Politics

WANITA sebagai garda terdepan pemberantasan KORUPSI

By  | 

Korupsi masih menjadi salah satu fokus utama yang harus dibenahi dalam rangka pembangunan bangsa secara berkelanjutan. Terkait hal tersebut, Indonesia dinilai sangat serius dengan adanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga yang mengakomodir segala bentuk upaya pembinasaan belenggu korupsi di negeri ini. Mengingat Indonesia masih berada dalam peringkat 88 tingkat korupsi dunia menurut hasil survey indeks persepsi dunia pada tahun 2015.

Dalam menjalankan tugasnya, KPK selalu memiliki program dalam menjalankan upaya pencegahan korupsi. Menelisik gerakan dan program KPK hari ini, wanita.me mengangkat kembali jargon yang berbunyi “Kekuatan Perempuan, Inspirasi Perubahan” yang sejak tahun 2014 menjadi program lanjutan KPK.

Program tersebut merupakan bentuk edukasi untuk mempersiapkan wanita sebagai subjek aktif pemberantasan korupsi. Konten edukasi pun memperkenalkan hal-hal secara umum terkait wanita dan perannya, ciri, perilaku, hingga konsekuensi hukum terkait korupsi. KPK menyelenggarakan edukasi tersebut dalam bentuk seminar dengan trainer yang terlatih sebelumnya oleh KPK. Dan suksesinya bermuara pada gerakan “Saya, Perempuan Anti Korupsi (SPAK)” yang melibatkan wanita-wanita Indonesia dalam pemanfaatan perannya.

Gerakan ini dinilai sangat penting karena wanita dibekali kecerdasan berpikir hingga keterampilan lewat seminar-seminar dan dibebankan tugas serta tanggung jawab untuk menyebarkan wabahnya ke tengah-tengah masyarakat. Berawal dari lingkup keluarga yang menempatkan wanita secara kodrati sebagai figur sentral, wanita memiliki modal dalam rangka membangun keluarga dengan menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada anak dan suami. Dengan demikian, keluarga memiliki sikap kritis terhadap perilaku koruptif. Selanjutnya wanita dapat melanjutkannya ke masyarakat luas. Dalam lingkup komunitas yang kecil hingga yang besar. Termasuk pada lingkungan kerja baik di lembaga negara maupun swasta yang sangat membutuhkan perbaikan dalam hal birokrasi dan etos kerja.
Sejak tahun 2015 hingga hari ini, tercatat lebih dari 20 provinsi di Indonesia telah menggelar seminar tersebut, yang sebelumnya hanya 14 provinsi tercatat di tahun 2014. Peningkatan tersebut dinilai menjadi tolak ukur keseriusan masyarakat dalam mendukung program yang dianggap solutif ini.
Diharapkan, dengan rangkaian gerakan ini wanita mampu menjadi garda terdepan aksi bangsa memberantas korupsi dalam bentuk tindakan langsung ataupun pencegahan dengan membawa wabah anti korupsi ke tengah masyarakat untuk perubahan mental, perliaku, nilai, ekonomi dan masa depan bangsa yang lebih baik dari hari ini. Wanita Indonesia hebat!

For a Pessimist, im a pretty Optimistic