Culture

Wanita Tangguh di Balik Industri IT

By  | 

Dalam perkembangannya hingga tahun 2018 ini, industri informasi dan teknologi (IT) merupakan salah satu sektor bisnis terpenting di dunia baik dari segi infrastruktur penunjang dan dari segi komoditas industri. Infiltrasi industri IT pun hingga kini terus menembus ke segala sudut kehidupan sehari-hari yang tentu saja merangkul konsumen dari beragam latar belakang. Informasi dan teknologi kini bukan hanya milik pengusaha dan kaum eksekutif.

Hal tersebut dapat terjadi bukan semata-mata karena jasa nama-nama besar di dunia IT seperti Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckerberg dan lainnya yang mendominasi panggung bisnis IT di beberapa dekade belakangan ini. Akan tetapi, siapalah sangka ternyata di balik bisnis besar yang dimiliki oleh nama-nama tersebut ternyata berperan juga wanita-wanita tangguh yang turut mengelolanya.

Culture | profil

Foto : Ist

Sheryl Sandberg

Sheryl Sandberg adalah Chief Operating Officer Facebook. Siapa yang tidak kenal dengan sosial media Facebook besutan Mark Zuckerberg? Sejak tahun 2008, Sheryl merupakan orang yang bertanggungjawab atas operasional sosial media tersebut. Resume menawannya tidak berawal di Facebook. Sebelumnya, dari tahun 2001-2008, Sheryl menjabat sebagai Vice President of Global Online Sales and Operations untuk Google.
Dalam buku yang ditulisnya pada tahun 2013, Lean In: Women, Work and the Will to Lead, Sheryl menumpahkan segala keluh-kesahnya sebagai seorang wanita di dunia bisnis yang didominasi oleh pria dan juga berusaha untuk menginspirasi sesama wanita dengan kisah-kisahnya sebagai seorang Ibu. Salah satu poin penting dalam buku tersebut yang ingin Sheryl bagikan kepada sesama wanita karir adalah “bernegosiasilah seperti pria”. Sheryl mengenang bagaimana dia sempat menolak pinangan Mark Zuckerberg untuk bergabung dengan Facebook karena tawaran Mark dianggap tidak adil. Sherylpun mengajukan penawaran khusus untuk Mark apabila dia ingin Sheryl bekerja untuk Facebook. Dan akhirnya, Facebook-pun berjaya bersama Sheryl.

Culture | profil

Foto : Ist

Angela Ahrendts

Wanita kelahiran 57 tahun silam ini adalah Senior Vice President untuk Apple Retail. Angela bertanggung jawab atas strategi, pengembangan dan perkembangan toko fisik Apple, toko online Apple dan pelayanan pelanggan bisnis Apple di seluruh dunia. Bisnis besar seperti Burberry dan Donna Karan pernah disinggahi Angela sebagai batu lompatan karirnya.

Angela merupakan satu-satunya wanita pada jajaran eksekutif teratas di Apple Inc. Salah satu langkah ekstrim yang diambilnya untuk meningkatkan penjualan produk Apple adalah dengan membuka gerai Apple di Cina yang notabene negara tersebut kurang ramah terhadap produk Amerika. Dalam setiap kesempatan menjadi pembicara, Angela selalu mengemukakan filosofi The Power of Human Energy yang terdiri atas kepercayaan, intuisi dan keyakinan. Menurutnya ketiga hal tersebut adalah hal terkuat yang melandasi setiap hubungan manusia dan dapat diaplikasikan dalam dunia bisnis.

Culture | profil

Foto : Ist

Susan Wojcicki

Dalam dunia IT, nama Susan Wojcicki cukup memiliki nilai historis. Bagaimana tidak, Google pernah berkantor di garasi rumahnya pada akhir tahun 90’an. Susan juga merupakan Manajer Marketing Google yang pertama. Produk layanan iklan Google seperti AdWords, AdSense dan Google Analytic merupakan produk-produk binaannya. Sejak tahun 2014 hingga sekarang, Susan adalah Chief Executive Officer untuk YouTube.
Bagi Susan, menjadi CEO YouTube adalah impiannya di mana akhirnya dia memiliki sebuah medium untuk membantu wanita mewujudkan impiannya. Baginya, wanita di YouTube adalah pencipta dan bukan hanya pengguna. Wanita dapat belajar dan bersuara di YouTube. Nama besar salah satu YouTubers seperti Michelle Phan yang mengawali karirnya sebagai pelayan restoran yang kemudian banting setir membuka channel tutorial make-up di YouTube hingga mendapat kontrak kerja dengan L’Oreal adalah salah satu kebanggaan Susan.

For a Pessimist, im a pretty Optimistic