Culture

Kesepian, Isu Sosial yang Menjadi Masalah Negara di Inggris

By  | 

Dua minggu lalu, Perdana Menteri Inggris Theresa May membentuk kementerian barunya yang menangani kesepian. Ya, anda tidak salah baca. Inggris baru saja memiliki Menteri Urusan Kesepian (Minister for Loneliness). Sepelik itukah masalah kesepian di negara maju seperti Inggris hingga diperlukan untuk membentuk kementerian yang mengurus isu tersebut?

Culture | Opinion

Foto: Ist

Masalah kesepian mungkin telah menjadi sebuah epidemik di Inggris dan negara dianggap perlu turun tangan untuk menanganinya. PM Theresa mengutip sebuah penelitian yang menyatakan bahwa terdapat setidaknya 9 juta warga negaranya yang kesepian. Sebagian besar dari mereka adalah orang tua, kaum disabilitas bahkan generasi muda yang hidup sebatang kara atau terisolasi dari kehidupan sosial. Theresa menambahkan bahwa kesepian adalah isu yang memilukan di era modern ini dan pemerintah akan mengambil strategi dan kebijakan khusus mengenainya.

Tracey Crouch, pejabat negara di bidang olahraga dan kemasyarakatan, adalah sosok yang ditunjuk untuk mengepalai Ministry for Loneliness. Instansi yang dipimpin Tracey tersebut akan mengimplementasikan beberapa rekomendasi yang telah dibuat. Salah satu rekomendasinya berasal dari Komisi Jo Cox.

Culture | Opinion

Foto: Ist

Jo Cox adalah seorang politisi dari Partai Buruh yang memperjuangkan isu kesepian di Inggris. Beliau dikenal sebagai sosok yang kritis. Isu imigrasi hingga perang di Timur Tengah selalu menjadi objek kritiknya. Pada bulan Juni 2016, Jo Cox dibunuh oleh ekstremis kanan karena dia dianggap sebagai pengkhianat ‘kulit putih’. Laporan mengenai kesepian yang menjadi isu sosial adalah salah satu warisan pengabdian Jo Cox untuk masyarakat Inggris.

Stewart Dakers, seorang kolumnis media The Guardian, menyorot beberapa hal terkait dibentuknya Ministry for Loneliness. Menurut Stewart kesepian adalah ‘penyakit sosial’ yang dipicu oleh modernisasi gaya hidup. Sejak tahun 1980’an, masyarakat telah disekat oleh ‘politik rasa iri’ yang dalam prakteknya adalah mengubah definisi ‘masyarakat’ menjadi ‘konsumen’. Identitas ditentukan oleh apa yang kita konsumsi sehingga masyarakat terbuka menjadi tertutup atau di-privatisasi berdasarkan kemampuan mengonsumsi. Mereka yang tidak mampu mengonsumsi atau mereka yang berbeda konsumsinya dengan kelompok dominan akan mengalami alienasi (pengasingan). Untuk itu, menurut Stewart, Tracey Crouch akan membutuhkan sumber daya yang cukup banyak untuk mengentaskan isu kesepian.

Culture | Opinion

Foto: Ist

Urgensi pembentukan instansi negara yang menangani kesepian adalah bahwa isu tersebut berhubungan dengan sektor ekonomi dan kesehatan negara. Kesepian dapat menyebabkan warga negaranya tidak produktif dan terserang penyakit fisik dan psikis. Pertimbangan ini didukung oleh banyak penelitian di negara maju dan berkembang. Pejabat instansi kesehatan publik di Amerika Serikat, Vivek H. Murthy, menyatakan bahwa sepanjang karirnya di dunia kesehatan masyarakat, dia telah bertemu dengan banyak kaum profesional yang sukses secara karir akan tetapi merasa gagal dan kesepian di kehidupan sosialnya. Sebagian besar mereka berakhir hidup tua sebatang kara atau menjadi pasien tetap di berbagai klinik dan psikiater. Maka pernyataan Jo Cox di dalam laporannya bahwa kesepian adalah sebuah epidemik yang tidak diskriminatif atau menyerang seluruh lapisan masyarakat dan sangat membahayakan negara menjadi perlu ditindaklanjuti oleh pemerintahnya.

Recommend0 recommendationsPublished in Culture, Opinion

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~