Culture

Tumbuh-Kembang musik “ROCK” dalam pelukan wanita

By  | 

“ROCK” adalah jenis musik sintesis dari banyak genre yang dikemas menjadi seni musik baru dan memberikan kebebasan esensial bagi pelakunya untuk berekspresi serta berkarya sesuai dengan karakter yang dimiliki.
Musik Rock sangat dikenal identik dengan kaum pria. Namun sejatinya, setiap genre musik mempunyai daya tarik bagi pendengar maupun musisi yang mengadopsi dan memainkannya baik kaum pria maupun wanita. Karena masing-masing musisi memiliki rasa dan sentuhan berbeda yang kemudian menghasilkan banyak warna bagi setiap genre musik.

Karena Rock merupakan seni yang bebas dan esensial, kaum wanita tak hanya mampu memainkan musik Rock, disisi lain wanita berperan penting dalam perkembangan dan perubahan musik ini dari masa ke masa. berikut adalah pelantun musik Rock wanita yang menjadi pelopor tumbuh-kembang musik Rock dari beberapa generasi.

1. Joan Baez


Joan Chandos Baez. Demikian nama lengkap wanita keturunan Meksiko-Skotlandia ini. Joan Baez lahir di sebuah pulau bernama Staten wilayah New York, Amerika Serikat. Joan Baez aktif sebagai penyanyi dan penulis lagu sejak tahun 1958 (yang merupakan era awal popularitas musik Rock), dan berhasil merilis album perdananya pada tahun 1960. Joan Baez merupakan penyanyi solo yang menjadi salah satu pelopor musik Rock yang berawal dari pengembangan Folk Music (Musik Rakyat) dengan ciri khas gitar akustik dan karakter suara yang lantang, serta lirik dari lagu-lagu yang bertema perdamaian, ketertiban dunia, dan hak asasi. Karir pelantun lagu “donna donna” ini didukung dengan perjuangannya sebagai aktivis sosial yang banyak membahas isu-isu dunia.

2. Janis Joplin

Di era selanjutnya yang tidak jauh dari Joan Baez, muncul sosok wanita pelopor Rock yang fenomenal dan kharismatik asal Texas bernama Janis Joplin. Sejak kecil Janis Joplin diketahui sebagai sosok yang berbeda. seperti saat menginjak jenjang pendidikan menengah, Janis Joplin adalah pribadi yang “ansos” namun tetap mencuri perhatian banyak orang.
Janis Joplin memulai masa produktifnya sebagai penyanyi Rock di tahun 1963 ketika putus kuliah. Janis Joplin mengusung Rock bernuansa Blues, Psychedelic dan Hard Rock ditandai dengan distorsi gitar elektrik yang terdengar pilu menyesuaikan nuansa lagunya. Dengan warna yang berbeda, Janis Joplin memiliki karakter vokal yang bertenaga prima dan condong melengking atau kadang terdengar parau dan serak karena jenis suara yang dimilikinya adalah mezzo-soprano.

Janis Joplin pernah bergabung dengan grup band Big Brother & The Holding Company sebelum memilih untuk menjadi penyanyi solo. Janis Joplin juga pernah berkolaborasi dengan sejumlah musisi, salah satunya dengan Legenda Blues “gitar kidal” Jimi Hendrix membawakan lagu Summertime. Secara kebetulan pula diberitakan keduanya termasuk dalam daftar musisi yang meninggal pada umur 27 tahun bersama Jim Morrison (The Doors Band) dan Kurt Cobain (Nirvana Band).
Kini Janis Joplin dengan latar belakangnya sebagai wanita meninggalkan banyak sejarah dan warisan musik yang melegenda, menginspirasi dan banyak diadopsi oleh musisi-musisi lain sampai hari ini.

3. Tina Turner

Tina Turner adalah penyanyi asal Tennessee yang mengawali karirnya dengan genre musik R&B. Tina menyandang nama Turner sejak menikah dengan Ike Turner yang juga menjadi partner dalam mengawali karir musiknya dalam grup bernama Kings of Rhythm yang selanjutnya berubah menjadi duet Ike & Tina Turner – Revue untuk mengangkat Tina sebagai Bintang.
Beranjak dari R&B, Tina Turner menjadi salah satu wanita pelopor musik Rock. Dengan pengembangan musik Rock n’ Roll yang mirip Rockabilly dan Blues pada era sebelumnya, Tina berhasil muncul sebagai sosok Lady Rock baru dengan gaya erotisnya dan dikabarkan pernah berkolaborasi dengan grup band Legenda Rolling Stones.
Tina Turner dapat dikatakan sebagai musisi produktif yang menjual lebih dari 180 juta album selama karir panjangnya yang lebih dari 50 tahun, dengan meraih sejumlah penghargaan termasuk diantaranya Grammy Awards dan Walk of Fame. Dan yang paling membekas dalam sejarah musik dunia, Tina Turner dijuluki sebagai “The Queen of Rock n’ Roll”.
Kini Tina Turner yang berganti status kewarganegaraan dari Amerika Serikat menjadi Swiss, memilih hidup dengan jalan Spiritual Buddha. Hanya menikmati hidupnya di rumah tepi danau Zurich, dan meninggalkan panggung Show Business setelah mengakhiri karirnya sebagai Seniman Wanita dengan penghasilan terbesar sepanjang sejarah musik dunia.

