Culture

Aisyah Bahar Gadis Cantik yang Meninggal Setelah Membaca Al Quran dan Sholat Subuh

By  | 

Setiap muslim ingin mendapatkan pahala dari amal kebaikan yang dilakukannya. Meninggal dalam keadaan khusnul khotimah pun menjadi sebuah impian bagi seluruh muslim di dunia. Baru-baru ini jagad online diramaikan oleh sebuah berita tentang kematian seorang gadis cantik asal kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Aisyah Bahar begitulah nama gadis yang menjadi perbincangan seluruh warganet ini.

Culture | opinion

Foto : Ist

Cerita kematian Aisyah membawa kesan haru dan setiap orang mengirimkan untaian doa untuk sosok yang telah meninggal dengan tenang, Kamis, 4 januari 2018 kemarin. Aisyah Bahar bukan artis terkenal ataupun orang yang kontroversial. Gadis yang berusia 22 tahun ini lulusan camlaude fakultas peternakan, Universitas Hasanudin, Makasar.

Diceritakan oleh sang ayah, Andi Bahar, satu-satunya orang yang menemani Ica panggilan akrab Aisyah Bahar sebelum meninggal bahwa anak gadisnya meninggal setelah sholat subuh berjamaah, saat membaca ayat suci Al Quran dan dalam keadaan puasa sunnah Senin-Kamis. Menurut sang ayah, Ica tidak mengeluhkan suatu penyakit atau mengidap penyakit yang serius.

Sebenarnya tidak hanya Aisya Bahar yang meninggal di usia muda. Sang kakak,  Andi Ibrahim meninggal pada tahun 2009 di usia 21 tahun saat menjalankan sholat Tasbih di masjid saat ramadhan. Setelah itu kakak perempuan Ica yang bernama Andi Asri juga meninggal saat usia 22 tahun saat takhiyat akhir sholat. Banyak warganet mendoakan dan takjub dengan cara meninggal anak dari Andi Bahar. Namun juga penasaran kemungkinan penyakit yang diderita karena mereka meninggal di usia muda.

Culture | opinion

Foto : Ist

Sebuah akun dari Sri Asih Prameswarie mengenang sosok Aisyah yang baik hati dan sholeha. “Innalillahi wainna ilaihi rojiun, Subhanaallah pagi-pagi sekali Allah telah mengingatkan Aku akan pasti datangnya sewaktu waktu, di kasih kabar katanya pingsan tapi tetangga ku yang cantik ini saat ku datangi telah tiada, Subhanaallah mati yang husnulkhotimah de Aisyah Bahar, ketika sudah sholat subuh dan dalam keadaan puasa sunnah, sedang murojaaah bersama ayahnya tiba-tiba pingsan dan tidak bernafas, padahal hari ini hari dimana kamu telah tunggu yaitu panggilan kerja di instansi pemerintah yang kamu pilih, tapi apalah daya Allah lebih sayang kamu di banding urusan dunia ini. kesantunanmu, kesholihanmu menjadi tauladan bagi kita yang masih hidup. Selamat jalan de, perjuanganmu hidup di dunia sungguh telah berakhir dan insyaallah membuahkan hasil yang sungguh luar biasa yang terkadang membuat ku iri,” tulis Sri Asih Prameswarie.

Culture | opinion

Foto : Ist

“Meninggal setelah sholat subuh, sedang murojaah hafalan dan kondisinya sedang puasa sunnah. Akhir hayatnya mengucap Laa ilaaha illallah. Innalillah..Padahal beliau sebentar lagi akan menikah

Turut berduka cita. Selamat jalan kk sepupu tercinta,” tulis akun Andi Wahyuni Tenri Ajeng .

Berita kematian Aisyah Bahar menghiasi di seluruh timeline media sosial. Karena gadis yang akan menikah sebentar lagi itu dikenal sebagai perempuan yang kalem, sopan juga baik hati. Apalagi Aisyah Bahar baru saja memperoleh kabar bahwa dirinya lolos CPNS yang merupakan pekerjaan impiannya. Namun, ternyata Alloh begitu sayang padanya dibandingkan dunia.

author, writer, mother and love my life