Family

Sosok Perempuan Tangguh dalam Keluarga Halilintar, Lenggogeni Faruk

By  | 

Siapa yang tidak mengenal keluarga Gen Halilintar? Sebuah keluarga muslim yang mengasuh 11 anak tanpa Asisten Rumah Tangga (ART) dan kisahnya mampu membuat heboh masyarakat Indonesia? Lenggogeni Farouk adalah sosok perempuan tangguh dibalik kesuksesan keluarga ini. Perempuan penulis ini menuliskan sendiri kisah heroik keluarganya bersama suaminya, Halilintar Anofial Asmid.

Lenggogeni Faruk merupakan anak ke-3 dari pasangan Umar Faruk dan Yulfia. Ayahnya adalah seorang Kepala Apoteker di Caltex distrik Rumbai, Riau. Geni kecil sering diajak ayahnya bepergian keluar negeri untuk urusan pekerjaan. Tak heran ia sangat menyukai travelling keluar negeri, disamping menyalurkan hobi tapi juga kerap menampilkan bakatnya membaca puisi, lomba pidato berbahasa Inggris dan menulis. Perempuan yang selalu juara kelas sejak kecil ini, mampu duduk di Universitas Indonesia jurusan Ekonomi melalui jalur PMDK atau jalur mahasiswa undangan karena prestasi.

Family | family profile

Foto : Ist

Pada usia 20 tahun, tepatnya tahun 1993 Geni resmi disunting pria yang selama ini ia idolakan di kampus, yaitu kakak tingkatnya sendiri Halilintar Anofial Asmid. Awalnya pernikahan mereka sempat ditentang keluarga, karena khawatir kuliah tidak terselesaikan. Namun kekhawatiran orang tua tersebut dapat mereka patahkan. Hingga kini Geni telah dikaruniakan 11 anak dari pernikahan dini mereka yang juga menuai kesuksesan.

Ibu dengan 11 anak ini juga seorang pebisnis dan seorang traveler. Dalam perjalanan bisnisnya ia juga turut serta membawa kesebelas anak-anaknya. Disinilah letak keseruan-keseruan kisah keluarga Kesebelasan Gen Halilintar ini.

Didalam bukunya yang setebal 300 halaman tersebut, Geni, demikian ia biasa disapa membagikan bagaimana kesulitannya dan keseruannya mengasuh 11 anak mereka. Tulisan Perempuan 42 tahun ini bahkan dikabarkan sempat membuat gempar Islamic Book Fair (IBF) beberapa waktu lalu. Tidak heran sampai saat ini perbincangan mengenai keluarga Gen Halilintar masih menjadi trending topic di sosial media tanah air.

family | family profile

Foto : Ist

Geni bersama suaminya bahu membahu membentuk tim keluarga layaknya kesebelasan dalam sepak bola. Atta, Sohwa, Sajidah, Thariq, Abqoriyyah, Saaih, Fatim, Fateh, Muntaz, Saleha dan Qahtan merupakan tim kesebelasan Halilintar.

Sebagai seorang ibu, perempuan yang bersuamikan suku Minang ini berupaya keras menanamkan nilai-nilai kasih sayang terhadap anak-anaknya. Sehingga didalam keluarga telah terbentuk pola asuh kasih sayang, bukan karena jadwal yang ketat atau lantaran disuruh-suruh. Proses pembiasaan menerapkan landasan kasih sayang ini menurut Geni merupakan solusi terbaik mendidik anak era digital sekarang ini. Dengan demikian rasa sayang dan cinta itu sendiri yang pada akhirnya akan membentuk karakter anak menjadikan mereka hati-hati dalam bersikap seperti layaknya seorang hamba Allah yang selalu diawasi dimanapun ia berada.

Family | family profil

Foto : Ist

Selain itu, Geni bersama suami menerapkan didalam keluarganya pola bisnis. Bahwa apapun yang mereka konsumsi, apapaun yang mereka makan itu dijadikan sebuah bisnis yang menghasilkan uang. Misalnya usaha kuliner, penerbitan, produk fashion sampai aktivitas mereka di media sosial dijadikan bisnis. Beberapa anak gen halilintar adalah youtuber dan vlogger aktif.

Sampai saat ini menurut perempuan yang sehari-harinya berhijab ini masih banyak orang yang mempertanyakan repotnya mengasuh 11 anak. Ia membaginya dalam buku Kesebelasan Gen Halilintar. Didalam buku ini, Geni menceritakan pengalamannya. Ia menuliskannya selayaknya bertutur dengan bahasa sederhana yang sangat mudah dipahami. Salah satu kunci keberhasilannya, menurut perempuan alumni universitas ternama di Indonesia yaitu selama 22 tahun membina biduk rumah tangga, Geni menjadikan suami adalah sumber kekuatannya dan gurunya dalam berbagai hal.

Saat ini Geni tengah mempersiapkan buku kelanjutan kisah inspiratif keluarga ini mengelilingi dunia yang berjudul Malaysia My Second Home, Goes to Uzbekistan dan Around The World.

 

For a Pessimist, im a pretty Optimistic