Family

Mengulik 5 Fakta Hipoksia Si Penyumbat Pernapasan

By  | 

Beberapa waktu lalu media sosial dikejutkan dengan berita meninggalnya pesepak bola Indonesia, Choirul Huda. Memang bukan kali pertama jika atlet sepak bola mengalami resiko kematian. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut mulai dari kondisi tubuh, cedera saat pertandingan dan latihan yang berat.

Setelah dilakukan pemeriksaan dari pihak dokter ditemukan bahwa penyebab kematian sang kiper Persela itu dikarenakan hipoksia. Bagi orang awam yang tidak begitu mengenal urusan medis, mungkin tidak mengetahui apa itu hipoksia.

Hipoksia adalah suatu keadaan dimana jalan napas terhambat sehingga mempengaruhi asupan oksigen yang dibutuhkan tubuh. Sedangkan, peristiwa yang menyebabkan kematian pada Chairul Huda dikarenakan benturan keras tubuhnya. Benturan ini membuat lidah pesepak bola ini melengkung ke belakang dan menutup jalan napasnya.

Pada kenyataannya hipoksia dapat terjadi pada semua orang. Karena banyak faktor yang menyebabkan hipoksia berakibat parah dan berujung pada kematian. Berikut lima fakta yang harus diketahui tentang hipoksia:

  1. Anemia bisa menyebabkan hipoksia anemik

Hipoksia biasanya terjadi pada orang penderita anemia berat. Jika hipoksia anemia yang diderita cenderung ringan atau sedang maka, jangan khawatir karena tubuh masih mampu mengompensasi keadaan tersebut sehingga tidak akan berakibat fatal

Family | family

Foto : Ist

  1. Lakukan RJP sebagai pertolongan pertama

RJP atau resusitasi jantung paru merupakan pertolongan pertama yang wajib dilakukan jika ada penderita henti napas dan henti jantung. Penanganan dengan RJP meliputi 3 tahapan yaitu: pengecekan jalan napas (Airways control), pemberian bantuan pernapasan (breathing support) dan pemijatan jantung luar (Circulatory support).

  1. Empat menit pertama adalah waktu deteksi terpenting

Pengecekan kesadaran dan pernapasan penderita hipoksia sangat ditentukan dalam empat menit pertama. Lewat dari itu, akan terjadi kerusakan jika tidak ada oksigen yang masuk ke otak. Cara cek kesadaran yang mudah adalah menanyakan identitas dan alamat, jika masih bisa menjawab maka kondisi aman. Namun, jika tidak ada respons segera lakukan bantuan pernasapasan.

  1. Hipoksia bisa terjadi pada siapa saja

Gangguan jalan napas bisa terjadi pada semua orang, saat melakukan olah raga, bekerja atau aktivitas sehari-hari yang kurang berhati-hati.

 

family | famili healthy

Foto : Ist

  1. Terkadang tidak menimbulkan gejala

Penderita hipoksia terkadang tidak menimbulkan gejala jika tingkat oksigen yang masuk dalam tubuh antara 90%-95%. Pada tingkat ini biasanya penderita merasakan berkurangnya penglihatan warna dan keawasan mata pada malam hari. Saat terjadi pun biasanya sangat cepat dan sulit untuk diprediksi.

Jadi, setiap orang wajib waspada terhadap apa yang dilakukan dan tanggap terhadap kejadian yang terjadi di sekitar kita. Karena terkadang penyakit datang tanpa gejala yang tidak disadari.

 

author, writer, mother and love my life