Family

Dua Remaja Dirawat di RSJ Bondowoso Akibat Dampak Negatif Bermain Gadget

By  | 

Penggunaan gadget atau gawai ternyata bisa menyebabkan kecanduan hingga menyebabkan gangguan jiwa. Hal ini terjadi pada dua remaja di kota Bondowoso yang sudah dirawat selama hampir satu bulan. Dua orang remaja itu saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dokter Koesnadi Jawa Timur.

Menurut hasil diagnosa pihak RSJ, keduanya positif mengalami gangguan kejiwaan akibat  terlalu sering bermain dengan gadget. Keduanya merupakan siswa yang sedang menimba ilmu di bangku SMP dan SMU. Kedua anak ini diantarkan sendiri oleh orangtuanya ke RSJ sebab menurut pengakuan dokter Spesialis Jiwa, Dewi Prisca Sembiring, kedua orangtua tersebut sangat ‘kewalahan’ menghadapi sikap anak-anaknya. Masih menurut pengakuan orangtua kedua anak tersebut, bahwa akibat terlalu lama dan seringnya frekuensi bermain gadget di ponsel dan laptopnya, kedua anak mereka bahkan kini sudah tidak mau sekolah dan tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Family | family education

Foto : Ist

Kedua anak itu kini menjalani perawatan intensif di RSJ dan melakukan kerjasama dengan pihak sekolah untuk menjauhkan keduanya dari tugas pelajaran yang menggunakan laptop. Dokter Dewi menyebutkan, bahwa pasiennya yang masih mengenyam bangku sekolah ini menunjukkan perilaku yang kasar seperti marah-marah, membanting benda di sekitarnya, murung dan acap kali melukai dirinya sendiri dan orang lain bila gadget-nya hilang atau disembunyikan. Namun setelah keduanya melakukan perawatan intensif dan terapi khusus, sekarang kondisi kejiwaan mereka berangsur membaik. Hal ini juga karena pendampingan keluarga yang hangat mampu mempercepat pemulihan kondisi kedua remaja yang masing-masing berusia 15 dan 17 tahun.

Family | family education

Foto : Ist

Ternyata di RSJ khusus kejiwaan tersebut, pasien yang kini tengah ditangani oleh dokter Dewi bukan hanya mereka berdua. Masih banyak lagi anak usia sekolah yang juga sedang dirawat akibat pengaruh buruk bermain gadget. Dokter Dewi menghimbau kepada para orangtua, bahwa bagi orangtua yang memiliki aktivitas yang tinggi kerap dijadikan senjata agar anak tidak mengusik orangtuanya itu adalah sebuah kekeliruan. Sebab di satu sisi gawai mungkin akan menjadi salah satu media yang menarik, informatif dan sarana hiburan. Namun di sisi lain gawai sangat rentan terhadap paparan konten negatif seperti tayangan kekerasan dan pornografi.

Family | family education

Foto : Ist

Untuk itu para pakar pendidikan anak pun memberikan ajakan kepada para orangtua untuk bersikap bijaksana dalam memberikan gadget sebagai mainan kepada anak dan remaja agar terhindar dari kekhawatiran terhadap ketergantungan pada gadget atau gawai. Lebih dianjurkan untuk anak berinteraksi dengan lingkungannya serta banyak bergerak.

penulis di wanita.me