4. Suzi Quatro

Bicara Rock, pasti tidak pernah terlepas dari sosok Suzi Quatro yang terkenal pada era Glam Rock. wanita yang lahir dari keluarga musisi Jazz ini pernah dinobatkan sebagai salah satu musisi paling cantik sepanjang masa.
Selain karena kecantikannya, Ia terkenal dengan kepiawaiannya bermain instrumen gitar bass yang sangat jarang diperankan oleh wanita. Sebelumnya Suzi Quatro memainkan instrumen lain seperti piano, gitar dan bongo sebelum akhirnya beralih ke gitar bass.
Suzi Quatro mengangkat musik bertema Glam Rock yang cenderung lebih keras dengan berpenampilan serba hitam dan berkarakter Gothic. Dalam setiap penampilannya Suzi Quatro selalu memakai celana kodok berbahan kulit ketat yang memperkuat cirinya sebagai musisi Glam Rock.
Perbedaan Suzi dengan musisi Rock lainnya terlihat dari karirnya menembus pasar Eropa yang justru diluar dari negara asalnya, Amerika. Hal ini menjadi salah satu fakta kuat bahwa Suzi merupakan pejuang Rock wanita yang berperan dalam sejarah perkembangan musik Rock.

5. Ann Wilson dan Nancy Wilson (Heart Band)

Kemunculan sosok wanita pelopor musik Rock selanjutnya di era 70-an berbeda dari para pendahulunya yang begitu fenomenal.
Lahirnya Heart Band asal Seattle yang digawangi dua wanita kakak-beradik Ann Wilson dan Nancy Wilson memberikan warna baru bagi dunia musik cadas. Meskipun grup band ini terdiri dari beberapa laki-laki, kakak-beradik cantik ini tetap menjadi bintang dan sorotan yang patut diperhitungkan. Kali ini Rock terlihat lebih anggun dan romantis, sebagai ciri khas Heart Band kedua Lady Rock ini sering terlihat mengenakan gaun atau longdress saat menunjukkan performa musiknya. Dengan Single “Alone” yang bernuansa Rock Ballad, Heart Band berhasil memperkenalkan debut albumnya yang sangat sukses pada era tersebut.
Namun pada pertengahan karir mereka, warna musik beralih ke arah Hard Rock kadang juga diiringi nafas musik Blues dengan kemampuan vokal Ann Wilson, didukung dengan instrumen gitar sang adik Nancy Wilson yang sangat kuat ditambah dengan perannya sebagai Backing Vocal pula.

6. Joan Jett

Masih di era 70-an, menyusul seorang Lady Rock inspiratif yang banyak melakukan “dobrakan” dan perubahan terhadap musik di jamannya, namanya Joan Marie Larkin dari Wynnewood.
Joan Jett merupakan wanita bermental baja yang memiliki peran penting dalam perkembangan musik Rock di jamannya. Perjuangannya yang paling dikenang adalah bagaimana seorang Joan Jett yang masih berumur 17 tahun dengan gitar elektriknya menerobos asumsi bahwa musik Rock adalah dimensi karya yang didominasi oleh laki-laki (sebagaimana diceritakan dalam film The Runaways).
Joat Jett berhasil menembus dimensi Rock dan memberikan nuansa baru dengan gaya Hard Rock dan Punk Rock nya yang dicirikan oleh kepiawaian Joan Jett memainkan gitar elektriknya. Beliau juga menjadi perempuan pertama yang memiliki perusahaan Recording sendiri, setelah menempuh pengalaman pahit tertolak oleh banyak label rekaman.
Kini bukan hanya bermusik, Joan Jett juga aktif dalam dunia perfilman sebagai produser dan tetap menjaga konsistensinya sebagai Rocker.

