Family Health

Mengenal Gangguan Tidur Sleep Apnea

By  | 

Pernahkah Anda terbangun di malam hari karena merasa tidak bisa bernafas atau semua saluran pernafasan Anda tertutup? Hati-hati, mungkin saja Anda sedang mengalami gangguan tidur yang disebut sleep apnea. Gangguan tidur ini termasuk berbahaya jika sering terjadi. Anda harus segera berkonsultasi dan memeriksakannya ke dokter. Karena bukan hanya itu mengganggu dalam tidur, tapi gejala lain yang ikut menyertainya juga seperti diabetes, depresi dan masalah jantung.

Family | family healthy

Foto : Ist

Sleep Apnea sendiri adalah gangguan yang terjadi pada saat tidur. Gejalanya yang ditunjukan adalah seseorang yang mengalami ini akan berhenti bernafas dalam beberapa saat. Selain itu, gangguan tidur ini menyebabkan kedangkalan bernafas ketika tidur, sehingga tubuh dan otak seperti kekurangan oksigen.

Kasus gangguan tidur ini sering dianggap sepele. Terutama jika seseorang yang memiliki riwayat penyakit obesitas, atau bagi orang yang sering merokok dan minum alkohol. Karena mereka lebih berpotensi mengalami gangguan tidur ini. Dimulai dari ketika bernafas dengan irama yang tidak normal sehingga menimbulkan dengkuran. Akan sering juga terjadi bangun tiba-tiba di tengah malam dengan perasaan nafas yang tercekik di leher.

Family | family healthy

Foto : Ist

Sleep apnea terbagi dalam tiga jenis, yaitu obstruktif, sentral, dan kompleks.  Sleep apnea obstruktif adalah jenis yang paling umum terjadi, di mana otot tenggorokan mengendur. Sedangkan Sleep apnea sentral terjadi ketika otak tidak mengirim sinyal dengan baik pada otot yang mengatur pernapasan. Sementara itu, Sleep apnea kompleks merupakan kombinasi dari sentral dan obstruktif.

Gejala sleep apnea bisa dialami pada usia berapa pun, meski umumnya diderita Kondisi ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya  bahwa pernapasaannya terganggu saat tidur. Gangguan tidur yang berulang ini dapat mengakibatkan tubuh menjadi lelah dan mengantuk pada siang hari.

Sebenarnya, banyak orang yang mengalami sleep apnea tidak menyadari sama sekali jika dia sedang mengalami gangguan tidur ini. Mungkin karena hal ini terjadi, pada saat orang itu sudah terlelap nyenyak. Namun terdapat beberapa gejala yang dialami penderitanya, seperti mendengkur dengan keras, sering mengalami henti napas, bernapas dengan berat dan berisik, kesulitan tidur nyenyak di malam hari atau insomnia, bangun dengan mulut kering atau tenggorokan serak, pusing saat pagi hari, mengantuk saat pagi hari, sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil, depresi dan penurunan gairah seksual atau disfungsi ereksi pada pria.

Family | family

Foto : Ist

Disarankan untuk segera menemui dokter apabila seseorang mengalami beberapa gejala di atas, terutama jika gejala tersebut sudah mengganggu rutinitas sehari-hari. Jika saja beberapa atau bahkan semua gejala itu telah Anda miliki, jangan menunda untuk segera memeriksakannya. Segera datangi dokter Anda dan melakukan polisomnogram atau tes gangguan tidur. Namun tes ini juga sebenarnya dapat dilakukan di rumah setelah mendapat bimbingan dari dokter Anda tentunya. Libatkan juga keluarga dan pasangan Anda untuk dapat mengetahui tanda-tanda keberadaan gangguan tidur ini.

a mother, writer, author and entrepreneur.