Health

Wanita Dalam Dunia Kesehatan 2018

By  | 

Sebuah penelitian yang baru saja diterbitkan oleh The British Heart Foundation di awal tahun ini cukup fenomenal bagi dunia kesehatan wanita. Penelitian tersebut menyatakan bahwa wanita lebih beresiko meninggal karena penyakit jantung daripada pria. Dari sisi penderita, terdapat perbedaan gejala atau tanda-tanda serangan jantung antara pria dan wanita. Gejala umum yang terjadi adalah sesak, terasa diremas di dada bagian tengah, nyeri pada bahu, punggung hingga lengan, pusing, berkeringat, jantung berdebar-debar dan nafas tersengal. Sementara gejala khusus yang terjadi pada wanita adalah sakit di tulang belikat, nyeri rahang, mual dan muntah, kelelahan hingga sesak nafas dan sakit kepala ringan sampai berkeringat.

Beauty | Healthy & fitnes

Foto : Ist

Masih menurut penelitian yang sama, beberapa kasus penanganan yang ‘berperspektif lelaki’ mengakibatkan meninggalnya pasien wanita. Profesor Chris Gale dari University of Leeds mengemukakan bahwa terdapat miskonsepsi sekaligus generalisasi terkait pasien penyakit jantung. Penyakit jantung selalu identik dengan pria paruh-baya, gemuk, diabetes dan perokok, padahal kenyataannya populasi penderita penyakit jantung tidak selalu memiliki spesifikasi tersebut. Hal tersebut membuat pasien penyakit jantung wanita tidak selalu mendapatkan tes atau diagnostik yang sama seperti pasien pria.

Penelitian yang dipublikasikan oleh The British Heart Foundation tersebut dapat dilihat sebagai optimisme di dunia kesehatan bagi kaum wanita di tahun 2018 ini. Dunia kesehatan terus berkembang disertai dengan tekhnologi dan tantangan etisnya. Untuk itu, selain penyakit jantung, Wanita.me kali ini akan menyajikan beberapa perkembangan dunia kesehatan wanita di tahun 2018.

Beauty | healthy & fitnes

Foto : Ist

Kesehatan Area Panggul (Pelvic Health)

Panggul adalah aset fisik utama bagi wanita. Melahirkan, pengeluaran urin, feses dan aktivitas seksual ditopang oleh kesehatan panggul. Direktur Center for Women’s Pelvic Health di California, Dr. Jocelyn Craig, mengemukakan bahwa tahun 2017 yang lalu merupakan tahun titik balik dalam bidang medis kesehatan tulang panggul. Wanita seringkali cuek memelihara kesehatan panggulnya, khususnya bagi wanita karir.

Dr. Jocelyn kemudian melanjutkan bahwa gerakan #MeToo di Twitter dan media sosial lainnya yang mendunia akibat terungkapnya aksi pelecehan seksual yang dilakukan oleh produser ternama Hollywood, Harvey Weinstein, cukup berpengaruh dalam mengubah perhatian wanita terhadap bagian panggulnya. Sekarang ini semakin banyak wanita yang pergi ke kliniknya baik untuk berobat maupun hanya mencaritahu informasi tentang kesehatan tulang panggul.

Beauty | healthy & fitnes

Foto : Ist

Kemajuan Teknologi Penanganan Kanker Payudara

Sejak tahun 1970, mammogram adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi kanker payudara. Mammogram tersebut memindai gambar dua dimensi (2D) yang akurasinya tidak 100 persen akurat akan tetapi jumlah kematian akibat kanker payudara menurun 30 persen sejak mammogram digunakan. Pakar kanker payudara dari American Cancer Society, Dr. Otis Brawly, mengatakan bahwa teknologi mammogram tiga dimensi (3D) yang baru-baru ini sering digunakan dapat memindai gambar yang lebih rinci.

Selain itu, terdapat pula metode baru dengan menggunakan teknolgi USG (ultra suara). USG akan memindai ribuan gambar jaringan payudara yang akan dianalisa oleh radiolog. Teknologi USG tidak menggunakan radiasi sehingga resikonya lebih rendah dibandingkan dengan mammogram.

Beauty | healthy & fitnes

Foto : Ist

Teknologi Robotik di Bidang Ginekologi

Teknologi terkini dalam bidang ginekologi adalah digunakannya alat bantu robotik dalam operasi pengangkatan rahim dan fibroid. Dr. Marc Winter, spesialis ginekologi dari Saddleback Medical Center, California, mengemukakan bahwa penggunaan teknologi robot dalam proses operasi terbukti cukup efisien secara waktu dan efektif secara medis karena irisan atau luka yang dibuat dalam proses operasi tidak terlalu besar dan meminimalisir potensi infeksi. Secara langsung juga mempercepat proses penyembuhan.

Dr. Marc melanjutkan bahwa perkembangan teknologi sangatlah dibutuhkan di dunia medis karena dapat membantu mengontrol efisiensi biaya dan efektivitas pengobatan. Selain itu, Dr. Marc juga berpendapat bahwa dunia kesehatan di tahun 2018 ini semakin bersifat personal, khususnya bagi wanita karena tren kesehatan wanita yang dahulu kala lebih terfokus pada ukuran badan (visual dan eksternal), sekarang ini beralih kepada rasa kepemilikan badan (sense of belonging dan internal).