Culture

Paralympics 2018 Membawa Sebuah Pesan Kemanusiaan

By  | 

Paralympics atau Paralimpiade tahun 2018 ini diadakan di PyeongChang, Korea Selatan. Ini adalah sebuah ajang pembuktian bagi penyandang disalibilitas bahwa mereka bisa menorehkan prestasi tanpa harus dipandang remeh oleh masyarakat.

Culture | Opinion

Foto: Ist

Pembukaan Paralympics 2018 ini dilakukan pada hari Jumat 9 Maret 2018. Paralimpiade ini ada sekitar 570 atlet dari 48 negara yang akan mengikuti ajang olahraga bagi para atlet penyandang disabilitas. Peserta yang mengikuti Paralimpiade ini meningkat sebesar 24% dari tahun 2014 di Sochi. Dimana mereka akan memperebutkan 80 medali dalam 6 cabang olahraga, termasuk ski alpen, snowboarding, hoki es, wheelchair curling dan ski nordik lintas alam dan biathlon.

Paralympics bukan hanya sebuah pertandingan bagi penyandang disabilitas. Namun, ada pesan penting kemanusiaan yang terkandung dalam perhelatan ini, diantaranya:

  1. Keberanian

Keberanian adalah semangat para atlet Paralimpiade untuk membuktikan bahwa mereka mampu berprestasi, dan berusaha mencapai apa yang masyarakat anggap tidak mungkin. Bagi mereka keberanian itu hal mutlak yang harus dimiliki.

Culture | Opinion

Foto: Ist

 

  1. Kebulatan tekad

Ini adalah cerminan semangat dan usaha keras yang dilakukan oleh para atlet untuk mendobrak batas kemampuan mereka. Pada awalnya tentu saja akan sangat sulit menyesuaikan diri dengan latihan yang diberikan tetapi dengan kebulatan tekad mereka mampu melaluinya.

 

  1. Inspirasi

Tidak hanya ingin membuktikan diri bahwa kaum disabilitas itu mampu. Namun, mereka juga ingin menginspirasi bahwa ketidaksempurnaan itu bukan menjadi penghalang untuk bisa menjadi sukses. Apalagi membuat kita tergantung hidup pada orang lain.

Culture | Opinion

Foto: Ist

 

  1. Kesetaraan

Seringkali masyarakat memandang sebelah mata pada orang yang memiliki disabilitas. Oleh karena itu dengan mengikuti Paralympics, mereka ingin menjadikan ajang ini sebagai media untuk mengubah stigma masyarakat yang masih mendiskriminasi orang-orang disabilitas.

Culture | Opinion

Foto: Ist

 

Paralimpiade merupakan pertandingan olahraga dengan berbagai nomor untuk atlet yang mengalami cacat fisik, mental, dan sensoral. Cacat yang dimaksud meliputi ketidakmampuan dalam mobilitas, cacat karena amputasi, gangguan penglihatan, serta para penderita cerebral palsy.

Penyelenggaraan Paralimpiade musim dingin ini diadakan sejak tahun 1976. Atlet Indonesia tidak turut dalam ajang Paralimpiade musim dingin karena mereka tidak begitu terbiasa dengan cabang olahraga bertemakan salju.

author, writer, mother and love my life