Family

Mengenal ‘Micro-cheating’: Bibit Perselingkuhan di Dunia Maya

By  | 

Perselingkuhan yang berawal dari media sosial adalah salah satu fenomena gaya hidup dunia maya yang menjadi sorotan banyak ahli dari beragam lintas disiplin di dunia. Mereka berpendapat bahwa perselingkuhan online terjadi karena dunia maya memfasilitasinya. Psikolog asal Asutralia, Melanie Schilling, baru-baru ini memperluas pemaknaan terhadap kosa kata untuk fenomena tersebut: micro-cheating. Terminologi tersebut sudah dikenal sejak akhir tahun 2000’an sebagai kosa kata slang (non-formal dan keseharian) untuk kelakuan remaja yang ‘selingkuh kecil’ dari pacarnya (seperti membelikan bunga untuk pacar dan diam-diam membelikan coklat untuk gebetan barunya).

Family | Family Education

Foto : Ist

Melanie menjelaskan bahwa micro-cheating adalah serangkaian perbuatan atau aksi kecil di media sosial yang mengindikasikan seseorang terlibat hubungan emosional (selingkuh hati) tanpa sepengetahuan pasangannya. Serangkaian aksi kecil yang dimaksud Melanie adalah berkomunikasi secara rahasia, berbagi guyonan pribadi, merendahkan keseriusan hubungan dengan pasangan hingga menggunakan kode nama khusus di phonebook.

Kerahasiaan adalah salah satu trik utama internet menjaring penggunanya. Terminologi yang digunakan di dunia maya untuk istilah ‘kerahasiaan’ adalah privacy beserta janji-janji keamanan (security) lainnya seperti kata sandi (password), pertanyaan keamanan (security questions) dan lain-lain. Ketika kerahasiaan telah tercapai, internet kemudian menyediakan fasilitas lain, seperti percakapan teks (chat), emoji (representasi perasaan dan isi hati), tautan (berbagi link informasi spesifik), foto, audio hingga video. Semua fasilitas itu tersedia dalam lingkup kerahasiaan.

Family | Family Education

Foto : Ist

Pada tataran tersebut, micro-cheating dapat dioperasikan. Bagi mereka yang pada dasarnya berniat untuk selingkuh, tentu fasilitas online yang disediakan dapat dioptimalisasi lebih lanjut dengan membuat beberapa akun media sosial. Lain halnya dengan mereka yang tidak menyadari sedang atau akan menjadi micro-cheater. Pertanyaan yang diajukan Melanie kepada responden dalam penelitiannya adalah, “Apabila anda tidak merasa berselingkuh, lalu mengapa dirahasiakan?” Beberapa responden menjawab bahwa komunikasi dengan mantan pacar atau teman lelaki/perempuan dirahasiakan untuk tidak menyinggung atau menyakiti hati pasangan. Pertanyaan selanjutnya, “Kalau memang berindikasi akan menyakiti perasaan pasangan, mengapa tetap dilakukan?”

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Melanie sebelumnya akan terus dijustifikasi oleh para responden karena definisi mengenai kerahasiaan dan aplikasinya di antara dunia maya dan nyata akan menjadi bias, khususnya apabila ditabrakkan dengan tema moralitas seperti kebohongan. Ironisnya, mereka tidak menyadari sedang melakukan micro-cheating. Sam Louie, seorang ahli dan terapis adiksi seks asal Seattle, Amerika Serikat, turut menanggapi hasil penelitian Melanie. Menurut Sam, kerahasiaan adalah norma tersendiri dalam suatu hubungan. Sebagai sebuah norma, tentu kerahasiaan berfungsi sebagai penunjang, bukan sebagai prinsip justifikasi yang menghancurkan (destructive). Selingkuh perasaan, meskipun belum mencapai tahap selingkuh fisik (bertemu), terjadi karena durasi ‘pertemuan rahasia’ yang intens dan intensitasnya akan terus memuncak hingga perselingkuhan fisik terjadi.

Family | Family Education

Foto : Ist

Sam juga menambahkan bahwa untuk mengidentifikasi diri sebagai pelaku micro-cheater sangatlah mudah. Pertama, bedakan antara privasi (privacy) dan kerahasiaan (confidentiality). Di dunia maya, definisi dua terminologi tersebut sangatlah bias. Sepakatilah batasan privasi bersama pasangan. Kedua, baca kembali pola penggunaan emoji dalam percakapan-percakapan yang anda lakukan. Penggunaan emoji yang lebih bersifat emosional seperti love, kiss dan hugs kepada seseorang dapat mengindikasikan keterlibatan emosional anda dengan seseorang tersebut. Terakhir, ketika anda menyadari sedang melakukan micro-cheating, maka terbukalah dengan pasangan sebelum selingkuh hati di dunia maya berlanjut ke selingkuh fisik di dunia nyata. Perlihatkan rekam jejak micro-cheating yang terjadi kepada pasangan. Menurut Sam, koneksi dan balasan instan di aplikasi percakapan dan media sosial tidak menentukan kualitas perasaan seseorang.

Internet mempermudah banyak segi kehidupan penggunanya, mulai dari ekonomi, pembaharuan informasi hingga komunikasi dan pergaulan sehari-hari. Dunia maya, sebagaimana internet dikenal, pada hakikatnya hanyalah memfasilitasi kehidupan dunia nyata. Layaknya banyak penemuan besar di dunia, internet juga memiliki sisi positif dan negatifnya. Micro-cheating adalah salah satu sisi negatifnya. Salah satu keutamaan internet adalah membangun ilusi atas hilangnya jarak fisik dan batasan geografis sehingga komunikasi online dapat terasa sedemikian alami dan personal sampai menyentuh perasaan.

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~