Culture

Heboh Ditemukannya Berlian 910 Karat dan Serba-serbinya

By  | 

Berlian dengan kualitas 910 karat baru saja ditemukan beberapa hari lalu di Lesoto, sebuah negara kecil di selatan Afrika. Penemuan tersebut membuat heboh para pecinta perhiasan berlian dan praktisi ilmu geologi yang menggeluti bebatuan. Philipp Heck, Seorang kurator dari Field Museum of Natural di Chicago, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa temuan berlian 910 karat tersebut adalah sebuah temuan besar. Berlian 910 karat tersebut adalah berlian terbesar ke-5 di dunia.

Culture | Opinion

Foto : Ist

Gem Diamonds Limited, perusahaan pertambangan berlian yang beroperasi di Lesoto dan Botswana, merupakan perusahaan yang menemukan berlian tersebut. Lesoto adalah salah satu negara di Afrika yang memiliki potensi berlian yang cukup tinggi. Pada tahun 2006, berlian 603 karat juga ditemukan di negara tersebut.

Dalam publikasinya, Gem Diamonds Limited mengungkapkan bahwa berlian 910 karat tersebut memiliki berat 182 gram, masih dalam keadaan mentah dan utuh (belum dipotong). Walaupun demikian, berlian tersebut akan dipoles dan dihaluskan untuk memberi efek mengkilau agar menarik bagi para pecinta perhiasan berlian. Berlian 910 karat memiliki tingkat kejernihan yang tinggi, yang sekaligus membuatnya menjadi salah satu batu berlian termahal di dunia. Harganya ditaksir beberapa analis hingga sekitar $40 juta.

Serba-serbi Berlian

Berlian terbentuk sekitar 200 kilometer di bawah permukaan tanah, di mana tekanan dan panas menekan molekul karbon hingga menjadi struktur kristal padat. DIbutuhkan suhu sepanas 1.200 derajat celcius dan tekanan seberat 725.000 pon per-inci untuk melengkapi proses kristalisasi tersebut. Erupsi vulkanik dalam tanah yang mendorong berlian hingga terbawa ke permukaan tanah menyebabkan kristalisasi terjaga secara utuh karena suhu di permukaan yang lebih rendah mendinginkan berlian dan mengunci struktur kristalisasinya.

Culture | Opinion

Foto : Ist

Benua Afrika menjadi ladang berlian terbesar di dunia sejak tahun 1800’an. Sebelumnya, penambangan berlian berpusat di India dan Brazil. Pada aplikasinya, berlian menyimbolkan keindahan, kemewahan, elegan, cinta dan komitmen. Walaupun demikian, dalam perjalanan sejarahnya, berlian tidak selalu membawa cerita indah. Kisah gelap penjajahan, perbudakan hingga peperangan mengikuti perjalanan panjang berlian. Film Blood Diamond (2006) yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio dapat dijadikan referensi mengenai sejarah gelap berlian.

Untuk menjawab masalah ‘berlian konflik’ (berlian yang didapat secara ilegal dengan memanfaatkan konflik di Afrika), Perserikatan Bangsa-bangsa mengeluarkan resolusi yang disepakati dari The Kimberley Process Certification Scheme (KPCS). Kimberley adalah nama sebuah kota di Afrika Selatan. Negara-negara yang mendukung resolusi PBB tersebut akan mengikuti prosedur yang telah disepakati, seperti tidak menambang berlian di daerah konflik atau membiayai grup ekstremis demi mendapatkan berlian serta tidak mengekspor berlian kepada atau mengimpor dari negara yang tidak mendukung resolusi PBB tersebut. Indonesia turut bergabung dan mendukung resolusi tersebut pada tahun 2005.

Culture | Opinion

Foto : Ist

Dalam konteks budaya populer, berlian menjadi salah satu narasi keglamoran hidup. Film, musik hingga karya sastra turut berperan mengkampanyekan romantisasi berlian dalam kehidupan sehari-hari. Tercatat mulai dari Marilyn Monroe hingga Rihanna dan Breakfast at Tiffany’s hingga Titanic turut menyertakan ikon berlian dalam narasi karyanya.

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~