7. Patti Smith

Pada pertengahan sampai akhir 70-an masih terdapat Lady Rock yang fenomenal dan berpengaruh penting bagi perkembangan dan peralihan musik Rock dari masa ke masa hingga saat ini.
Daftar nama selanjutnya menempatkan seorang Rocker yang mengembangkan Rock bernuansa Art Rock, Punk Rock dan New Wave bernama Patti Smith. Penyanyi sekaligus gitaris yang pandai memainkan clarinet ini menunjang musiknya dengan gaya fashion bertema Quirky Style yang pada tahun 1974-1979 berhasil mencuri perhatian penikmat musik baik pria maupun wanita dan mengangkat nama besar Patti Smith.
Pada awal karirnya Patti masih sangat kental dengan unsur musik Punk yang liriknya tajam beraroma puisi dengan konten pemberontakan. Hal tersebut merupakan peristiwa alamiah karena karakter Patti Smith yang sangat kritis terhadap banyak teori terkait kehidupan dan spiritual agama.
Sepanjang karirnya, Patti Smith pernah dua kali vakum pada tahun 1980 dan 1994. Tahun 1994 adalah masa kelam bagi Patti yang kehilangan 3 pribadi penting dalam hidupnya antara lain: suami, saudara laki-laki, dan keyboardist pertamanya. Namun tahun 1995 Patti kembali bangkit dengan semangat baru, nafas baru, dan karya barunya yang melejit dengan Bob Dylan.

8. Marie Fredriksson (Roxette Band)

Pada era 80-an, perjuangan Rock wanita berbeda dari masa sebelumnya. Salah satu pelopornya adalah Gun-Marie Fredriksson.
Apabila pada era 70-an terjadi ketidakseimbangan ruang berkarya Rock bagi wanita yang akhirnya diperjuangkan oleh Joan Jett, hal yang berbeda dialami oleh Lady Rock asal Ossjo, Swedia ini. Ia lebih memilih titik imbang dan berkolaborasi dengan kaum pria untuk menghasilkan karya dan berkiprah melalui suatu grup duet yang diberi nama Roxette. Bersama Per Gessle sebagai gitaris, Marie Fredriksson membawa warna baru bagi dimensi Rock dunia yang memadukan irama Pop, Dance, Ballad menjadi Rock.
Akan tetapi, perjalanan karir tidak selalu mulus. Marie Fredriksson sempat divonis oleh dokter bahwa beliau mengidap penyakit Tumor pada bagian otak yang membuat Marie harus beristirahat sementara dari dunia musik. Namun karena semangat, hasrat pribadi serta dukungan oleh teman duetnya Per Gessle, Marie akhirnya berhasil melawan penyakit walaupun harus berkorban sebelah mata yang rabun sebagai efek samping dari operasi pengangkatan tumor.
Hal ini sontak menjadi perhatian publik dan kembali mengangkat nama Roxette menjadi Booming kembali dengan karyanya.

9. Dolores O’ Riordan

Melihat tahun 90-an yang menjadi masa-masa keemasan bagi musik dan musisi di seluruh dunia, terdapat pejuang Rock wanita yang memimpin grup band asal Irlandia The Cranberries yaitu Dolores Mary Eileen O’Riordan.
Bergabung dengan The Cranberries, Dolores melalui tahap audisi yang disayembarakan oleh label. Setelah berkiprah bersama, Dolores berhasil membawa The Cranberries hingga ke puncak karirnya dan menjadi mainstream di seluruh dunia dengan warna Rock Alternative, British, dan campuran Pop-nya. Selain menjadi vokalis utama, Dolores juga memainkan instrumen gitar yang sangat berpengaruh untuk setiap lagu-lagu The Cranberries yang juga banyak diciptakan olehnya.
The Cranberries memilih untuk beristirahat pada tahun 2003, Dolores tetap melanjutkan karirnya dengan menyanyi solo dan memproduksi album. Dolores pun masih eksis di dunia musik sebagai juri dalam beberapa kompetisi bernyanyi tingkat nasional di irlandia, dan mencetak banyak penyanyi baru sebagai generasi penerus.

10. Hayley William

Musik Rock terus berkembang hingga ke zaman millenium dan selalu membawa tema baru yang memberikan kesan artistik bagi dimensi musik Rock.
Perjalanan Rock modern hingga saat ini menuliskan banyak nama-nama musisi yang terdaftar dalam sejarah. Salah satunya adalah musisi muda cantik asal Meridian, Amerika Serikat ini dengan grupnya Paramore yang sangat populer dikalangan pemuda millenium.
Meskipun Hayley William masih membawa budaya Rock Alternative warisan Doloris O’Riordan, bersama Paramore dirinya mampu berkontribusi menghadirkan warna baru bernuansa Emo yang sempat Booming dan menjadi trend kawula muda sejagat dari segi musik dan fashion-nya.
Hayley yang bersifat pemalu bersama bandnya Paramore membawa pesan positif yang sangat penting bagi semangat pemuda, bahwa musik yang universal membuka peluang seluas-luasnya untuk semua kalangan dari semua umur yang tidak memiliki batas bagi pemuda untuk berkarya dan berkiprah diawal usia produktif untuk mampu berbuah di zaman digital ini.

Recommend0 recommendationsPublished in Culture, Music

For a Pessimist, im a pretty Optimistic