Living

Traveling Keliling Eropa dengan Low Budget (Part 1)

By  | 

Untuk Anda para traveler sejati, menjelajah setiap kota atau negara pastilah menjadi impian Anda. Apalagi jika Anda bisa mejelajah di suatu tempat dengan merencanakan jadwal perjalanan sendiri dan cukup dengan budget yang minimum atau low budget. Yes, it is half the fun! Terlebih lagi, jika traveling keliling Eropa adalah hal yang Anda impikan sejak dulu. Well, it’s the time!

Charles Bridge, Budapest

Pertama, pastikan dulu siapa saja yang akan berangkat dalam perjalanan ke Eropa kali ini. Lalu tentukan kemana saja tujuan Anda sewaktu tiba di benua Eropa nanti. Misalnya Anda memiliki tujuan utama Jerman karena mungkin Anda memiliki teman atau kerabat yang berdomisili di sana. Namun pastikan Anda tidak hanya stay di satu negara saja, dalam kasus ini di negara Jerman. Sudah susah – susah urus visa Schengen tapi hanya menjelajah satu negara, Anda tidak mau rugi, kan? Karena dengan memiliki visa Schengen ini, Anda bisa keluar masuk di 26 negara di benua Eropa. Menentukan tujuan perjalanan ini memang menyenangkan namun akan menjadi hal yang rumit ketika Anda akan menjelajah bersama keluarga Anda. Anda harus mengatur keinginan masing – masing anggota keluarga yang ikut dan diatur dalam waktu liburan yang relatif singkat.

Heros Square ( Hosok Tere ) , Budapest

Jika Anda mengikuti paket tur yang ditawarkan oleh banyak jasa travel, tentu Anda tidak perlu repot – repot membuat itinerary dan tinggal menikmati dari awal hingga akhir perjalanan nanti. Pada umumnya travel menawarkan paket tur keliling Eropa selama 12 hari dengan mengunjungi maksimal 5 negara di Eropa menggunakan transportasi darat (bis atau kereta). Berikut adalah salah satu contoh itinerary tur Eropa selama 12 hari: Jakarta – Munich (Transit) – Vienna – Milan – Venice – Zurich – Mt. Titlis – Lucerne – Paris – Brussels – Amsterdam – Munich (Transit) – Jakarta. Satu paket tur di atas biasanya bisa Anda dapatkan dengan kisaran harga USD 3.000/orang belum termasuk biaya visa. Bagaimana? Cukup pusing jika harus menghabiskan hampir 12 kota di berbagai negara di Eropa hanya dalam 12 hari, bukan? Sah saja jika Anda ikut semacam tur seperti di atas. Anda memang bisa mengunjungi ikon – ikon penting di Eropa dan berfoto ria di sana, namun seperti kedipan mata saja. Hanya sempat sebentar Anda menjelajah lalu Anda harus pindah ke destinasi selanjutnya sesuai dengan itinerary yang padat.

Anda juga bisa bayangkan jika Anda akan menjelajah dengan orang tua atau anak – anak Anda yang notabene lebih cocok jika diajak slow traveling. Artinya tidak harus jalan dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat dan dibatasi waktu. Maka Anda harus lupakan paket tur yang ditawarkan jasa travel tadi dan bersiaplah untuk menjelajah kota atau negara – negara di Eropa selama mungkin. Memang dengan tidak mengikuti paket tur, kemungkinan besar Anda tidak selalu bisa memanfaatkan waktu secara efektif. Kemungkinan munculnya tradisi ‘jam karet’ dan tersasar di suatu tempat juga besar. Namun disitulah Anda akan menemukan asyiknya traveling!

Recommend0 recommendationsPublished in Living, Travel

For a Pessimist, im a pretty Optimistic