Food

Apa Makanan yang Terbaik Untuk Para Penderita Kanker?

By  | 

Para penderita kanker umumnya sangat hati-hati dalam memilih makanan. Istilah lain dari kanker adalah NEOPLASIA, yaitu ‘adanya pertumbuhan baru’. Neoplasia terjadi apabila sel-sel di dalam jaringan atau organ berkembang secara tidak terkendali sebagaimana yang seharusnya terjadi pada pertumbuhan normal.

penderita kanker | Food

Foto: Ist

Walaupun tingkat kesembuhan penderita kanker masih sangat rendah, namun dengan terapi nutrisi yang tepat dan lingkungan yang mendukung diharapkan dapat menunjang keberhasilan terapi pengobatan penderita kanker. Nutrisi yang masuk secara seimbang dapat menghambat kemungkinan terjadinya penurunan berat badan dan infeksi lebih lanjut. Masalah gizi yang dihadapi penderita kanker umumnya adalah sulit menerima makanan. Lalu makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi untuk mendukung pemulihan atau mengurangi risiko terkena penyakit ini lagi?

Pengidap kanker mungkin menjauhkan diri jenis makanan tertentu. Tapi bisa saja ‘diet’ makanan itu justru bisa menghambat pemulihan. Esther Lin, seorang ahli gizi senior dari National University Hospital dan National University Cancer Institute Singapura mengungkapkan terkait pilihan makanan. Salah satunya menjaga berat badan yang sehat. Penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

Berikut ini, Wanita.me memberikan kebenaran tentang asupan gizi dari makanan untuk pasien kanker:

1.Tidak Kekurangan Makan

penderita kanker | Food

Foto: Ist

Penyakit sekaligus pengobatan kanker dapat membuat naiknya penggunaan protein dan lemak oleh tubuh. Akibatnya, pasien kanker seringkali membutuhkan kalori dan protein lebih tinggi. Sehingga sebaiknya pola makan tidak dipangkas karena mereka membutuhkan nutrisi optimal untuk membantu melalui periode ini.

2.Jangan Fokus pada Makanan Tertentu

penderita kanker | Food

Foto: Ist

Sebaiknya lihat gambaran keseluruhan bagi kesehatan. Misalnya, menjaga berat badan yang sehat. Penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker. Seperti kanker payudara, usus, ginjal dan pankreas. Disamping itu, hindari perubahan drastis. Sebaiknya fokus pada asupan kalori dan protein yang cukup. Sebagai contoh, pasien kanker bisa meningkatkan kalori, protein dan kandungan gizi dengan menambahkan minyak tak jenuh, telur, susu, tahu atau keju dalam makanannya. Dengan memastikan tekstur makanan punya konsistensi lembut dapat membuat pengidap kanker lebih mudah mengunyah dan menelannya.

3.Pil Antioksidan Tidak Menyembuhkan Semuanya

penderita kanker | Food

Foto: Ist

Makanan yang kaya antioksidan, seperti sayur dan buah, telah menunjukkan manfaat dalam mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Antioksidan merupakan zat yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Namun mengonsumsi antioksidan dalam bentuk terkonsentrasi seperti suplemen, belum terbukti terkait hal ini. Pada kenyataannya, bagi orang yang menjalani pengobatan kanker, suplemen antioksidan bisa berinteraksi dengan metabolisme obat kanker. Membuatnya jadi kurang efektif.

4.Gula Tidak ‘Memberi Makan’ Sel Kanker

penderita kanker | Food

Foto: Ist

Beberapa orang mungkin membatasi asupan gula karena kepercayaan bahwa gula bisa menyediakan energi atau nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Namun, menghindari gula tidak menghentikan sel kanker. Semua sel, baik sel sehat maupun sel kanker, menggunakan glukosa untuk energi. Glukosa didapat dari mencerna karbohidrat seperti gula. Ini dipecah menjadi glukosa yang kemudian terserap ke dalam aliran darah dan dipasok ke sel-sel. Jikapun tubuh kekurangan glukosa dari sumber makanan, dia akan mencari cara lain untuk membuat energi esensial ini. Sebut saja dari protein dan lemak. Artinya, tubuh akan memecah otot dan sumber lemak. Sehingga bisa menyebabkan turun berat badan, kelelahan dan penurunan fungsional. Karena itu penderita kanker tidak harus menghindari karbohidrat, terutama sebelum dan sesudah pengobatan.

5.Jangan Konsumsi Daging Olahan, Tapi Makan Daging Tanpa Lemak Secukupnya

penderita kanker | Food

Foto: Ist

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa daging olahan seperti bacon, sosis, ham dan daging kalengan bersifat karsinogenik. Mereka juga menyebut bahwa daging merah kemungkinan karsinogenik. Meskipun harus menimalkan konsumsi daging olahan, namun daging merah memberikan gizi penting. Termasuk asam amino esensial, zat besi dan vitamin B12. Adapun daging tanpa lemak perlu dikonsumsi dalam jumlah tidak berlebihan. konsumsinya bisa jadi bagian dari pola makan sehat. Pedomannya yaitu porsi seukuran telapak tangan untuk dua atau tiga kali dalam seminggu.

6.Diet Alkali atau Asam?

penderita kanker | Food

Foto: Ist

Beberapa orang percaya bahwa kanker tumbuh pesat di lingkungan asam. Jadi penderita kanker mungkin mencoba lebih banyak konsumsi makanan alkali dan mengurangi asam. Namun melakukan hal itu tidak akan mengubah tubuh jadi lingkungan alkali. Sebab tidak mungkin mengubah pH darah di luar kisaran normal. Jika ada pergeseran dalam keseimbangan asam-basa, tubuh secara otomatis akan memperbaikinya.

I'm a writer from wanita.me