Culture

Konten GIF Pornografi di WhatsApp Meresahkan Para OrangTua

By  | 

WhatsApp sebagai layanan bertukar pesan singkat kembali menjadi sorotan. Jika sebelumnya dipakai menyebarkan hoaks, WhatsApp kini dilaporkan mengandung konten yang menjurus ke pornografi. Konten menjurus pornografi tersebut berupa gambar bergerak dengan format file GIF. Tampilan yang menjurus ke pornografi itu dapat dicari dengan mudah di dalam aplikasi dengan kata kunci tertentu.

Konten gambar bergerak GIF di WhatsApp disediakan pihak ketiga. File GIF ini biasanya digunakan sebagai pelengkap saat pengguna saling bertukar pesan di WhatsApp. Masyarakat Indonesia diresahkan dengan adanya konten pornografi dalam bentuk format GIF tersebut. Para orangtua pastinya khawatir dengan adanya konten tersebut, apalagi di era teknologi sekarang ini sudah banyak anak-anak dibawah umur yang memakai gadget untuk aktifitas keseharian mereka.

WhatsApp | Technology

Foto: Ist

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan memblokir enam DNS dari Tenor penyedia konten GIF berbau pornografi yang terkoneksi di whatsapp (WA). Direktur Jendral Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel A Pangerapan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/11), mengatakan langkah tersebut diambil sebagai respon atas isu layanan GIF berkonten pornografi di WA. “Ini adalah layanan third party yang terkoneksi di WhatsApp tapi WhatsApp tidak boleh lepas tangan karena ini ada di dalam platformnya, ini juga yang kita harapkan WhatsApp segera melakukan pembersihan ataupun menegur ataupun action apa pun, karena sudah diberikan notice oleh pemerintah Indonesia, jadi WhatsApp harus segera menindaklanjuti”. Keenam DNS yang diblokir tersebut adalah tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com dan media1.tenor.com. Ia mengatakan, Kemenkominfo langsung bekerja saat isu tersebut mencuat pada Minggu (5/11).

Kemenkominfo langsung menghubungi pihak WA, dan tiga kali mengirimkan surat peringatan sejak 5 November 2017 hingga 6 November 2017 pagi. Kemenkominfo dalam surat tersebut meminta WhatsApp (WA) untuk segera membersihkan layanan yang berisi konten pornografi yang ada di dalam platformnya. WA tidak bisa berlindung dan mengatakan layanan tersebut dibuat oleh aplikasi pihak ketiga, mengingat layanan tersebut terkoneksi dan berada di dalam platform WA. Untuk itu WA juga harus melakukan penapisan dan mematuhi undang-undang yang ada di Indonesia. Kemenkominfo, memberikan waktu 2×24 jam sejak surat peringatan terakhir dilayangkan untuk merespon permintaan dari pemerintah Indonesia guna membersihkan layanan berbau porno tersebut.

Layanan percakapan digital serupa WhatsApp, yaitu Telegram sebelumnya diblokir pemerintah karena dianggap menjadi alat komunikasi pelaku radikalisme dan penyebaran konten pornografi. Seluruh masyarakat Indonesia khususnya para orangtua tentunya berharap konten GIF tersebut cepat diblokir dari aplikasi WhatsApp. Karena hal tersebut akan semakin menambahkan tingkat kasus pelecehan seksual merajalela, khususnya pada anak-anak.

I'm a writer from wanita.me