Culture

Waspadalah! 7 Mitos Saat Berolahraga Ini Menyesatkan

By  | 

 Olah raga memberikan manfaat yang besar bagi tubuh. Tidak hanya membuat badan menjadi sehat, olah raga juga mampu merangsang hormon endorphin. Hormon inilah yang mampu menciptakan mood baik dan membuat pikiran menjadi tenang.

Namun, ada beberapa hal yang beredar pada masyarakat tentang olah raga dan membuat kebingungan jika melakukannya. Apakah memang dalam olah raga itu ada pantangannya terutama yang harus dilakukan oleh para wanita?

Sehat adalah tujuan utama melakukan olah raga dan langsing juga berotot itu bonus jika melakukannya dengan benar. Banyak wanita yang malas melakukan olah raga baik senam ataupun workout karena takut akan efeknya. Padahal nyatanya itu semua hanya mitos belaka. Berikut ada tujuh mitos olahraga yang menyesatkan terutama untuk wanita:

Culture | opinion

Foto : Ist

  1. Wanita melakukan workout atau angkat beban, akan menjadi kekar

Seberapa berat dan seringnya seorang wanita melakukan olah raga, tidak akan merubah badannya menjadi kekar. Mengapa? Karena yang membuat badan seorang wanita menjadi kekar bukan karena olah raganya namun konsumsi hormon testosterone. Jadi, tidak hanya atlet saja yang berisiko namun siapapun wanita yang mengonsumsi hormon ini berisiko memiliki badan layaknya laki-laki.

Culture | opinion

Foto : Ist

  1. Olah raga siang hari bagus untuk membakar kalori

Sering sekali menjumpai pemuda yang lari pada siang hari dan memakai jaket. Kalau ditanya alasanya karena dengan melakukan hal tersebut akan mempercepat pembakaran lemak. Pengertian ini salah besar, memang saat melakukannya keringat akan banyak sekali keluar namun, kalori yang keluar sama saja. Hanya saja ini malah akan menimbulkan dehidrasi tubuh.

  1. Pegal setelah olah raga berarti efeknya sedang bekerja

No pain no gain, “tidak ada keberhasilan tanpa rasa sakit.” Padahal hal ini tak selalu benar, karena otot atau tubuh yang sakit setelah berolah raga menandakan kalau porsi olah raga berlebihan. Tentu hal ini berbeda dengan atlet yang harus berlatih lebih dari porsinya untuk mengetahui seberapa besar kemampuannya.

  1. Rajin olah raga bukan berarti bebas makan

Ada ungkapan banyak makan tak masalah asalkan olah raga tetap jalan. Hal ini salah besar, karena jika asupan makanan yang masuk lebih besar maka kalori tak bisa terbuang maksimal.

  1. Melakukan aktivitas gerak bukan berarti tidak butuh olah raga

Banyak orang yang menganggap karena sudah melakukan kerja, aktivitas rutin, berkebun dan lainnya. Terus terpikir untuk tidak perlu berolah raga, maka ini salah. Karena olah raga memberikan manfaat yang berbeda dengan aktivitas tubuh. Selain membuat badan menjadi sehat juga mampu menghilangkan stress dan selalu semangat dalam melakukan apapun.

  1. Otot berubah menjadi lemak ketika lama tak berolah raga

Jika lama tidak berolah raga maka otot tidak akan berubah menjadi lemak. Melainkan otot yang dahulu kencang berubah menjadi kendor.

Culture | opinion

Foto : Ist

  1. Berenang adalah olah raga paling cepat menghilangkan lemak

Hal ini salah karena berenang membuat perut menjadi kosong, otomastis setelah berenang perut meminta untuk diisi. Berenang membuat suhu tubuh menjadi dingin sehingga perut mudah terasa lapar.

Jadi, sekarang tidak perlu ragu untuk rajin berolah raga. Karena ada beragam jenis olah raga yang cocok untuk para wanita dana man tanpa membuat kekar, selain fun juga hemat biaya. Selalu lakukan olah raga sesuai kemampuan juga dan rasakan beragam manfaat yang diberikan.

For a Pessimist, im a pretty Optimistic