Culture

Inilah Putra dan Putri Indonesia yang Masuk Daftar ‘Forbes 30 Under 30 Asia’

By  | 

Setiap tahunnya, Forbes merilis daftar 30 Under 30 yang memuat profil talenta berbakat sekaligus inovator dari seluruh dunia dalam beragam bidang yang berhasil ‘mengguncang’ industrinya masing-masing. Minggu lalu, Forbes baru saja merilis daftar 30 Under 30 Asia yang meliputi perwakilan dari 24 negara di wilayah Asia Pasifik. Mereka yang terpilih merupakan hasil seleksi dari ribuan nama secara online yang diverifikasi oleh tim peneliti dan reporter Forbes. Indonesia, dalam hal ini menjadi spotlight karena ternyata terdapat belasan nama yang masuk dalam nominasi 30 Under 30 Asia yang tersebar dalam kategori yang beragam. Berikut inilah mereka.

Brian Emanuel

Culture | Profile

Foto: Ist

Forbes mengklaim talenta muda berbakat ini sebagai social media darling yang eksistensinya diakui oleh para followers hampir di semua platform media sosial. Mengawali karirnya di media sosial pada tahun 2010, Brian kemudian mulai melirik musik hip-hop pada tahun 2012. Pada tahun 2015, dengan mengusung nama panggung Rich Chigga, Brian merilis lagu Living the Dream melalui YouTube. Pada tahun 2016, Brian mengganti nama panggungnya menjadi Rich Brian dan kembali menjadi sensasi ketika merilis lagu Dat $tick. Lagu tersebut dilihat oleh 88 juta lebih pemirsa YouTube. Dat $tick kemudian membuatnya diakui sebagai rapper dalam skala global dan membawanya tur melanglang buana ke Amerika Serikat untuk kemudian berkolaborasi dengan Pharell dan Diplo. Pada bulan Februari lalu, Brian akhirnya merilis full album bertitel Amen.

Dian Pelangi

Culture | Profile

Foto: Ist

Kiprah Dian Pelangi di dunia fashion profesional mulai diakui sejak ia menampilkan busana rancangannya di Jakarta Fashion Week 2009 di umurnya yang masih 18 tahun. Forbes mengakui Dian sebagai sosok yang membawa modernitas pada dunia busana hijab. Rancangan busana Dian telah dipamerkan di berbagai perhelatan busana di dunia. Yang terbaru pada bulan September tahun lalu, Dian turut meramaikan perhelatan New York Fashion Week. Selain Forbes, kiprah Dian juga diakui oleh majalah Business of Fashion Magazine (BoF) yang menyertakan Dian dalam daftar orang-orang berpengaruh di dunia fashion.

Talita Setyadi

Culture | Profile

Foto: Ist

Talita merupakan seorang pastry chef yang mendirikan BEAU Bakery. Forbes mengakui capaian Talita bersama BEAU Bakery yang selain menyajikan menu khas French pastry beserta menu orisinilnya, juga menjadi penyedia bahan dasar bakery untuk ratusan café, restoran dan hotel di Jakarta. Bersama BEAU, Talita menjadikan edukasi sebagai pilar usahanya di mana para kokinya dilatih dari dasar yang sebelumnya bekerja sebagai pelayan dan tukang sapu di BEAU. Capaian Talita yang juga diakui oleh Forbes adalah ketika ia menjadi satu-satunya juri wanita sekaligus juri termuda pada ajang The World Pastry Cup 2017.

Adrian dan Eugenie Agus

Culture | Profile

Foto: Ist

Duo kakak-beradik ini adalah pendiri Puyo, brand puding lokal yang diakui Forbes memiliki ciri khas tersendiri. Tekstur puding yang lembut dan varian rasa yang orisinil berhasil membedakan Puyo dengan produk puding lokal lainnya. Kini, Puyo memiliki sekitar 40 gerai yang masih terpusat di Jakarta dan sekitarnya. Forbes juga mengapresiasi upaya Puyo untuk kegiatan sosial di mana mereka telah menyumbangkan setidaknya $15.000 untuk pelestarian kura-kura laut dan pembangunan perpustakaan anak.

Iwan Kurniawan dan Reynold Wijaya

Culture | Profile

Foto: Ist

Iwan dan Reynold merupakan pendiri platform peminjaman dana digital bernama Modalku. Melalui Modalku, Iwan dan Reynold menghubungkan (peer to peer) para penyedia dana dengan para peminjam secara online. Misi mereka dalam mendirikan Modalku adalah untuk memfasilitasi usaha kecil dan menengah terhadap beragam alternatif akses pendanaan. Dengan dukungan dari Sequoia, sebuah perusahaan pembiayaan berskala global, hingga kini Modalku telah mencatat $75 juta investasi usaha kecil dan menengah. Selain itu, Modalku juga menjadi mitra Tokopedia dalam program Mitra Toppers yang memudahkan merchant Tokopedia untuk mendapatkan tambahan modal pengembangan bisnis.

