Family

Lapar dan Marah di Waktu Bersamaan? Mungkin Anda Sedang ‘Hangry’

By  | 

Hangry merupakan kependekan dari hungry (lapar) dan angry (marah). Terminologi tersebut merupakan istilah gaul yang sering digunakan ketika seseorang marah ketika lapar atau sebaliknya. Istilah tersebut kemudian digunakan oleh Sophie Medlin, seorang ahli diet dan dosen di bidang nutrisi, dari Kings College London dalam sebuah acara radio di stasiun BBC Radio 4 bulan lalu untuk menjelaskan fenomena tubuh tersebut secara ilmiah.

Family | Family Health

Foto: Ist

Menurut Sophie, ketika lapar gula darah akan menurun di tubuh. Penurunan level gula darah tersebut akan meningkatkan level hormon cortisol dan adrenalin. Peningkatan kedua hormon tersebut kemudian akan mempengaruhi otak. Kedua hormon tersebut merupakan pemicu reaksi impulsif seperti melawan atau kabur (fight or flight). Sophie menuturkan bahwa proses kimia tubuh dalam otak yang memicu rasa lapar adalah proses yang sama-sama memicu rasa marah dan reaksi impulsif lainnya.

Dalam wawancaranya, Sophie mengungkapkan bahwa media seringkali mengidentikkan hangry dengan kaum wanita. Padahal, siapapun bisa mengalaminya. Bahkan, dalam beberapa studi ilmu syaraf yang dipelajarinya, kaum pria justru lebih berpotensi besar mengalami hangry. Neuropeptide, suatu molekul protein yang mengontrol berbagai zat kimia tubuh di otak sangat dipengaruhi oleh fluktuasi hormon wanita (estrogen). Oleh sebab itu seringkali wanita mengalami labil emosi di masa-masa tertentu (contohnya haid). Sementara kaum pria tidak memiliki fluktuasi hormonnya (testosteron). Konsekuensinya, secara proses kimia, kaum pria memiliki potensi lebih besar mengalami hangry.

Dalam artikel BBC.com yang memuat wawancara dengan Sophie (25/04), dikemukakan bahwa hangry dapat merusak hubungan pribadi apabila tidak dikendalikan. Sebuah studi pada tahun 2014 dari Proceedings of the National Academy of Sciences di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa rendahnya kandungan gula darah menjadi pemicu emosi dan agresi yang seringkali memicu retaknya hubungan sosial hingga rumah tangga.

Family | Family Health

Foto: Ist

Melalui paparannya, Sophie menerangkan bahwa lapar dan marah sangat berhubungan. Untuk itu, jangan sungkan bersifat kritis ke diri sendiri ketika sedang emosi. Siapa tahu, penyebabnya adalah rasa lapar. Sophie menyarankan bahwa cara termudah merespon rasa lapar sebelum bereskalasi pada rasa emosi adalah dengan mengemil snack berkarbohidrat. Sambil berkelakar, Sophie menuturkan bahwa lebih baik menggigit makanan daripada menggigit teman atau pasangan sendiri.

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~