Culture

Tips Mempertahankan Mental Positif Wirausaha

By  | 

Di era digital ini, wirausaha (entrepreneurship) adalah pilihan pekerjaan yang terbuka lebar bagi semua kalangan. Sayangnya, kemudahan mengakses bidang wirausaha tidak berbanding lurus dengan beragam tantangannya. Banyak pengusaha muda atau perusahaan baru yang jatuh dan gulung tikar karena gagal bersaing atau tidak bisa mengelola potensi sumber dayanya. Seorang wirausaha harus memiliki mental positif untuk tetap bertahan.

Culture | Entrepreneur

Foto: Ist

Chris Myers, kontributor media Forbes dan penulis buku Enlightened Entrepreneurship, mengungkapkan bahwa aura negatif dalam menjalankan suatu usaha tidak dapat dihindari. Beberapa hal dapat menjadi penyebabnya, seperti tim yang tidak solid, investor yang menuntut kepastian hingga klien yang memiliki beragam tuntutan. Sebagai seorang founder dari suatu bisnis, semua hal tersebut dapat menyebabkan tekanan dan kecemasan.

Tekanan dan kecemasan adalah bibit-bibit negatif dalam sebuah bisnis. Apalagi ketika tekanan dan kecemasan berjalan secara auto-pilot atau tanpa disadari. Hal tersebut dapat menyebabkan efek jangka panjang seperti rusaknya hubungan profesional dan mengganggu kesehatan. Chris menawarkan tiga tips bagaimana mempertahankan mental positif dalam berwirausaha.

Pertahankan Kepekaan

Ketika anda memulai suatu bisnis, kepekaan anda (self-awareness) terhadap banyak hal sangatlah tinggi. Anda sangat peka terhadap prospek, modal, infrastruktur perusahaan, keuntungan, kerugian hingga kesejahteraan dan kepastian bisnis bagi seluruh pihak yang terlibat (pegawai, klien dan pemodal). Kepekaan tersebut adalah modal dasar berjalannya sebuah bisnis.

Culture | Entrepreneur

Foto: Ist

Seiring berjalannya waktu, anda akan dihadapkan pada beragam tantangan dan kendala. Reaksi anda dalam menghadapi hal-hal tersebutlah yang menentukan mental bisnis yang anda jalankan. Tantangan dan kendala akan mengakibatkan tekanan dan kecemasan sehingga secara tidak sadar, kepekaan anda terhadap banyak hal menjadi buyar.

Dalam hal ini, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengenali dan mengakui bahwa tekanan dan kecemasan merupakan bagian dari sebuah bisnis. Sederhananya, hal-hal tersebut hanyalah suatu resiko dan solusi atasnya dapat ditemukan selama mental positif yang anda mulai di awal membuka bisnis (kepekaan) dapat dipertahankan. Mental positif dan negatif hanyalah pilihan bisnis. Peka terhadap pilihan tersebutlah yang membuat sebuah bisnis bertahan.

Kemampuan Mengontrol Keadaan Hanyalah Ilusi

Manusia cenderung memiliki hasrat untuk menguasai banyak hal, termasuk keadaan. Dalam salah satu artikel Chris di Forbes, dia mengungkapkan bahwa banyak bisnis besar yang runtuh karena arogansinya untuk mengontrol keadaan. Memaksakan mengontrol keadaan hanyalah membimbing anda pada rasa marah, frustrasi dan mengambil keputusan irasional.

Culture | Entrepreneur

Foto: Ist

Dalam hal ini, Chris merekomendasikan agar para wirausaha menerima bahwa keadaan suatu bisnis tidak akan selamanya indah. Begitu anda berhenti merasa berkuasa atas suatu keadaan, maka anda akan dibimbing ke banyak sekali pilihan dan kemungkinan yang positif. Mental ini sangat diperlukan khususnya bagi seorang pemimpin. Berbagi kontrol atau berdiskusi dengan bawahan mengenai kendala yang terjadi adalah salah satu mental positif dalam konteks ini.

Temukan Kembali Kesenangan

Steve Jobs, Bill Gates hingga Mark Zuckerberg memulai bisnis besarnya dari kesenangan (sense of joy) dan kecintaan terhadap dunia IT. Apakah mereka membangun bisnisnya secara instan? Apakah dalam perkembangan bisnisnya mereka tidak terkendala satu hal apapun? Saham Facebook yang anjlok tidak membuat Mark menunda pernikahannya bukan? Dalam keadaan semiris apapun, pengusaha yang memiliki sense of joy yang tinggi akan tetap maju tanpa gentar sedikitpun.

Culture | Entrepreneur

Foto: Ist

Sebagai wirausaha, anda pasti akan memulai bisnis yang komoditinya anda gemari, di lokasi yang anda sukai atau bahkan bersama teman yang anda sayangi. Jadikanlah sense of joy di awal bisnis tersebut sebagai sesuatu yang alami (default setting). Ketika terjadi kendala, ingatlah bahwa anda memulai segala sesuatunya dengan rasa senang.

Sebagai contoh, dalam setiap kendala yang terjadi, Chris selalu meminta anak buahnya untuk mengentikan pekerjaan (pause) dan meluangkan waktu untuk berpikir sejenak agar dapat menemukan hal positif. Menekan tombol pause dalam rumitnya dunia bisnis sangat diperlukan agar tidak terjebak dalam sesaknya rasa frustrasi, marah, cemas dan tertekan. Menurut pengalaman Chris, sense of joy sangat mudah ditularkan di dunia bisnis sehingga mempertahankannya adalah hal yang mutlak diperlukan.

Recommend0 recommendationsPublished in Culture, Entrepreneur

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~