Culture

Film Terbang “Menembus Langit” Karya Fajar Nugros

By  | 

Fajar Nugros kembali menciptakan Film terbarunya bertajuk TERBANG “MENEMBUS LANGIT” yang diproduksi oleh Demi Istri Production. Dibintangi dua pelakon kawakan, Dion Wiyoko dan Laura Basuki, film ini bercerita tentang perjuangan hidup yang tak kenal menyerah sehingga ia bisa menjadi “pahlawan” bagi keluarga dan banyak orang. Film ini turut didukung oleh para pemain lainnya seperti Chew Kin Wah, Aline Adita, Baim Wong, Melisa Karim, Dinda Hauw, Marcel Darwin, Dayu Wijanto, Delon Thamrin, Indra Jegel, Fajar Nugra, Mamat Alkatiri, dan Erick Estrada.

Laura basuki ( Pemain Film Terbang )

“Kami melakukan pencarian pemain-pemain lokal Tarakan dan Surabaya selama hampir tiga bulan. Dan seperti halnya kisah film ini, terkadang orang-orang di Indonesia hanya membutuhkan satu kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka,” ungkap Fajar tentang beberapa pemain baru yang turut terlibat dalam profuksi film ini.

Pengambilan gambarnya sendiri memakan waktu hampir dua bulan, dan berlokasi di Tarakan, Surabaya, dan Jakarta. Ketiga kota tersebut dipilih karena terkait dengan latar belakang cerita perjalanan hidup sang tokoh utama. Porsi terbesar lokasi pengambilan gambar dilakukan di Surabaya dan Tarakan.

“Syuting film Terbang ini mempunyai keseruan dan tantangan yang unik, karena kedua setting yang menjadi lokasi syuting ini, belum pernah kami jajaki di produksi film DIP sebelumnya. Begitu pun dengan membuat setting tahun 70-an. Ini kali pertama buat kami. Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkot dan Polrestabes Surabaya dan Pemkot serta Polres Tarakan yang telah menjadi tuan rumah lokasi film kami dengan baik,” terang Susanti Dewi selaku produser saat ditemui pada konferensi pers tanggal 25 September lalu.

Film Terbang “Menembus Langit” yang diperkirakan akan tayang pada tahun depan ini telah memasuki tahap paska produksi. Bagi tim produksi, film ini juga menjadi tantangan tersendiri karena rentang waktu yang diambil adalah dari era tahun 70an hingga sekitar 1998. Seluruh tim produksi memiliki tantangan sekaligus keseruan yang berbeda-beda agar dapat menampilkan periode yang berbeda-beda tersebut. Film ini tentu akan memanjakan mata para penikmat film Indonesia.

a mother, writer, author and entrepreneur.