Culture

Livi Zheng, Wanita Asal Blitar Menjadi Kepala Juri Kompetisi Asia

By  | 

Salah satu wanita Indonesia asal Blitar, Jawa Timur, Livi Zheng ditunjuk sebagai juri untuk mewakili Indonesia di ajang kompetisi dan penghargaan siaran televisi untuk anak dan remaja tingkat Asia Tenggara, Southeast Asia Prix Jeunesse yang diselenggarakan di Manila, Filipina pada tanggal 27-29 November.

livi zheng | Profile

Foto: Ist

Livi Zheng dipercaya sebagai kepala juri untuk divisi Professional Fiction Category. Tidak hanya menjadi juri, Livi juga hadir dalam lokakarya anak-anak di Manila dan berkesempatan menayangkan karyanya sebagai perwakilan delegasi Indonesia di Cultural Night. Southest Asia Prix ini pun tahun pertama diadakannya Prix Jeunesse di Asia Tenggara. Prix Jeunesse foundation hadir untuk pertama kalinya di Munich, Jerman pada tahun 1964. Dengan backgroundnya yang merupakan seorang sutradara, produser, dan juga stuntman dalam beberapa film layar lebar membuat Livi dipercaya untuk menjadi kepala juri untuk divisi Professional Fiction Category.

livi zheng | Profile

Foto: Ist

Livi Zheng lahir di Jawa Timur, pada tanggal 3 April 1989. Pada usia empat tahun, ia dan keluarganya berpindah ke Jakarta. Livi memiliki satu adik, Ken yang juga terlibat dalam film dan seni bela diri. Ia dan saudaranya berpindah ke Beijing ketika ia berusia lima belas tahun, dan ke Amerika Serikat ketika ia berusia delapan belas tahun. Livi menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di Indonesia, dan ketika berkarier sebagai pemeran pengganti, Livi masuk Akademi Barat Beijing. Setelah lulus dari Akademi Barat, Zheng masuk Universitas Washington, di mana ia mendapatkan gelar sarjananya dalam bidang ekonomi dalam dua setengah tahun, dan masuk dalam Komunitas Kehormatan Ekonomi Internasional. Ia saat ini adalah kandidat Master di Sekolah Seni Sinematik di Universitas California Selatan.

livi zheng | Profile

Foto: Ist

Livi mewakili tim Karate negara bagian Washington pada tahun-tahun ia berada di kampus dan memenangkan lebih dari 25 medali dan trofi untuk kompetisi wilayah dan nasional di Amerika Serikat. Livi memenangkan kompetisi dari 2009 US Open, Orlando, Kejuaraan Karate Terbuka Shorinryu Tahunan ke-36, sampai Turnamen Invitasional Federasi Karate Negara Bagian Washington 2010 dan Kualifikasi Federasi Karate Nasional AS.

Livi memulai kariernya sebagai pemeran pengganti pada usia lima belas tahun di Indonesia. Ia berperan pada serial televisi tiga puluh episode yang populer yang berjudul Laksamana Cheng Ho, dan kemudian berpindah ke Beijing, China pada usia enam belas tahun untuk melanjutkan riset dan kerja pada serial tersebut. Livi menyutradarai, memproduksi, dan membintangi dalam peran pengganti pada Brush with Danger, yang melakukan pengambilan gambar selama 27 hari pada 2013 di Seattle, Washington dan Los Angeles, California. Film tersebut mengisahkan tentang kakak beradik yang menggunakan kemampuan mereka untuk bertahan hidup di tanah yang asing, yang diperankan oleh Livi dan saudara sungguhannya, Ken. Pada Juni 2014, Livi menyatakan bahwa tim pembuatan filmnya dari Brush with Danger akan membuat film thriller seni bela diri yang berlatar belakang Los Angeles, King’s Rook (judul karya), yang dibintangi oleh Ken Zheng, Tony Todd, John Savage, Keith David, Madeline Zima dan Sean Patrick Flannery.

livi zheng | Profile

Foto: Ist

livi zheng | Profile

Foto: Ist

livi zheng | Profile

Foto: Ist

livi zheng | Profile

Foto: Ist

Hal tersebut lah rupanya yang membuat Jonathan S Tlau, Chairman of Southeast Asia Prix Jeunesse National Committee dan Coordinating member of SEA Prix Jeunesse 2017 memperhitungkan Livi sebagai salah satu juri di acara bergengsi tersebut. Jonathan mengatakan bahwa Livi merupakan sosok inspiratif yang perlu diteladani anak muda zaman sekarang. Ia sangat mengagumi kecintaan Livi terhadap tanah air yang dapat kita lihat pada karya-karyanya. Sejauh ini Livi telah memproduseri 4 judul film Hollywood, diantaranya The Empire’s Throne, Legend of The Best, Brush with Danger, dan Untitled Action Thriller. Salah satu film karyanya berjudul Brush with Danger bahkan pernah masuk sebagai calon nominasi Oscar.

Recommend0 recommendationsPublished in Culture, Profile

I'm a writer from wanita.me