Culture

Milena Koerner, Manajer Wanita Pertama dan Satu-satunya di MotoGP

By  | 

Baru-baru ini dunia balap Formula 1 (F1) dihebohkan mengenai kebijakan penghapusan grid girl mulai musim ini. Paras cantik para grid girl tidak akan lagi menghiasi perhelatan F1. Perdebatan mengenainya kemudian muncul dari berbagai pihak. Penilaian negatif terhadap rok pendek dan sepatu high heels menjadi salah satu argumennya. Di sisi yang lain, bagi kaum hawa, menjadi seorang grid girl adalah sebuah peluang atau batu loncatan untuk merintis karir di dunia otomotif. Salah satunya adalah Milena Koerner, yang kini merupakan manajer tim balap wanita pertama yang mengawali karirnya di dunia otomotif sebagai seorang grid girl.

Culture | Profile

Foto: Ist

Ketika berumur 13 tahun, kakek Milena pernah mengajaknya menonton Grand Prix di Sachsenring, Jerman, yang kebetulan hanya berjarak 20 menit dari tempat tinggalnya. Kenangan tersebut membekas di benak Milena sehingga ketertarikannya terhadap dunia balap tidak terbendung lagi. Di masa sekolahnya, Milena tertarik dengan bidang hospitality dan bekerja sebagai model promosi adalah pekerjaan pertamanya. Untuk mengejar cita-citanya, Milena melamar pekerjaan sebagai grid girl dan akhirnya diterima. Debutnya adalah sebuah perhelatan balap di Afrika Selatan tepat sebelum ujian akhir SMA-nya.

Milena belajar banyak hal dengan bekerja di bidang hospitality, mulai dari cara menghadapi orang dari beragam latar belakang hingga menggunakan perkakas sederhana seperti tang dan obeng. Hal tersebut menjadi modal dasar Milena dalam menembus dunia karir otomotif. Selain hal-hal teknis yang harus banyak dipelajari, Milena mengungkapkan bahwa melawan prasangka dan penilaian mengenai wanita di dunia otomotif juga merupakan tantangan tersendiri untuk dihadapi.

Culture | Profile

Foto: Ist

Setelah menjalani karirnya sebagai grid girl, Milena pernah menjadi Team Coordinator bersama Giovanni Cuzari dan Andrea Dosoli pada tahun 2009. Kemudian Milena sempat menjajal posisi Press Manager untuk Team Tech3 di MotoGP. Pengetahuan teknis dan bisnis dunia balap dan otomotif dipelajari Milena pada masa-masa tersebut. Tahun lalu, Giovanni Cuzari kembali menghubunginya untuk menawarkan posisi Team Manager untuk Team Forward Racing di Moto2.

Pada media GP One, Milena mengenang perjalanan karirnya dan merasa tidak habis pikir telah berupaya sedemikian keras untuk mencapai posisi karirnya sekarang. Selain itu, Milena juga merasa tidak terkendala sama sekali dalam mengelola tim karena dalam perjalanan karirnya dia dikenal sebagai pitbull’ dan ‘jenderal’ karena ketegasannya dalam bekerja. Rasa kekeluargaan di dunia otomotif juga cukup tinggi, ungkap Milena. Sehingga beradaptasi dengan tim baru tidaklah sulit.

Milena menolak disebut sebagai pionir karena merupakan satu-satunya manajer tim balap wanita. Banyak wanita yang berkarir di dunia balap profesional meskipun pada posisi yang berbeda. Bagi Milena, hal tersebut hanya berdasarkan jumlah. Ketika dikembalikan kepada kebijakan bisnis, wanita menjadi pertimbangan sendiri karena kebutuhan khususnya, seperti pakaian (seragam) yang berbeda, kamar pribadi (tidak bisa bercampur) dan lain-lain. Maka menurut Milena tidaklah aneh apabila tidak banyak wanita yang terjun ke sektor teknis dunia otomotif.

Culture | Profile

Foto: Ist

Terkait kebijakan penghapusan grid girl, Milena berpendapat bahwa masalahnya terletak pada para pria, bukan pada para grid girl yang identik dengan pakaian seksi. Berkaca dari pengalamannya, Milena ingin publik memahami bahwa pada umumnya grid girl adalah para wanita muda yang sekedar ingin bekerja untuk mencari tambahan biaya sekolah atau bisa saja ingin merintis karir di dunia balap dan otomotif seperti dirinya. Selain Milena Koerner, kritik pedas lain datang dari reporter Dorna Sports bernama Amy Dargan. Amy juga memulai karirnya sebagai seorang grid girl di MotoGP.

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~