Family

Egosentris, Privasi Balita yang Harus Orangtua Tahu

By  | 

Memiliki anak usia dini atau golden age terkadang begitu menyenangkan. Namun, di masa ini juga anak hanya mampu mengerti dan merasakan atas dirinya sendiri. Maknanya mereka tak peduli teman atau orang lain sedang merasakan apa. Asalkan dia merasa senang yang lainnya tak dipedulikan.

Namanya juga balita, apakah orangtua harus membiarkan perilaku tersebut atau melarang anak-anak melakukan hal itu?

Anak usia 2-7 tahun adalah masa mereka hanya melihat sesuatu dari sudut pandangnya. Menurut Howard Gardner, anak kecil itu egosentris total yang artinya mereka bukannya hanya memikirkan diri sendiri tanpa mengerti perasaan orang lain. Namun sebaliknya mereka belum memiliki kemampuan berpikir untuk dirinya sendiri. Seiring waktu kematangan berpikir akan mereka dapatkan. Tetapi untuk meraih hal tersebut dalam menghadapi masa egosentrisnya anak-anak harus didampingi dan diarahkan ke sikap yang benar. Karena kalau tidak sikap kekanak-kanakan ini akan terbawa sampai dewasa.

Family | family education

Foto : Ist

Anak kecil sering kali melakukan sesuatu semaunya sendiri. Misalkan kesal pada temannya karena tidak mau meminjamkan mainan dan akhirnya dia memukul teman tersebut. Maka orangtua jangan membela anak atau memarahinya tetapi berkatanya dengan baik, sentuh perasaannya. Berikan perumpamaan, jika ternyata dia yang dipukul karena tidak meminjamkan mainan maka akan sakit dan menangis. Jadi, biarkan mereka belajar mengerti perasaan orang lain.

Berikan ruang pada anak, biarkan mereka berkreasi dan berimajinasi. Anak usia 3 tahun yang tidak mau meminjamkan mainannya pada teman bukan berarti kelak akan menjadi anak pelit. Berikan pengertian yang baik padanya, jika dia tetap tidak mau memberikan mainannya maka sebagai orangtua bicaralah pada teman itu. Agar mencari mainan lain karena si ade belum mau meminjamkan mainan.

Cara menghadapi egosentris pada anak pra sekolah ada tiga macam diantaranya:

  1. Tanamkan empati

Melatih empati anak bisa dilakukan sedari usia setahun dimana anak sudah mulai mengenal lingkungannya. Ajarkan mereka berbagi, bergaul dengan teman dan lingkungan.

Familly | Family education

Foto : Ist

  1. Jadilah role model yang baik

Anak adalah peniru nomor satu, mereka merekam apapun yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu anak akan langsung melihat jika orangtuanya melakukan apa yang mereka nasihatkan pada buah hatinya ketika langsung mempraktekkan.

  1. Berikan reward dan punishment

Anak usia 0-7 tahun itu masa yang harus dibuat bahagia dan berkesan. Tetapi, bukan berarti semua permintaan akan dikabulkan. Anak akan lebih menghargai sesuatu jika saat dia melakukan hal benar diberikan reward walaupun hanya berupa ciuman atau pelukan. Namun, jika mereka melakukan kesalahan bisa diberikan hukuman ringan seperti tidak boleh makan es krim atau permen.

Anak adalah karunia terbesar yang diberikan Tuhan kepada orangtua. Oleh karena itu, tugas orangtua tidaklah mudah melainkan harus bisa mendidik dan mengarahkan mereka ke dalam kebaikan.

Smart kids smart parents

For a Pessimist, im a pretty Optimistic