Family

Gen Halilintar : 7 Rahasia Kekompakan dan Sukses 11 Bersaudara

By  | 

 

Siapa yang tidak mengenal Gen Halilintar? Keluarga yang terdiri dari 13 orang ini berhasil menginspirasi masyarakat tentang bagaimana kehidupan dalam keluarga.

Hidup dengan 5 anak perempuan dan 6 anak laki-laki bukan hal yang bisa dilalui secara mulus-mulus saja. Apalagi jarak kelahiran antar saudara terbilang cukup dekat yaitu 1-2 tahun. Namun pasangan Halilintar Asmid dan Lenggogeni Faruk berhasil membesarkan juga membimbing putra-putrinya untuk saling menyayangi sesama saudara dan teguh dalam agama.

Banyak orang tentu bertanya-tanya, bagaimana mungkin mengatur keluarga besar tanpa bantuan ART. Apalagi Ibu Gen panggilan untuk Sang Ibu sempat bekerja di luar rumah, Sang Ayah juga seorang motivator dan pengusaha yang memiliki usaha sampai luar negeri. Berikut wanita.me akan merangkum rahasia kekompakan dan kesuksesan di keluarga Halilintar:

Family | family profile

Foto : Ist

  1. Kecintaan pada Tuhan yang kuat

Dari kecil setiap anak dalam keluarga ini diajarkan rasa syukur kepada Tuhan YME. Berbekal dari kedekatan pada Tuhan inilah yang masing-masing mampu menggerakkan hati para anggota keluarga untuk saling membantu. Dalam keluarga beda pendapat dan kesal mungkin terjadi namun semua masih pada batas kewajaran. Sholat berjamaah, tadarus al Quran bersama setelah maghrib dan briefing pagi layaknya sebuah perusahaan tutin dilakukan. Hal inilah yang mampu menyatukan visi dan hati keluarga.

  1. Meletakkan standar tertinggi pada pasangan

Bagi suami istri setelah menikah tentu ada permasalahan entah itu kecil atau besar. Namun Ibu Gen dan Pak Halilintar mampu menyetel perasaan masing-masing agar tidak sampai goyah roda dalam keluarga. Menekankan dalam pikiran bahwa pasangan paling sempurna adalah pasangan kita, sugesti positif inilah yang mampu menekan pikiran jahat dari luar atau diri sendiri.

Family | family profile

Foto : Ist

  1. Belajar kemandirian dari kecil

Keluarga Halilintar ingin mengajarkan kemandirian kepada anak-anaknya sedari kecil. Namun, dalam pengajaran tersebut mereka tidak memberi tugas sewenang-wenang melainkan menyesuaikan dengan passion si anak sendiri. Misalkan si anak tertarik pada desain baju dan menggambar maka saat di rumah dia diberi tugas bagian laundry. Anak-anak keluarga ini juga telah memiliki bisnis sejak mereka berusia 9 tahun dan bisnis yang mereka pegang sesuai dengan minat mereka masing-masing.

  1. Biarkan anak mengeksplore dirinya sendiri

Tiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagi pasangan ini mereka memili motto apa yang bagus disuburkan dan yang buruk dikuburkan. Maksudnya kelebihan apa yang ada pada diri sendiri itu dikembangkan sedangkan kekurangan yang ada diperbaiki.

  1. Dukung setiap langkah anak

Setiap anak memiliki pikiran dan keinginan yang berbeda, walaupun tidak semua permintaan mereka dituruti. Namun, Ibu Gen dan suaminya senantiasa mendampingi dan mendukung setiap langkah mereka.

Family | Family profile

Foto : Ist

  1. Menghargai kebersamaan keluarga

Banyak acara yang membuat 13 orang keluarga Halilintar ini sering menghabiskan waktu bersama. Oleh sebab itu perbedaan ataupun kekesalan yang mungkin ada secara otomatis bisa hilang karena seringnya kebersamaan ini.

  1. Sosok pemimpin keluarga yang dikagumi

Halilintar Asmid adalah sosok imam keluarga yang sangat dikagumi oleh istri dan anaknya. Semua pengalaman dan kebijaksanaannya dalam menuntun keluarga menjadi teladan untuk semua anaknya. Banyak orang mengatakan berhasilnya sebuah keluarga itu dari pemimpinnya begitupun berlangsungnya suatu negara.

Keluarga yang baru menerima penghargaan family wisdom tribute dari Bank Permata ini memang patut menjadi inspirasi keluarga Indonesia. Karena keterbukaan, kekeluargaan dan sistem pengorganisasian dalam keluarga sesuatu yang jarang diterapkan di keluarga-keluarga Indonesia.

Satu hal yang menjadi pokok kekompakan keluarga ini bahwa keyakinan dan kedekatan pada Tuhan YME yang menjadikan yang tak mungkin menjadi mungkin.

For a Pessimist, im a pretty Optimistic