India. Dan pada tahun 1910 terjadi kesepakatan untuk mencampur adat Tabuik dengan adat istiadat Minangkabau sampai akhirnya seperti sekarang.
Festival ini dianggap membawa berkah, dibuatnya Tabuik raksasa dimana bagian-bagian dari patung tersebut memiliki arti. Bagian bawah Tabuik dianggap perwujudan urak, burak dan peti melambangkan burak yang menjemput jenazah Hussein bin Ali. Sampai tabuhan gendang pun disimbolkan untuk mengenang peristiwa yang menyebabkan Hussein bin Ali tewas.

5.Makepung

Indonesia | Art

Foto: Ist

Makepung mengandung arti Balapan Kerbau. Tradisi ini dilakukan masyarakat Bali hanya untuk hiburan saja. Menurut masyarakat Bali, binatang kerbau adalah binatang yang suci. Awalnya tradisi ini dilakukan hanya untuk membajak sawah saja. Tetapi seiring dengan waktu, tradisi ini banyak diminati bahkan menjadi salah satu tradisi yang banyak menarik wisatawan asing. Hingga dianggap tradisi tahunan di Bali.
Tradisi ini dimulai pada tahun 1970-an. Tetapi telah mengalami perubahan dari segi aturan dan kelengkapannya juga. Misalnya, jika dulu kerbaunya menggunakan satu sekarang bisa menggunakan 3 kerbau. Dahulu, jokinya memiliki tubuh besar, sekarang harus lebih kecil. Tidak sering kerbau-kerbau yang akan dilombakan dikhias menjadi lebih cantik dan enak dipandang. Aturan mainnya, panjang arena balapannya berukuran 1-2 km. Pemenang pun tidak melihat yang pertama ke garis finish, melainkan joki yang dapat mengayunkan arahnya lurus dan tegap. Aturan lainnya, apabila orang pertama dan kedua yang mencapai garis finish kurang dari 10 meter, dianggap orang kedua yang menjadi pemenang.

I'm a writer from wanita.me