Culture

Mengenang Wanita Jazz terbaik, Ella Fitzgerald

By  | 

Ella Jane Fitzgerald, wanita asal Virginia – Amerika Serikat yang lahir pada tanggal 25 april 1917 merupakan salah satu musisi Jazz wanita terbaik sepanjang masa dengan banyak kontribusi aktif hingga dijuluki “The Lady of Song” dan “First Lady of Jazz”.

 

Hidup di zaman parsial yang membedakan banyak warna kulit, membuat Ella sadar bahwa ia harus berjuang mendobrak diskriminasi yang mendiskreditkan banyak pihak termasuk dirinya. Hal tersebut diwujudkannya dalam bentuk musik Jazz yang ia bawa sesuai dengan isi hati dan pikirannya.

Selain membawa warna Jazz Standart dan Swing yang menjadi ciri khas musik Jazz, Ella memberikan warna baru bagi dunia Jazz pada zamannya. Ia menambah sentuhan tradisional yang mengarah pada kontemporer Jazz. Hal tersebut membuatnya sangat terkenal di jagat Amerika hingga lebih setengah abad yang berhasil menarik banyak perhatian pendengar juga musisi ternama seperti Louis Armstrong, Nat King Cole, dan lain-lain.
Ella memiliki sahabat seorang saxophonist dan arranger yaitu Benny Carter yang memperkenalkannya kepada banyak musisi salah satunya Chick Webb yang merupakan grup pertamanya. Berjalan dengan Chick Webb, ella menjalani proses rekaman pertamanya dengan judul lagu ‘Love and Kisses’ pada tahun 1936.
Ella mengalami banyak tantangan karena tidak lama sejak dirinya mulai berkarir, tren musik berubah pesat menjadi Bebop yang merupakan pengembangan dari Swing Jazz dengan tempo yang 2 kali hingga 3 kali lebih cepat. Hal tersebut pula mendorong Ella untuk semakin berinovasi.


Ketika Ella bernyayi bersama Chick Webb di Harlem Savoy Ballroom, Ella tidak dapat bernyanyi Bebop dengan tempo yang cepat, pada akhirnya memaksa Ella untuk memainkan musiknya dengan suaranya sebagai instrumen. Dalam dunia musik, hal ini disebut dengan ‘Scat Singing’ yaitu melakukan improvisasi nada dengan suara. Kejadian tersebut merupakan peristiwa tak terlupakan yang membuat Ella menjadi penyanyi Jazz pertama yang melakukan ‘Scat Singing’ dan banyak dijadikan contoh oleh musisi-musisi dunia sampai hari ini.
Selain aktif dalam dunia seni, Ella juga sangat idealis dan sosialis dengan banyak memperhatikan isu dunia, persamaan hak sipil, dan lain sebagainya. Ella juga sangat prihatin dengan kesejahteraan anak di seluruh dunia dan berkontribusi pada banyak organisasi pemuda yang kurang beruntung di berbagai belahan dunia.
Ella mendapatkan banyak penghargaan selama hidupnya. Beberapa diantaranya adalah penghargaan konvensional ‘Hollywood Walk of Fame’; ‘National Medal of Arts’ yang diberikan oleh Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan pada tahun 1987; beberapa tahun kemudian Perancis juga memberikan ‘Commander of Arts and Letters Award’; juga beberapa gelar ‘Doktor Kehormatan’ dari Yale University, Dartmouth University, dan lain-lainnya.

Pada tahun 1986 Ella mengalami serangan jantung koroner sehingga harus operasi pemasangan bypass. Selain jantung, Ella juga menderita diabetes yang memaksa dirinya untuk kehilangan penglihatan. Beberapa waktu kemudian setelah konser terakhirnya tahun 1991 di New York, Ella mengalami gangguan sirkulasi darah yang sangat parah hingga menyebabkan kedua kakinya dari lutut sampai kebawah harus diamputasi.
Ella Fitzgerald meninggal pada tahun 15 juni 1996 di kediamannya Beverly Hills. Doa-doa untuk dirinya banyak terdengar di seluruh dunia. Proses pemakamannya pun berjalan haru karena seluruh kendaraan dan lalu lintas di jalan tol berhenti sejenak membiarkan rombongan duka dengan tertib mengantarkan jenazah Ella Fitzgerald ke tempat peristirahatan terakhirnya di Sanctuary of the Bells, California.

Sungguh perjalanan luar biasa telah dilalui Ella Fitzgerald dan meninggalkan banyak warisan berharga bagi dunia musik khususnya Jazz sampai hari ini. Semoga karyanya selalu terkenang dan membekas di hati kita semua. Wanita Selalu Hebat!

Recommend0 recommendationsPublished in Culture, Music

For a Pessimist, im a pretty Optimistic