Fashion

Filosofi “Ibu Pertiwi” dibawa Dea Rizkita dalam Ajang Miss Grand International 2017

By  | 

Ajang kecantikan internasional bertajuk “Miss Grand International” sedang berlangsung di Vietnam. Bersama 71 negara lainnya, Indonesia mengirimkan wakilnya untuk ikut berkompetisi memperebutkan gelar ratu kecantikan yang berfokus kepada misi-misi perdamaian seperti menghentikan kekerasan dan perang.

Dea Goesti Rizkita Koswara, wanita berkelahiran Bandung, 28 Juni 1993 berkompetisi pada Puteri Indonesia 2017 mewakili provinsi Jawa Tengah dan meraih gelar runer-up 3 (disebut juga Puteri Indonesia Perdamaian 2017). Telah berlangsung sejak 5 Oktober 2017, salah satu agenda yang berlangsung dalam ajang Miss Grand Internasional adalah National Costume Competition atau kompetisi busana nasional, dimana masing-masing wakil dari tiap negara akan mempresentasikan busana nasional yang merepresentasikan negaranya. Akan dipilih satu pemenang yang akhirnya mendapatkan gelar busana nasional terbaik. Tentunya bagian ini merupakan salah satu yang paling dinanti-nantikan dari sebuah ajang kecantikan, dimana beragam keindahan dan kekayaan budaya dari sebuah negara dalam busana nasional yang sanggup mengundang decak kagum masyarakat.

miss grand international | Models

Foto: Ist

Sama halnya dengan Dea Goesti Rizkita dalam sesi presentasi busana nasional yang berlangsung tanggal 12 Oktober 2017 lalu, ia sukses membuat publik tercengang dengan kostumnya yang elegan dan menawan. Diberi nama “Ibu Pertiwi”, kostum mahakarya dari Morphacio Body Art dan Mayaratih ini memiliki makna yang cukup dalam mengenai kecintaan akan ibu pertiwi Indonesia. Setiap detail yang ada dalam kostum ini merepresentasikan Indonesia dan kejayaan negeri ini, bahwa langit adalah sang ayah, dan bumi adalah sang ibu. Mendominasi warna biru, kostum ini menggambarkan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim yang jaya. Lingkaran bulan menggambarkan sosok perempuan, sementara lima kristalnya menjadi perlambang keselarasan manusia Indonesia dengan Pancasila sebagai ideologinya. Hiasan kepala yang berwarna emas dengan tiga Kristal biru menjadi lambang akan kesempurnaan tubuh, jiwa dan roh sementara lima Kristal kuning lainnya menggambarkan generasi muda Indonesia sebagai harapan bangsa.

miss grand international | Models

Foto: Ist

Berlanjut pada sayap pundak merupakan simbolisasi dari kelembutan, kekuatan dan doa-doa para leluhur, serta bagian punggung yang menjadi lambang bahwa Indonesia adalah tulang punggung dunia dengan kekayaan alam yang berlimpah. Bagian-bagian seperti sabuk sayap dan ornamen lainnya melambangkan kesuburan, kebijaksanaan dan jiwa yang mengayomi. Kostum nasional “Ibu Pertiwi” memiliki kejutan yang menakjubkan di bagian ekornya. Dilapisi tujuh kain nusantara yang menggambarkan ragam rupa budaya di Indonesia, terdapat pula ornamen candi yang menghiasi ekor dari busana tersebut, yang menggambarkan insan-insan Indonesia sebagai para pribadi yang mencari pencerahan diri. Sebab, tubuhnya adalah candi, tubuh adalah baitnya.

Secara keseluruhan, kostum ini hendak membawa Indonesia ke mata dunia untuk dikenalkan sebagai negeri yang agung dengan banyak ragam budaya dan nilai-nilai hidup yang bisa dipelajari di Nusantara. Dea dengan apiknya mempresentasikan kostum nasional tersebut berhasil mendulang sejumlah kesuksesan. Salah satunya, hingga saat ini Indonesia telah memperoleh lebih dari satu juta vote untuk menentukan kostum nasional terbaik di ajang Miss Grand Internasional 2017. Sistem voting yang dilakukan melalui Official Facebook Miss Grand International ini akan memilih 15 kostum terbaik, lalu akan ditambahkan dengan 10 yang terbaik dari pilihan juri.

miss grand international | Models

Foto: Ist

Setelah 25 besar kostum nasional terbaik diperoleh, kedua hasil tersebut akan diakumulasikan lagi melalui sistem voting untuk memilih 10 besar dengan perolehan point tertinggi. Hal akhir dari 10 besar yang terpilih akan diserahkan kepada dewan juru untuk menentukan pemenang kostum nasional terbaik Miss Grand International 2017, yang akan diumumkan pada tanggal 25 Oktober mendatang sebagai puncak penyelenggara Miss Grand International 2017.

Dengan sistem seperti ini, tentunya kesempatan untuk menjadi pemenang busana nasional terbaik cukup besar untuk setiap negara, bergantung pada intensitas voting melalui like dan share facebook. Tentunya, dukungan dari masyarakat Indonesia menjadi salah satu yang paling esensial untuk Dea Rizkita yang sedang berjuang membawa nama baik Indonesia di ajang Internasional. Dimana harapan untuk mengulang kejayaan tahun lalu menjadi keinginan terbesarnya. Tahun 2016 lalu, Indonesia sukses meraih juara kostum nasional terbaik, sekaligus menjadi pemenang Miss Grand International melalui Ariska Puteri Pertiwi.

I'm a writer from wanita.me