Culture

Pertunjukan Teater Perempuan Perempuan Chairil

By  | 

Setelah sukses menggelar pementasan teater ‘Bunga Penutup Abad’ yang mengadaptasi karya sastra Pramoedya Ananta Toer di Jakarta pada Agustus 2016 dan di Bandung pada Maret 2017 lalu, kini Titimangsa Foundation kembali mempersembahkan sebuah pentas teater bertajuk Perempuan Perempuan Chairil. Lakon yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini akan mengangkat sosok penyair besar Indonesia, Chairil Anwar, dan akan diselenggarakan selama dua hari yaitu tanggal 11 dan 12 November 2017 pukul 20.00 WIB bertempat di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Culture | teater

ImageDynamics

Chairil Anwar merupakan sosok yang penting, tidak hanya dalam perkembangan kesusasteraan Indonesia modern, tetapi juga dalam sejarah perjalanan Revolusi Kemerdekaan (1945-1949). Lewat puisi-puisinya, Chairil Anwar telah mengambil peran besar demi memberi tenaga dan makna pada semangat revolusi dan kemerdekaan negeri ini.

Semangat kebebasan yang dimiliki Chairil Anwar, juga keberanian dalam memperjuangkannya terus ia suarakan. Dengan semangat itulah sampai hari ini kita masih bisa mendengar deru dan gelora semangatnya di balik puisi-puisinya, seperti sajak Aku, Diponegoro, Perjanjian dengan Bung Karno, Krawang-Bekasi. Begitu pula dengan sejumlah sajaknya yang mengungkapkan harapan dan kecemasan manusia, Derai-derai Cemara, Senja di Pelabuhan Kecil atau Do’a.

ImageDynamics

Chairil Anwar mungkin telah wafat, tetapi karya-karyanya telah jauh melampaui jamannya. Ia seakan tak pernah mati. Semangatnya selalu ada dan terus hidup bersama kita. Terinspirasi dari buku berjudul “Chairil” karya Hasan Aspahani, Titimangsa Foundation pun kemudian memulai perjalanan pertunjukan Perempuan Perempuan Chairil. Penulisan naskah dikerjakan oleh Agus Noor dan Hasan Aspahani, dan diperkuat pula oleh kehadiran penyair Ahda Imran. Ketiga sastrawan tersebut menjadi tiga serangkai yang memberi fondasi kuat bagi lahirnya pertunjukan Perempuan Perempuan Chairil.

Agus Noor, yang juga berperan sebagai sutradara pertunjukan teater ini, menyebut lakon dalam Perempuan Perempuan Chairil ini sebagai ‘biografi puitik’. Adegan dan percakapan dalam pertunjukan nanti dihidupkan kembali berdasarkan puisi-puisi karya Chairil. Meski percakapan itu tidaklah sebagaimana yang terjadi sesungguhnya karena tidak ada rujukannya dan nyaris tak ada referensi yang bisa menjadi acuan, apa yang diperbicangkan, dipertentangkannya, tetapi dari puisi-puisi tulisan Chairil, kita bisa membayangkan pergulatan batin sang penyair, yang kemudian menjadi dasar untuk membuat percakapan dan adegan.

ImageDynamics

Teater Perempuan Perempuan Chairil akan menampilkan sederet aktor terbaik Indonesia. Di antaranya Reza Rahadian sebagai Chairil Anwar, Marsha Timothy sebagai Ida, Chelsea Islan sebagai Sri Ajati, Tara Basro sebagai Sumirat dan Sita Nursanti sebagai Hapsah Wiriaredja. Pertunjukan ini dimeriahkan pula dengan hadirnya pemain pendukung yaitu Sri Qadariatin sebagai Perempuan Malam dan Indrasitas sebagai Affandi. Pementasan ini didukung oleh tim kerja yang solid dan profesional yaitu Iskandar Loedin sebagai Pimpinan Artistik; Ricky Lionardi sebagai Penata Musik; Prabudi Hatma Samarta sebagai Penata Video; Retno Ratih Damayanti sebagai Penata Kostum; Yudin Fakhrudin sebagai Penata Rias; White Shoes & the Couples Company sebagai Pengisi Lagu; dan dr. Tompi sebagai Fotografer.

ImageDynamics

Selain itu, Pertunjukan ini juga turut didukung oleh berbagai pihak yang memberikan perhatian penuh yaitu Bakti Budaya Djarum Foundation, Wahana Kreator – Plot Point, Sariayu Martha Tilaar, Herbana, Teh Botol Sosro, Double Tree by Hilton Jakarta – Diponegoro, Antangin Mint, Arkaan Property Construction Designer, DSS, Almond Tree, Blibli.com serta media partner Bens Radio, Sonora FM, Smart FM dan Motion FM.

a mother, writer, author and entrepreneur.