Culture

Pendapatan Setara Berbasis Gender di Islandia

By  | 

Islandia diakui oleh World Economic Forum (WEF) sebagai tempat tinggal terbaik bagi wanita. Sejak tahun 1960’an, isu kesetaraan gender menjadi fokus negara ini. Maka tidak aneh apabila banyak posisi manajerial di perusahaan di Islandia diduduki oleh kaum wanita. Di Islandia, sebaran pendidikan formalpun merata secara gender. Jumlah lulusan universitas pria dan wanita hampir setara.

Tahun 2018 yang belum genap dua minggu menjadi momen spesial bagi Islandia karena pemerintah Islandia baru saja meresmikan peraturan barunya terkait gaji dan pendapatan yang setara berbasis gender. Bagi perusahaan yang mempekerjakan karyawan lebih dari 25 orang, maka setiap karyawan pria dan wanita yang bekerja pada level yang sama harus mendapat gaji yang setara. Islandia dalam beberapa dekade terakhir memang diakui oleh WEF sebagai negara yang paling mengakui kesetaraan gender dan khususnya mengapresiasi kontribusi wanita dalam segala bidang.

Culture | opinion

Foto : Ist

Terdapat sejarah panjang dalam perumusan kebijakan baru tersebut. Pada tanggal 24 Oktober 1975, roda perekonomian Islandia lumpuh karena wanita Islandia melancarkan aksi mogok massal atau yang dikenal dengan aksi Women’s Day Off. Tercatat 90% wanita Islandia menolak untuk bekerja termasuk pekerjaan rumah tangga. Bank, pabrik dan toko-toko secara otomatis harus tutup karena kaum priapun terpaksa tidak bekerja untuk mengurus anak dan keperluan rumah lainnya.

Culture | opinion

Foto : Ist

Lima tahun setelah aksi mogok massal tersebut, Vigdis Finnbogadottir mengalahkan tida kandidat presiden pria dan terpilih menjadi presiden Islandia, sekaligus secara global menjadi presiden wanita pertama di Eropa dan presiden wanita pertama yang terpilih secara demokratis di dunia. Maka tidak aneh apabila anak-anak Islandia yang lahir di tahun 1980-1990’an menganggap profesi presiden adalah pekerjaan wanita. Dalam sebuah wawancara, Vigdis mengenang sehari setelah aksi Women’s Day Off di tahun 1975, semuanya kembali berjalan normal dan tidak ada kecanggungan antara kaum pria dan wanita di tempat kerja, kecuali satu hal, pengakuan atas peran wanita di dunia kerja lebih diapresiasi oleh perusahaan.

Culture | opinion

Foto : Ist

Meskipun beberapa studi dan organisasi dunia seperti WEF telah mengklaim Islandia sebagai tempat tinggal terbaik untuk wanita, beberapa tantangan tetaplah ada. Sebagai contoh, belum ada lagi presiden wanita di Islandia semenjak Vigdis menyelesaikan masa baktinya. Meskipun, perdana menteri Islandia sekarang ini adalah seorang wanita. Beliau adalah Katrin Jakobsdottir yang diangkat menjadi perdana menteri pada bulan November 2017. Selain itu, kebijakan pendapatan berbasis gender di Islandia akan diaudit setiap tiga tahun sekali sehingga hasil nyata dari kebijakan ini baru akan terbukti dalam kurun tiga tahun ke depan.

Kebijakan lain terkait isu kesetaraan gender di Islandia adalah kaum pria mendapatkan 3 bulan cuti melahirkan dan 90% pria mengambil cuti tersebut. Cuti ini bertujuan agar kaum pria dapat membangun ikatan dengan sang buah hati dan berbagi peran orang tua dengan istri, apalagi jika sang istri adalah wanita karir sehingga suami dan istri dapat saling mengatur waktu cuti untuk mengurus anak.