Designer

Pesona Tenun Sumba ‘Humba Hammu’ Karya Biyan Wanaatmadja

By  | 

Siapa yang tidak mengakui kepiawaian seorang Biyan Wanaatmadja dalam menyatukan helaian kain menjadi busana yang memukau? Desainer papan atas Indonesia ini merajut kainnya di Tanah Air sejak 33 tahun lalu. Siluet feminim dan elegan menjadi ciri khas yang melekat pada setiap karya yang diciptakan Biyan.

biyan wanaatmadja | Designer

Foto: Ist

Biyan Wanaatmadja merupakan seorang yang masa kecilnya tidak memiliki cita-cita layaknya anak kecil pada umumnya. Lelaki kelahiran Surabaya, 20 Oktober 1954 ini memutuskan setelah lulus dari SMA, ia melanjutkan studinya di Jerman karena kebetulan beliau memiliki saudara yang tinggal disana. Sekolah desain dan mode Mueller & Shon Pricatmodeschule di Duessedrof, Jerman menjadi pilihannya saat itu. Karena suatu alasan dan adanya ketidak cocokan, beliau akhirnya pindah ke London Collage at Fashion di London Inggris setelah dua tahun menuntut ilmu di Jerman.

Pada tahun 1983, setelah menyelesaikan studinya, beliau langsung magang di sebuah rumah desain Erico Coverey di Florence, Italia. Di sana beliau sempat beberapa kali mengadakan fashion show. Setelah sebelas tahun berkelana di Eropa, akhirnya beliau kembali ke kampung halamannya di Surabaya atas permintaan sang bunda. Beberapa minggu setelah kepulangannya beliau mulai merintis karirnya dengan membuat beberapa desain untuk koleksinya, beberapa koleksinya pun sempat disorot awak media hingga pada akhirnya beliau memiliki tujuan yang pasti yakni memilih karir sebagai desainer. Pada tahun 1984 beliau meluncurkan hasil koleksinya dengan judul ‘Biyan’. Namun, pemilik label Biyan Wanaatmadja, Studio 133, dan (X)S.M.L itu mengaku masih belum mau melangkahkan kakinya ke dunia internasional. Kendati telah memiliki butik di Singapura, dan Hong Kong, namun Biyan memilih untuk tetap eksis di Tanah Air dibandingkan harus mendunia.”Ekspansi ke luar is everybody dreams. Saya punya tanggung jawab di Indonesia, saya merasa memiliki Indonesia,” kata beliau.

biyan wanaatmadja | Designer

Foto: Ist

Sebagai salah satu orang yang berpengaruh dalam dunia fashion Indonesia, beliau berpendapat bahwa saat ini dunia fashion Indonesia tidak lagi dimiliki oleh beberapa orang tertentu namun sudah menjadi hal yang biasa karena banyak hal bisa diakses dengan mudah pada masa kini, berbeda dengan masa sepuluh tahun yang lalu saat segala informasi masih sangat terbatas. Bagi beliau, terus berkarya dan menjadikan wanita tampak lebih cantik adalah hasrat tersendiri yang terus memacu beliau untuk terus melahirkan karya-karya baru.

Sering melalang buana tidak membuat kecintaan Biyan terhadap kain wastra Nusantara luntur. Ini dibuktikannya lewat koleksi Humba Hammu yang baru saja dibuat runway pada Rabu, 15 November 2017. Humba Hammu sendiri berasal dari bahasa Sumba, yang artinya ‘Sumba yang Cantik’. Menurut Biyan ini adalah hal yang paling mudah mendeskripsikan apa yang ia rasakan saat ini adalah bagaimana ia sedang jatuh cinta dengan Sumba. Humba Hammu juga merupakan jembatan untuk masyarakat Indonesia yang tinggal di Jakarta sangat fast moving. Terkadang kita tidak lagu punya waktu untuk melihat apa sebenarnya kekayaan Indonesia yang kita miliki.

biyan wanaatmadja | Designer

Foto: Instagram @biyanofficial

biyan wanaatmadja | Designer

Foto: Instagram @biyanofficial

biyan wanaatmadja | Designer

Foto: Instagram @biyanofficial

Dalam koleksi ini, Biyan menuangkan seluruh kekagumannya pada tenun Sumba dalam setiap helai busana. Mulai dari gaun panjang, rok, atasan, outer, sampai kemeja yang kaya makna. Aksen patchwork cantik yang menjadi ciri khasnya tidak lupa disematkan Biyan dalam koleksi Humba Hammu. Detail bordir yang rumit, rumbai, beading, dan sentuhan kerang dijadikan sebagai pemanis. Warna-warna temaram seperti cokelat, emas, marun, putih, dan hitam sukses memberi sentuhan mewah pada koleksi ini. Motif tenun yang unik dan tiada duanya itu terpatri cantik pada kain. Bahan lembut seperti sutra, jacquard, sampai katun menjadi pilihan Biyan.

biyan wanaatmadja | Designer

Foto: Instagram @biyanofficial

biyan wanaatmadja | Designer

Foto: Ist

biyan wanaatmadja | Designer

Foto: Ist

Secara keseluruhan, Biyan menampilkan 90 set busana cantik menggunakan kain Sumba. Helai kain Sumba disulap jadi busana indah bernilai tinggi. Selama 3,5 bulan Biyan menyelesaikan seluruh busana yang sarat akan keindahan Sumba. Meskipun demikian, bukan berarti tak ada tantangan yang dialaminya dalam menciptakan seluruh busana ini. Menurut Biyan mengenai proses panjangnya menciptakan Humba Hammu adalah bagimana membuat sesuatu yang indah, dan dalam waktu yang sama kita juga bisa menghargai dengan penterjemahan yang tepat. Membuat sesuatu yang tidak beda dan tidak berat, dan yang paling penting relevan dengan masa kini. Dan Biyan juga mengungkapkan bahwa tidak ada satupun kain Sumba yang memiliki kesamaan, setiap kain memiliki kisah yang berbeda.

biyan wanaatmadja | Designer

Foto: Instagram @biyanofficial

Dalam acara runway yang ia gelar Rabu kemarin, ia memiliki pesan untuk semua masyarakat Indonesia. ”Mari kita bersama-sama memberi tempat dan mendukung untuk membuat mereka terus menuju masa depan yang cerah, dengan warisan nenek moyang mereka”.

I'm a writer from wanita.me