Culture

Upi, Sutradara Wanita Terbaik Indonesia

By  | 

Indonesia memiliki salah satu sutradara perempuan terbaik yang bernama Upi Avianto. Wanita kelahiran Jakarta pada tanggal 1 Januari 1970 ini mengawali karirnya di dunia layar lebar sebagai penulis skenario. Namun, kini nama Upi jauh lebih dikenal sebagai sutradara wanita yang telah menghasilkan dalam film-film terbaik Indonesia. Karya pertama Upi adalah sebuah film horor berjudul Tusuk Jelangkung (2003) yang kemudian dilanjutkan dengan skenario film Lovely Luna (2004), bekerja sama dengan Lasja Fauzia Susatyo yang bertindak sebagai sang Sutradara.

Film 30 Hari Mencari Cinta merupakan debut pertamanya sebagai sutradara di tahun 2004. Ia bahkan masih bertindak sebagai penulis skenario dari film yang dibintangi oleh Nirina Zubir itu. Proyek Upi selanjutnya adalah film Realita Cinta dan Rock’n Roll (2006) sekaligus berperan sebagai sutradaranya. Film yang dibintangi oleh Vino G. Bastian, Herjunot Ali, dan juga Nadine Chandrawinata itu berhasil menuai pujian dari para kritikus film Indonesia kala itu. Tak lama setelah itu, Upi menjadi sutradara dari film yang skenarionya ditulis oleh Melissa Karim yang berjudul Perempuan Punya Cerita (2007). Tak hanya itu, ia kembali menulis skenario sekaligus menyutradarai film berjudul Coklat Stroberi yang dibintangi oleh Nadia Saphira beberapa tahun silam.

Culture | profil

Foto : Ist

Kiprah wanita berambut pendek tersebut di kancah perfilman Indonesia tidak hanya sampai di situ, ia berhasil mendapatkan nominasi sebagai best director dari beberapa ajang penghargaan film pada tahun 2008, melalui filmnya yang berjudul Radit dan Jani. Ia pun berhasil menyabet penghargaan best director pada acara penganugerahan piala FFI dan Independent Film Award 2008.

Di tahun 2009, Upi menggarap film berjudul Serigala Terakhir yang kali ini selain sebagai sutradara, ia pun bertindak sebagai produser. Lagi-lagi, Upi menunjuk Vino G. Bastian untuk menjadi aktor pemeran utama film besutannya tersebut. Film ini berhasil masuk dalam emat nominasi pada ajang Piala Citra FFI tahun 2009. Kemudian di 2010, film komedi karyanya yang berjudul Red Cobex pun berhasil masuk menjadi nominasi skenario terbaik dalam Piala Citra FFI 2010.

Culture | profil

Foto : Ist

Tak berhenti sampai di situ, Upi kembali menempatkan dirinya sebagai produser dalam film horor yang melibatkan sentuhan lima tangan sutradara, yakni Hi5teria (2012). Di tahun 2013, Upi tetap menjadi sutradara untuk film horor psikologis berjudul Belenggu yang diperankan oleh Laudya Chintya Bella dan Abimana Aryasatya sebagai aktor pemeran utama. Di tahun yang sama, dalam FFI 2013, ia dan film garapannya berhasil masuk ke dalam nominasi sutradara terbaik dan juga film terbaik. Bersama Rizal Mantovani, Upi terlibat dalam pembuatan film dengan judul Princess Bajak Laut dan Alien di tahun 2014. Tahun 2016 lalu, lagi-lagi Upi menggebrak dunia perfilman Indonesia dengan film yang sangat laris di pasaran berjudul  My Stupid Boss. Di bulan November mendatang, ia akan kembali merilis film terbarunya yang mengangkat tema remaja bertajuk My Generation.

a mother, writer, author and entrepreneur.