Living

Pesona Cantik Cinque Terre, Lima Desa di Pesisir Laut Mediterania (Part 2)

By  | 

 

Siapkan backpack Anda, pakaian berbahan menyerap keringat yang baik, handuk kecil, sepatu atau sandal yang cocok digunakan untuk mendaki, baju renang, air minum yang cukup, dan Cinque Terre Card, maka Anda siap menjelajahi kelima desa cantik di Cinque Terre. Jika Anda ingin menikmati kelima desa ini, minimal Anda harus stay di Cinque Terre selama 2 hari.  Anda bisa memulai perjalanan Anda di desa – desa ini secara berurutan. Misalnya dari Utara ke Selatan yaitu dengan rute Monterosso al Mare, Vernazza, Corniglia, Manarola, and Riomaggiore ataupun sebaliknya.

Hari Pertama

Monterosso al Mare

 

Nindy Handoyo / wanita.me

Pertama kali menginjakkan kaki di sini Anda akan disapa oleh udara laut yang segar dan pemandangan payung berwarna warni di pantai yang berpasir putih bersih. Ombak laut Mediterania yang cukup tenang di pesisir pantai Monterosso ini membuat para wisatawan tidak tahan untuk berenang ataupun sekedar menyegarkan diri di pinggir laut di tengah teriknya matahari yang sedang show off jika Anda berkunjung pada bulan Agustus. Ada yang sedang berjemur sambil membaca buku, mendengarkan musik, atau bermain dengan keluarga di pinggir pantai. Jika tidak ingin berenang atau berjemur, Anda bisa berjalan menyusuri pinggir pantai dan melihat – lihat kafe ataupun restoran hingga kedai es krim (gelato). Anda bisa memesan secangkir kopi atau satu scoop gelato sambil menikmati pemandangan laut lepas. Desa Monterosso terbagi menjadi 2 area, yakni kota tua dan kota baru. Di area kota tua di dominasi oleh bekas – bekas reruntuhan kastil, sedangkan kota baru di dominasi dengan hotel – hotel, kafe, restoran dan taman – taman bermain untuk wisatawan.

Jika Anda sudah puas bermain di pantai dan ingin pindah ke desa selanjutnya, Anda bisa menambah keasyikan liburan Anda dengan menempuh perjalanan dengan berjalan kaki (jika Anda tidak ingin naik kereta dengan waktu tempuh hanya 3 menit). Rute pendakian untuk pejalan kaki sudah disediakan untuk menghubungkan satu desa dengan desa lainnya. Biasanya Anda membutuhkan waktu rata – rata satu jam untuk berjalan kaki dari satu desa ke desa lainnya dan cukup membuang stamina. Bagi Anda yang hobi naik gunung, mungkin hal ini bukan merupakan masalah berarti. Namun selama mendaki, semua peluh yang Anda keluarkan akan terbayar dengan pemandangan pantai di Monterosso yang indah dari atas bukit.

 

Vernazza            

Nindy Handoyo / wanita.me

Tiba di desa ke-2 yakni Vernazza. Di Vernazza memiliki pemandangan yang sedikit berbeda, yakni banyak kapal – kapal kayu kecil yang diparkir di pinggir pantai dengan latar bangunan berwarna – warni. Anda juga bisa berjalan kaki menyusuri jalan – jalan kecil di desa Vernazza, melihat interaksi dari warga lokal yang sangat ramah terhadap turis, mengunjungi pasar warga lokal dan membeli sekantung anggur yang baru saja dipetik dari kebun.

Nindy Handoyo / wanita.me

Namun dibalik semua keindahan itu, pada Oktober 2011 Monterosso dan Vernazza sempat diselimuti duka. Curah hujan yang pada waktu itu sangat tinggi mengakibatkan longsor dan banjir lumpur setinggi 4 meter. Akibat kejadian ini setidaknya puluhan orang meninggal dunia dan banyak yang hilang. Namun pada tahun 2012 Monterosso dan Vernazza sudah kembali normal berkat usaha keras dari pemerintah Italia, warga lokal dan bala bantuan membersihkan sisa lumpur yang memenuhi kota, memperbaiki jalan dan sistem pembuangan. Jika Anda cermat mengamati saat memasuki toko atau kafe baik di Monterosso maupun di Vernazza, Anda akan melihat foto – foto tempat tersebut saat musibah itu melumpuhkan dan meluluh lantahkan desa mereka. To be continued

For a Pessimist, im a pretty Optimistic