Culture

Lakukan Tips Satu Jam Pertama di Kantor Berikut Agar Hari Anda Produktif

By  | 

Perjalanan menuju tempat kerja di kota metropolitan sudah hampir pasti dilalui dengan kemacetan lalu lintas dan berdesak-desakan di dalam angkutan. Ya, aktivitas berangkat kerja sungguh sangatlah melelahkan. Maka wajarlah apabila banyak pegawai yang menghabiskan satu jam pertamanya di kantor untuk sejenak melepas lelah dengan menyeduh kopi atau teh dan kemudian menyeruputnya sambil berleha-leha mengobrol atau browsing media sosial. Datang pagi hari di kantor seringkali terasa melelahkan sehingga perhatian anda teralihkan dari agenda kerja. Padahal, seharusnya datang ke kantor di pagi hari seharusnya efisien bagi pekerjaan karena semua agenda dan pekerjaan dapat terselesaikan lebih awal.

Culture

Foto: Ist

Menurut beberapa studi, aktivitas satu jam pertama anda di kantor sangat mempengaruhi produktivitas kerja sehari penuh. Untuk itu, kali ini Wanita.me akan berbagi tips bagaimana menghabiskan satu jam pertama di kantor agar hari kerja anda lebih produktif.

Sapa Rekan Kerja

Performa pekerjaan yang bagus hanya dapat membuat anda terlihat baik di depan atasan, akan tetapi komunikasi di lingkungan kerja adalah hal utama yang membuat pekerjaan dapat dinikmati. Meskipun anda tidak mengenal nama semuanya, berusahalah untuk mengawali hari di kantor dengan senyum dan menyapa seluruh rekan kerja sekantor yang berpapasan dengan anda. Anda akan menghabiskan lebih dari 40 jam selama satu minggu bersama rekan-rekan kerja tersebut, sehingga sapaan dan senyuman di pagi hari bukan hal buruk bukan?

Culture

Foto: Ist

Sapaan dan senyuman balik dari rekan-rekan kerja dapat memperbaiki mood anda yang lelah dalam perjalanan menuju kantor. Menanyakan kabar adalah obrolan kecil yang dapat dimaklumi. Namun segera hentikan obrolan apabila berlanjut ke gosip atau membahas hal-hal berat seperti politik. Selalu ingat bahwa akan ada jam istirahat siang di mana anda dapat menghabiskan waktu untuk mengobrol sambil makan siang. Segeralah melanjutkan perjalanan ke meja kerja anda.

Rapihkan Meja Kerja

Tips berikutnya adalah jangan memulai pekerjaan dengan meja acak-acakan. Bagi anda yang bekerja dengan sistem paper-based atau berurusan dengan dokumen, meja kerja cenderung selalu acak-acakan. ATK yang berserakan ditambah instruksi mendadak dari atasan biasanya membuat anda lupa dan malas merapihkan meja kerja di akhir jam kantor.

Culture

Foto: Ist

Luangkanlah waktu di awal jam kantor untuk merapihkan meja. Seringkali di balik tumpukan dokumen pekerjaan kemarin, anda dapat menemukan catatan mengenai pekerjaan yang penting. Selain itu, meja yang rapih dan bersih akan menjadi enak dilihat dan meja juga akan terlihat lega dan luas sehingga anda dapat memulai pekerjaan baru secara sistematis. Beberapa auditor kinerja perusahaan menemukan bahwa banyak waktu kerja terbuang sia-sia karena meja kerja yang acak-acakan sehingga perusahaan pun ikut dirugikan karenanya.

Periksa dan Perbaharui Agenda Harian

Di lingkungan kerja yang dinamis, perubahan dapat datang sewaktu-waktu. Banyak perusahaan telah menerapkan pembuatan to-do list harian hingga bulanan akan tetapi jarang sekali yang menerapkan pembaharuan to-do list berdasarkan perubahan mendadak. Untuk itu, setelah meja anda rapih periksa kembali agenda kerja harian dan perbaharui apabila terjadi perubahan.

Culture

Foto: Ist

Prioritaskan tugas yang paling mendesak di pagi hari dan jangan memulai kerja dengan pekerjaan ringan yang targetnya untuk sore atau bahkan esok hari. Pagi hari adalah waktu yang paling bagus untuk memaksimalkan konsentrasi karena fungsi tubuh sedang dalam kondisi terbaiknya. Untuk itu, manfaatkanlah upaya terbaik untuk berkonsentrasi pada pekerjaan prioritas di awal jam kerja.

Periksa Email dan Fokus Pada Email Mengenai Pekerjaan

Hal yang satu ini akan menjadi sedikit tricky karena begitu anda menyentuh email, biasanya anda juga akan ‘tergerak’ untuk membuka media sosial. Terlebih apabila email pekerjaan dan media sosial disatukan sehingga anda dapat melihat informasi baru terlebih dahulu melalui email. Tips pertama pada bagian ini adalah fokuslah hanya pada email terkait pekerjaan dengan menu filter dan baca satu persatu judul email. Kemudian mulailah susun prioritas membalas atau meneruskan email tersebut kepada pimpinan atau divisi dan departemen terkait.

Culture

Foto: Ist

Tips kedua adalah meminta bantuan rekan kerja apabila email yang masuk ternyata terlalu banyak. Membalas dan meneruskan email memerlukan tingkat konsentrasi tinggi, terlebih apabila emailnya menuntut persetujuan dari klien atau rekanan. Tips terakhirnya adalah pisahkan email pribadi (untuk media sosial, belanja online dan lainnya) dengan email pekerjaan. Efisiensi dan efektivitas pekerjaan bergantung dari cara anda memisahkan hal yang bersifat pribadi dengan yang bersifat profesional.

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~