Family

Manfaat Mendongeng Bagi Anak Selama Masa Pertumbuhan

By  | 

Tahukah Anda, bahwa membiasakan diri bercerita kepada anak sebelum tidur dapat melatih kecerdasan fisik dan emosionalnya. Dalam masa pertumbuhan anak usia 0-12 tahun pertama adalah waktu yang tepat bagi orangtua untuk membentuk karakter, mental, serta kondisi emosional anak di masa yang akan datang.

manfaat mendongeng bagi anak | Family Education

Foto: Ist

Hana Yasmira, MSi., selaku Parenting Communication Specialist mengatakan bahwa “Usia tersebut (0-12 tahun) merupakan masa pertumbuhan dan pembentukan karakter serta emosional dari anak”. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu tersebut dengan baik, salah satunya dengan rajin mendongengkan sang buah hati sebelum tidur. Begitu banyak manfaat mendongeng bagi anak, dengan menyisihkan waktu sejenak untuk bercerita bersama sang buah hati sebelum mereka tidur ternyata memiliki banyak manfaat. Mulai dari kecerdasan emosional, ketangkasan otak, melatih keterampilan komunikasi, sampai keintiman ibu dan anak. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini Wanita.me memberikan beberapa keuntungan yang akan ibu dapatkan jika membiasakan berdongeng atau bercerita untuk sang buah hati.

manfaat mendongeng bagi anak | Family Education

Foto: Ist

1. Mengasah Keterampilan Bahasa
Dengan mendongenginya, perbendaharaan anak akan bahasa pun akan semakin banyak. Untuk Anda yang ingin mengajarinya bahasa asing, sesi dongeng pun dapat Anda manfaatkan. Cobalah sesekali untuk menyelipkan kalimat berbahasa Inggris dalam cerita Anda, sehingga anak akan terbiasa dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. “Reading out stories to your children helps in making then acquainted with the language as well as in learning new words and phrases”. Momjunctin.com.

2. Mengasah Daya Ingat
Childdevelopmentinfo.com mengutip, “This is an excellent exercise in memorization skills and it also may help guide children when they wish to write a story of their own”. Bacakanlah dongeng yang manggunakan buku-buku animasi bergambar serta berwarna sehingga memudahkan mereka menyerap isi dari cerita tersebut. Bacalah buku tersebut secara terus menerus. Cara ini akan melatih mereka mengasah daya tangkapnya. Tanpa disadari, sang buah hati akan menghafal bagaimana alur ceritanya, siapa saja tokohnya serta karakternya dalam buku tersebut.

3. Pandai Dalam Berkomunikasi
Saat anak mulai tertarik denga isi cerita yang ada di dalamnya, biasanya mereka akan mulai bermain dan berinteraksi dengan dirinya sendiri. Sang anak akan mulai bercerita di depan cermin seolah menjadi sosok publik figur atau pemimpin suatu pertemuan. Biarkan mereka belajar serta bercerita sekalipun, itu hanya untuk dirinya sendiri.

4. Membentuk Etika dan Moral
Pilihlah buku-buku yang memiliki cerita ringan, menarik, namun mengandung nilai moral yang cukup tinggi untuk pembentukan etika serta mental sang buah hati. Ajak mereka memahami sebab-akibat, jika melakukan suatu perbuatan yang buruk. “By telling your child stories that come with a meaningful message, you can definitely inculcate qualities like wisdom, courage, honesty, etc. from an early age into your little one,” tulis Momjunction.com.

manfaat mendongeng bagi anak | Family Education

Foto: Ist

5. Menjalin Kedekatan Batin
Kesibukan bekerja terkadang menyita banyak waktu, sehingga sang buah hati kerap sekali merasa tidak diperhatikan atau bahkan terabaikan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda dapat pulang lebih awal, sebelum sang anak tertidur lelap. Sisihkan waktu minimal 15 menit dalam sehari untuk bercerita dengan mereka, sehingga kedekatan serta keintiman antara ibu dan anak tetap terjalin dengan baik.

6. Pribadi yang Kritis
Saat ibu bercerita, usahakan terjadi dialog antara ibu dan anak, biarkan mereka bertanya-tanya, mengapa, bagaimana, siapa, dan lain sebagainya. Pancinglah mereka dengan satu cerita yang menimbulkan tanda tanya dipikirannya. Cara ini mampu melatih sang buah hati tumbuh menjadi anak yang kritis, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, aktif, dan cepat menangkap perubahan yang ada dilingkungannya kelak.

7. Meningkatkan Daya Imajinasi
Berceritalah dengan sedikit ekspersif. “Good storytelling uses body language, expression in their voices, varying volume-yes, they have permission to be loud- a sense of pacing and eye contact with their listeners,” tulis Sheknows.com. Cara ini mampu membuat imajinasi dalam pikirannya turut bermain, seolah dirinya masuk dan terlibat dalam alur cerita tersebut. Hal ini akan membuat daya imajinasi sang anak menjadi semakin ‘liar’ sehingga kian kreatif nantinya.

manfaat mendongeng bagi anak | Family Education

Foto: Ist

8. Melatih Konsentrasi
Usai bercerita, cobalah bertanya ulang kepada sang anak. Mulai dari awal isi cerita, nama tokoh yang ada di dalam buku tersebut, sampai beragam peristiwa menarik. Biarkan mereka mencoba berpikir secara keras untuk memanggil ulang memorinya. Dengan begitu, otaknya mampu bekerja lebih aktif serta melatih konsentrasinya untuk mengingat kembali dongeng yang sudah di dengarnya.

I'm a writer from wanita.me