Stanislaus Mahesworo Christandito Tandelilin

Culture | Profile

Foto: Ist

Stanislaus adalah salah satu pendiri Sale Stock, sebuah aplikasi online yang menawarkan produk pakaian dan aksesoris berkualitas dengan harga terjangkau. Salah satu misi Sale Stock adalah untuk menyediakan akses terhadap pakaian berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk menjaga keterjangkauan harganya, Sale Stock menggunakan teknologi artificial intelligence yang mengatur jalur ketersediaan produknya dengan sistem pembayaran cash on delivery (COD) dari lebih 7.000 lokasi. Forbes mencatat bahwa Sale Stock tahun lalu menerima $27 juta pendanaan dari berbagai firma investasi sebagai dana pengembangan usaha. Sebagai platform lokal, Sale Stock berpotensi mengekspansi bisnisnya dalam skala global.

Krishnan Menon dan Marshall Utoyo

Culture | Profile

Foto: Ist

Krishnan dan Marshall merupakan pendiri Fabelio, sebuah bisnis e-commerce dalam bidang furnitur. Forbes mengakui kiprah mereka sejak mendirikan Fabelio pada tahun 2015 yang dalam perkembangannya hingga kini telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 2.000 pengrajin dan pabrik lokal. Bersama Fabelio, mereka menawarkan rancangan orisinil dan produk berkualitas dengan harga yang terjangkau. Fabelio juga menyediakan layanan desain interior dan tes produk di rumah.

Fransiska Hadiwidjana

Culture | Profile

Foto: Ist

Fransiska adalah pendiri Prelo, sebuah mobile e-commerce yang menyediakan platform bagi para penggunanya untuk menjual barang bekas atau menyewakannya. Sebelumnya, Prelo bernama Kleora yang menyediakan platform jual-beli barang fesyen wanita. Fransiska memang dikenal sangat dekat dengan dunia e-commerce. Selain kiprahnya bersama Prelo, Forbes juga mengakui capaian Fransiska sebagai salah satu pendiri AugMI Labs, sebuah start-up biomedis di Silicon Valley, Amerika Serikat. Forbes bahkan pernah menyertakan nama Fransiska dalam daftar Ten Inspirational Female Tech Entrepreneurs in Southeast Asia.

Muhamad Risyad Ganis dan Yohanes Sugihtonugroho

Culture | Profile

Foto: Ist

Risyad dan Yohanes merupakan pendiri Crowde, sebuah platform investasi digital yang diperuntukkan bagi para petani. Dalam profil situsnya, mereka mengutarakan kerpihatinan atas keadaan para petani yang dalam statistik tercatat 2,3 kali lebih miskin daripada lapisan masyarakat lainnya. Suatu hal yang sangat ironis bagi negara yang memiliki basis agraria yang sangat luas. Bersama Crowde, mereka berharap dapat berkontribusi untuk memajukan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani. Melalui Crowde, publik dapat berpartisipasi setidaknya $1 melalui aplikasi pembayaran elektronik untuk beragam proyek agrikultur yang dapat dipantau secara online. Para donatur/investor bahkan dapat turut merasakan keuntungan dari setiap panennya.

Jeff Hendranata dan Andrew Tanner Setiawan

Culture | Profile

Foto: Ist

Jeff dan Andrew adalah pendiri Karta, sebuah perusahaan penyedia layanan iklan custom yang terpasang pada kendaraan bermotor. Model bisnis advertising Karta sangatlah unik karena memanfaatkan media bergerak yang melibatkan publik sebagai pembawa medianya (crowd-sourced platform). Dengan kata lain, setiap pengendara dapat menambah penghasilan hanya dengan menggunakan kendaraannya sambil memajang iklan pada kendaraan bermotornya. Efektivitas dan efisiensi bisnis iklan mobile ini telah membawa Karta untuk bekerjasama dengan beberapa perusahaan besar seperti Unilever, P&G, Astra dan Telkomsel.

Rorian Pratyaksa

Culture | Profile

Foto: Ist

Rorian merupakan salah satu pendiri PayAccess, sebuah medium pembayaran mobile berlisensi. Salah satu misi Rorian bersama PayAccess adalah memperkenalkan metode pembayaran digital kepada lapisan masyarakat yang belum mengenal bank. PayAccess menyediakan layanan transaksi via smartphone untuk pembayaran online dan offline sekaligus pembayaran dalam aplikasi digital berbayar. Forbes mengakui salah satu capaian Rorian yang lain yaitu ketika ia menerima Australian Awards Scholarship dari Pemerintah Australia pada tahun 2016.

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~