Family

POLA BELAJAR YANG UNIK KELUARGA GEN HALILINTAR

By  | 

  Ada yang menarik dari keluarga besar Gen Halilintar ini. Anggapan bahwa banyak anak akan mempunyai masalah tersendiri sepertinya ditumbangkan oleh keluarga ini. Sebaliknya mereka seperti membenarkan filosofi bahwa banyak anak akan membawa banyak rezeki pula. Pasangan Halilintar Anofial Asmid (49) dan Lenggogeni Faruk (45) ini merawat keluarganya dengan menyenangkan. Gen, sapaan akrab istri Halilintar ini lebih sering menyebut keluarganya dengan kesebelasan.

Family | family wealth

Foto :Ist

Kesebelas anak mereka yang terdiri enam laki-laki dan lima perempuan adalah Muhammad Atta Halilintar (Atta), 19; SohwaMutammima Halilintar (Sohwa), 18; Sajidah Mutamimah Halilintar (Sajidah), 17; Muhammad Thariq Halilintar (Thariq),16; Abqariyyah Mutammimah Halilintar (Abqariyyah), 14; Muhammad Saaih Halilintar (Saaih), 12. Kemudian ada Siti Fatimah Halilintar (Fatim), 11; Muhammad Al Fateh Halilintar, 9; Muhammad Muntazar Halilintar (Muntaz), 6; Siti Saleha Halilintar (Saleha), 4; dan Muhammad Shalaheddien El-Qahtan Halilintar (Qahtan), 2.

Perjalanan bisnis yang sering dilakukan Lenggogeni Faruk (Gen) membuat empat dari anak mereka lahir di luar negri. Keempat anak Gen Halilintar yang lahir di luar negri, antara lain : Thariq lahir saat transit di Brunei Darussalam, Abqariyyah lahir saat transit di Jordania, Saaih lahir saat singgah di Pulau Labuhan Malaysia dan Fateh lahir di Kuala Lumpur. Gen menjalankan bisnis dengan membawa serta anak-anak tanpa adanya pembantu maupun baby sitter. Yang luar biasanya lagi, ditengah kesibukannya Gen mampu menyelesaikan gelar Ph. D di Universitas Selangor, Malaysia.

Family | family Wealth

Foto : Ist

Soal pendidikan tidak perlu diragukan lagi. Gen dan Halilintar merupakan alumni fakultas Ekonomi UI. Mereka berteman di kampus saat Gen masih di tahun kedua sedangkan Halilintar sudah masuk tahun keempat. Pria yang sebentar lagi menjadi doktor di Malaysia ini juga sangat mengutamakan pendidikan untuk anak-anaknya. Gen Halilintar mempunyai cara sendiri dalam memberikan pendidikan untuk kesebelas anak mereka. Cara yang unik karena menerapkan sistem home schooling plus.

Tidak semua anak Gen Halilintar mengenyam sekolah formal. Hanya beberapa saja yang sempat mengikuti pendidikan sampai SMP, selebihnya mereka mengikuti pendidikan dengan sistem travelling. Belajar dengan cara ini mereka terapkan karena jadwal belajar bisa diatur sendiri. Bahkan sesekali sang guru pun diajak jalan-jalan ke luar negri. Mereka percaya bahwa cara ini lebih efektif sebab anak-anak mereka tidak mempunyai pilihan selian fokus pada pelajaran.

Family | family wealth

Foto : Ist

Pria kelahiran 1968 ini mewajibkan anak-anak mereka belajar dimanapun. Bahkan di dalam mobil saat perjalanan ke luar negri, kesebelas anak mereka tetap diwajibkan untuk belajar. Sistem home shcooling plus dilakukan 24 jam sehari tanpa libur. Perjalanan bisnis yang panjang pun tidak terasa karena diisi dengan model pendidikan yang berbeda dengan perkuliahan. Anak ketiga dari enam bersaudara ini tidak hanya mengajarkan soa akademis saja, namun juga pembinaan fisik, nafsu dan hati.

Hali (panggilan Halilintar) berpendapat bahwa terdapat empat unsur pendidikan yang harus diajarkan secara bersamaan. Keempat unsur itu adalah fisik, akal, jiwa dan nafsu. Sedangkan sekolah formal di Indonesia hanya mengajarkan dua unsur saja, yaitu akal dan fisik. Sedangkan dua unsur lain yang nyaris tidak diajarkan adalah jiwa dan nafsu. Keempat unsur ini didapatkan Hali saat berpetualang ke Uzbekistan.

Family | family wealth

Foto : Ist

Selama di negara pecahan Uni Soviet itu, Hali baru mengatahui bahwa yang menjadi kunci sukses para penemu disana adalah dengan mengelola keempat unsur tersebut dengan baik. Sebab jika akal tidak dibatasi jiwa, maka nafsu akan berbicara. Para ilmuwan mampu mengerem nafsunya dalam mengembangkan akal sehingga yang didapat adalah penemuan penting yang berguna.

Sejak kecil kesebelas anak Gen Halilintar diajari konsep mencintai Tuhan. Melalui konsep ini, mereka belajar peduli pada lingkungan, hormat serta sayang pada kedua orang tuanya. Menurut Hali, orang yang sukses pada zaman dahulu adalah pengelana.

“Vasco Da Gama, Cheng Hoo, mereka berkeliling dunia tidak dengan tangan kosong, tapi dengan membawa barang dagangan,” tuturnya.

Hingga saat ini,  keluarga Gen Halilintar ini rutin melakukan travelling setiap pekan. Hal ini dikarenakan, pria yang berulang tahun pada tanggal 13 Oktober ini selalu diminta sebagai advisor dari berbagai perusahaan. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga ke luar kota. Kesebelas anak mereka pun ikut serta dalam perjalanan bisnis tersebut sehingga tidak mengherankan jika mereka terlihat kompak.

For a Pessimist, im a pretty Optimistic