Culture

Mengenang Paula Modersohn-Becker di Google Doodle Hari Ini

By  | 

Paula Modersohn-Becker merupakan salah satu pelopor lukisan ekspresionis. Mereka yang menganut aliran ekspresionis mengedepankan makna daripada realita fisik subjek lukisan. Sejalan dengan karya-karya Picasso dan Matisse, lukisan Paula memperkenalkan dunia kepada modernisme, yaitu suatu gerakan seni, budaya dan filsafat yang meninggalkan metode-metode tradisional. Paula juga merupakan salah satu pelukis wanita pertama yang menggunakan subjek wanita telanjang pada lukisannya.

Culture | Profile

Foto: Ist

Paula dilahirkan pada tanggal 8 Februari 1876 di Jerman. Dia tumbuh besar di Dresden dan kemudian pindah ke Bremen bersama keluarga besarnya. Pelajaran menggambarnya dimulai secara serius di St. John’s Wood Art School di London ketika dia mengunjungi bibinya. Di usia 22 tahun, Paula pindah ke koloni artis di Worpswede, sebuah distrik kreatif di Bremen.

Di Worpswede, Paula bertemu dengan Otto Modersohn yang pada tahun 1901 menjadi suaminya. Setelah bertunangan dengan Otto, keluarganya mengirim Paula ke sekolah memasak. Ayahnya menginginkan Paula agar jadi istri yang baik dan menanggalkan segala ego dirinya. Paula tidak pernah menuruti keinginan ayahnya tersebut.

Culture | Profile

Foto: Ist

Mengikuti perkembangan karir seni lukisnya, Paula akhirnya tinggal terpisah dengan Otto untuk pindah ke Paris dan menghabiskan waktu yang cukup lama di sana. Pada tahun 1906, Paula kembali ke Worpswede di mana akhirnya Paula melahirkan seorang putri bernama Mathilde. Pada tahun yang sama pula karir Paula sedang berada di puncaknya.

Culture | Profile

Foto: Ist

Sayangnya, tidak lama setelah melahirkan, kesehatan Paula mulai menurun. Rasa sakit di paha yang tidak dapat dijelaskan secara medis akhirnya menjadi penyakit fatal bagi Paula. Paula hanya menghabiskan waktu berbaring hingga pada tanggal 21 November 1907, Paula meninggal ketika sedang belajar berjalan. Diketahui kemudian bahwa Paula menderita embolisme yang akut.

Marie Darrieussecq, penulis buku Being Here: The Life of Paula Modersohn-Brecker (2017), mengenang karya Paula sebagai karya yang fenomenal pada masanya. Lukisan seorang wanita menyusui adalah lukisan pertama Paula yang ditemui Marie. Baginya, lukisan tersebut sangat nyata, menyiratkan perilaku alami dengan pewarnaan yang sangat aneh tapi mencerminkan kepercayaan diri pelukisnya. Sulit untuk menemukan lukisan serupa pada era Paula.

Culture | Profile

Foto: Ist

Marie menyayangkan hilangnya karya-karya Paula karena penghancuran dan pemusnahan karya seni yang tidak sejalan dengan paham pemerintah di era berkuasanya Adolf Hitler dan Nazi. Bagi Marie, para wanita di lukisan Paula tidak sedang bermimpi. Mereka sedang berpendapat dan berkata, “Tinggalkan kami sendiri!”. Marie menutup bukunya dengan menyatakan bahwa Paula merupakan momen yang hilang dalam sejarah Jerman.

Recommend0 recommendationsPublished in Culture, Profile

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~