Culture

Tsamara Amany Alatas, Mendalami Dunia Politik Dalam Generasi Milenial

By  | 

Masuk dan mendalami dunia politik mungkin bukanlah menjadi suatu pilihan utama untuk mayoritas generasi sekarang ini atau millenial. Hal tersebut tidak berlaku untuk wanita muda satu ini. Tsamara Amany Alatas, wanita kelahiran 24 Juni 1996 ini, politik merupakan sebuah panggilan sekaligus tantangan. 

tsamara amany | Politics

Foto: Ist

Politik juga merupakan cara untuk membuat perubahan bagi masyarakat. Meski mengaku sudah tertarik dengan politik sejak masih duduk di bangku sekolah menengah, Tsamara tak langsung terjun ke politik praktis. Ia memutuskan terlibat aktif dalam politik ketika Joko Widodo terpilih menjadi Presiden pada tahun 2014. Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Paramadina ini sangat mengagumi sosok Jokowi.

Tsamara sudah sejak lama kagum dengan sosok Presiden Jokowi. Saat itu menurutnya, ketika baru terpilih banyak pihak yang mengkritik Presiden RI ini melalui media sosial dengan tidak beradab. Dan saat itulah ia mau terlibat langsung dalam dunia politik. Keterlibatannya saat itu juga hanya dengan aktif menulis berbagai artikel politik. Tsamara rajin menuangkan buah pemikirannya melalui berbagai tulisan melalui blog atau sejumlah portal online.

Melalui tulisannya, Tsamara membela Jokowi dan mengutarakan sikap politiknya terhadap sejumlah isu yang tengah panas di tanah air. Sejak tahun 2014 sampai 2015, puteri pasangan Muhammad Abdurachman dan Nabila Zen ini aktif ‘berpolitik’ di dunia maya. Pada tahun 2015, karena tulisan-tulisannya, ia diundang oleh Presiden Jokowi ke Istana bersama sejumlah blogger lainnya. Namun, saat itu ia belum tertarik untuk terlibat di dalam politik praktis.

Keterlibatannya hanya sebatas menjadi saksi dalam sidang uji materi persyaratan calon independen di pilkada yang diajukan oleh Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI) di Mahkamah Konstitusi. Uji materi ini berbuah hasil dengan pengurangan syarat presentase minimum pengumpulan KTP untuk calon independen. Ia juga pernah menjadi staf magang di Balai Kota DKI Jakarta sejak bulan Januari – April 2016.

Saat masa magangnya berakhir di Balai Kota pada April 2016, Tsamara memutuskan untuk mendirikan LSM Perempuan Politik. Langkah ini bertujuan untuk menyebarkan pentingnya kesadaran berpolitik bagi perempuan dan generasi millenial di Indonesia. Kesadaran untuk mengubah masyakarat dengan masuk ke pemerintah juga ditumbuhkan melalui LSM tersebut. Hal ini dilakukannya hanya ingin mengedukasi para perempuan muda supaya mau terjun di dunia politik. Dan menurutnya, politik dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

Perempuan Politik menarget perempuan di usia SMP dan SMA agar memiliki kesadaran berpolitik. Tsamara mengatakan pada bulan Juli mendatang Perempuan Politik akan menerjunkan 15 orang ke sejumlah daerah di Indonesia untuk memberikan pendidikan politik bagi perempuan di beberapa SMP dan SMA. Menurutnya, semakin cepat kesadaran politik dibentuk, maka semakin cepat perubahan itu terbentuk. Selain mendirikan LSM, Tsamara juga meluncurkan buku berjudul, ‘Curhat Perempuan’. Buku ini adalah kumpulan dari berbagai tulisannya mengenai politik sejak tahun 2014. Ia ingin mengabadikan seluruh buah pemikirannya agar bisa menjadi inspirasi bagi perempuan muda Indonesia.

tsamara amany | Politics

Foto: Ist

Ke depan, demi membangun karier politiknya, Tsamara tentunya berencana masuk ke partai. Tsamara mengaku memiliki kriteria tersendiri untuk parpol yang kelak dipilihnya. Selain itu, Tsamara tak hanya ingin masuk partai dengan nilai-nilai konvensional yang tidak mentoleransi perubahan dan pembaharuan. Dan ia mau menanamkan soal nilai-nilai pembaharuan, jika sudah tercemar maka akan susah. Ada wadah baru, ada semangat baru khususnya untuk melawan korupsi.

I'm a writer from wanita.me